Jurnalis Senior AS Dorong Penerapan Laporan Investigasi di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Jurnalis Senior AS Dorong Penerapan Laporan Investigasi di Indonesia

Jumat, 6 Desember 2019 | 14:32 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Jurnalis senior Amerika Serikat (AS) sekaligus pelatih internasional untuk jurnalisme investigasi, Lucinda Fleeson, mendorong jurnalis di Indonesia untuk menerapkan pelaporan investigasi dalam karya-karya mereka.

Lucinda Fleeson menyampaikan definisi lebih luas tentang laporan investigasi, yaitu bukan hanya mengungkapkan korupsi atau kejahatan, tapi karya asli wartawan untuk melaporkan berbagai isu secara mendalam.

“Jurnalisme investigasi tidak selalu tentang mengekspos kejahatan, tapi termasuk isu-isu sosial seperti kesehatan, perempuan dan anak-anak dalam resiko, atau pembangunan. Bisa juga menjelaskan bagaimana sistem bekerja atau tidak bekerja,” kata Lucinda Fleeson dalam sesi berbagi pengalaman (sharing session), yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Lucinda Fleeson adalah direktur program beasiswa Hubert Humphrey di Philip Merrill College of Journalism Universitas Maryland. Dia menjadi reporter di Philadelphia Inquirer selama bertahun-tahun dan dianugerahi penghargaan Arthur Rouse Award untuk Kritik Pers, Beasiswa Jurnalisme McGee di Afrika Selatan, Knight International Press Fellowship, dan Beasiswa Nieman di Harvard.

Lucinda Fleeson yang pernah membawakan pelatihan jurnalisme investigasi di 26 negara, mengatakan jurnalis atau wartawan harus lebih sering memakai data dan statistik dalam karyanya.

Wartawan juga tidak boleh malas untuk mengecek akurasi dari suatu informasi sehingga tidak menyesatkan publik. Di tengah arus informasi yang sangat banyak, wartawan harus melek media untuk memilah antara informasi yang asli atau benar dan informasi palsu (hoax).

“Didik diri Anda. Kita harus ahli dalam isu yang diangkat. Bisa melihat apakah sumber atau data ini kredibel, bisa diandalkan, atau manipulatif? Harus dikonfirmasi dengan sumber lainnya,” ujar Lucinda Fleeson.

Menurut Lucinda Fleeson, jurnalisme investigasi sebenarnya merupakan laporan berita harian wartawan, tapi sifatnya lebih dalam dengan melibatkan berbagai narasumber dan data.

Salah satu ide baik untuk memulai pelaporan investigasi adalah mengutip laporan dari organisasi-organisasi internasional seperti Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) atau Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

“Sekarang banyak jurnalis hanya duduk diam di kantor, mewawancarai sumber lewat telepon, dan diam di depan komputer. Ayo keluar dari kantor dan buat laporan Anda lebih hidup,” ujar Lucinda Fleeson.

Lucinda Fleeson menambahkan langkah penting lainnya dalam pelaporan investigasi adalah melakukan penilaian terhadap karya tersebut. Misalnya, apakah karya yang disampaikan sudah lengkap atau masih ada “lubang” di dalamnya.

Lucinda Fleeson mencontohkan, salah satu isu yang bisa diangkat tentang gempa bumi. Dari isu itu bisa berkembang menjadi banyak aspek, antara lain pemulihan pasca gempa bumi, sejauh mana peringatan dini gempa atau tsunami sudah berfungsi, dan bagaimana mengatasi dampak dari gempa. Dia mengatakan wartawan juga bisa melakukan perbandingan penanganan dan antisipasi gempa secara internasional lewat informasi media atau publikasi lainnya.

Tenggat Waktu

Terkait tenggat waktu (deadline), dia mengatakan trik yang bisa dilakukan yaitu mempublikasikan terlebih dulu salah satu bagian dari laporan tersebut, jika keseluruhan karya belum layak atau belum selesai pengerjaannya.

Lucinda Fleeson menegaskan tantangan sesungguhnya untuk melaporkan karya investigasi bukanlah dari kantor atau narasumber, melainkan manajemen diri wartawan itu sendiri.

Menurut Lucinda Fleeson, seorang wartawan juga harus mampu merancang peta jalan (road map) atas karyanya dan menetapkan target waktunya sendiri.

“Tidak akan terjadi dimana-mana (termasuk di AS), wartawan bisa diberi dana atau waktu untuk melakukan investigasi. Harus berjuang sendiri dan melakukan lobi-lobi sendiri,” tambah Lucinda Fleeson.

Namun, Lucinda mengakui pentingnya dukungan dari perusahaan, termasuk membentuk tim dalam melakukan pelaporan investigasi. Tim harus terdiri dari wartawan senior dan wartawan junior.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

1,5 Juta Orang Mogok Nasional, Paris Lumpuh

Aksi mogok nasional memprotes rencana perbaikan sistem pensiun yang diikuti 1,5 juta orang, Kamis (5/12/2019), melumpuhkan Kota Paris, Prancis.

DUNIA | 6 Desember 2019

DPR AS Proses Dakwaan Pemakzulan Terhadap Trump

House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) Amerika Serikat (AS) akan mengajukan dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

DUNIA | 6 Desember 2019

Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya

Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, membuat cuitan yang membela dan melindungi putranya, Barron Trump (13), karena disindir seorang pakar hukum.

DUNIA | 5 Desember 2019

Digosipin, Trump Sindir Balik Pemimpin NATO

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyindir balik para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menggosipkannya.

DUNIA | 5 Desember 2019

Topan Kammuri Terjang Filipina, 17 Tewas

Jumlah korban tewas akibat Topan Kammuri di Filipina, meningkat menjadi 17 orang, pada Rabu (4/12/2019).

DUNIA | 5 Desember 2019

Tiga Pakar Hukum Konstitusi Sebut Trump Layak Dimakzulkan

Tiga dari empat pakar hukum yang dipanggil DPR Amerika Serikat (AS) untuk menjadi saksi ahli menyebut Presiden Donald Trump layak dimakzulkan.

DUNIA | 5 Desember 2019

Palang Merah Internasional Kekurangan Bantuan untuk Venezuela

Palang Merah Internasional, Senin (2/12/2019), mengumumkan mengalami kekurangan bantuan kemanusiaan di Venezuela.

DUNIA | 5 Desember 2019

NATO: Waspadai Ancaman Tiongkok

Setelah 70 tahun memusatkan perhatian untuk menghadapi Rusia, kini Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperluas pandangannya kepada tantangan dari Tiongkok

DUNIA | 5 Desember 2019

Pencucian Uang Global, Europol Tangkap 228 Orang

Polisi Eropa (Europol) menangkap 228 orang di 31 negara dalam tiga bulan terakhir, terkait kasus pencucian uang global.

DUNIA | 5 Desember 2019

The Straits Times Nobatkan Jokowi Sebagai Asian of the Year 2019

Presiden Jokowi adalah figur berpenampilan sederhana.

DUNIA | 5 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS