Kapal Migran Tenggelam di Mauritania, 62 Tewas
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Kapal Migran Tenggelam di Mauritania, 62 Tewas

Jumat, 6 Desember 2019 | 15:36 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / JAI

Nouakchott, Beritasatu.com - Sebanyak 62 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas setelah satu kapal yang membawa lebih dari 150 migran terbalik lepas pantai negara di Afrika Barat, Mauritania.

Seperti dilaporkan VoA dan Al Jazeera, Kamis (5/12), 83 penumpang lainnya ditemukan selamat, setelah berenang ke pantai. “Para korban yang selamat dibantu oleh otoritas Mauritania di kota utara Nouadhibou,” kata staf Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Leonard Doyle, Kamis (5/12).

Dijelaskan, kapal yang membawa sedikitnya 150 orang itu, kehabisan bahan bakar dan terdampar selama berhari-hari ketika mendekati Mauritania sebelum akhirnya karam karena menghantam karang.

Para korban yang selamat mengatakan bahwa kapal itu meninggalkan Gambia pada 27 November. Sejumlah korban yang tidak diketahui dibawa ke rumah sakit di Nouadhibou. Menurut Leonard Doyle, kapal itu tidak layak melaut dan penuh sesak saat terbalik.

“Peristiwa ini benar-benar berbicara soal ketidakberdayaan mengatasi para penyelundup yang tentu saja telah menghasilkan uang dan menghilang bersembunyi ke hutan belantara. Itulah masalahnya di sini, orang-orang dieksploitasi, saat mereka mencari kehidupan yang lebih baik,” kata Leonard Doyle kepada Al Jazeera.

Hingga kini, tidak ada pernyataan langsung dari pihak berwenang di Gambia, satu negara kecil di Afrika Barat. Menurut IOM, banyak migran dari Gambia yang berangkat dengan harapan dapat mencapai Eropa. Sepanjang kurun waktu 2014-2018, lebih dari 35.000 migran Gambia tiba di Eropa antara 2014 dan 2018.

IOM menyatakan, tenggelam merupakan penyebab utama kematian para migran yang menyeberang dari Afrika Barat ke Eropa. Meski demikian, jalur laut yang berbahaya dari Afrika Barat ke Eropa kerap menjadi rute utama bagi para migran yang mencari pekerjaan dan kesejahteraan.

“Tenggelam adalah salah satu insiden paling mematikan sejak pertengahan 2000-an ketika Spanyol meningkatkan patroli dan lebih sedikit kapal dari Afrika yang berusaha melakukan perjalanan,” bunyi pernyataan IOM.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

AS Tuding Iran Bunuh Lebih Dari 1.000 Demonstran

Amerika Serikat menuding pasukan keamanan Iran kemungkinan telah membunuh lebih dari 1.000 orang selama aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak.

DUNIA | 6 Desember 2019

Jurnalis Senior AS Dorong Penerapan Laporan Investigasi di Indonesia

Jurnalis senior Amerika Serikat (AS), Lucinda Fleeson, mendorong jurnalis di Indonesia untuk menerapkan pelaporan investigasi dalam karya-karya mereka.

DUNIA | 6 Desember 2019

1,5 Juta Orang Mogok Nasional, Paris Lumpuh

Aksi mogok nasional memprotes rencana perbaikan sistem pensiun yang diikuti 1,5 juta orang, Kamis (5/12/2019), melumpuhkan Kota Paris, Prancis.

DUNIA | 6 Desember 2019

DPR AS Proses Dakwaan Pemakzulan Terhadap Trump

House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) Amerika Serikat (AS) akan mengajukan dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

DUNIA | 6 Desember 2019

Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya

Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, membuat cuitan yang membela dan melindungi putranya, Barron Trump (13), karena disindir seorang pakar hukum.

DUNIA | 5 Desember 2019

Digosipin, Trump Sindir Balik Pemimpin NATO

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyindir balik para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menggosipkannya.

DUNIA | 5 Desember 2019

Topan Kammuri Terjang Filipina, 17 Tewas

Jumlah korban tewas akibat Topan Kammuri di Filipina, meningkat menjadi 17 orang, pada Rabu (4/12/2019).

DUNIA | 5 Desember 2019

Tiga Pakar Hukum Konstitusi Sebut Trump Layak Dimakzulkan

Tiga dari empat pakar hukum yang dipanggil DPR Amerika Serikat (AS) untuk menjadi saksi ahli menyebut Presiden Donald Trump layak dimakzulkan.

DUNIA | 5 Desember 2019

Palang Merah Internasional Kekurangan Bantuan untuk Venezuela

Palang Merah Internasional, Senin (2/12/2019), mengumumkan mengalami kekurangan bantuan kemanusiaan di Venezuela.

DUNIA | 5 Desember 2019

NATO: Waspadai Ancaman Tiongkok

Setelah 70 tahun memusatkan perhatian untuk menghadapi Rusia, kini Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperluas pandangannya kepada tantangan dari Tiongkok

DUNIA | 5 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS