Jelang Pemilu Singapura, Google Larang Iklan Politik
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.76)   |   COMPOSITE 4917.96 (-77.25)   |   DBX 928.196 (-9.36)   |   I-GRADE 130.286 (-2.47)   |   IDX30 412.166 (-7.81)   |   IDX80 107.727 (-2.12)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.52)   |   IDXG30 115.773 (-2.54)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.14)   |   IDXQ30 120.761 (-2.28)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.04)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-5.64)   |   IDXV30 101.893 (-1.72)   |   INFOBANK15 773.605 (-10.83)   |   Investor33 359.92 (-6.33)   |   ISSI 144.524 (-2.78)   |   JII 524.265 (-12.36)   |   JII70 177.451 (-4.14)   |   KOMPAS100 962.885 (-18.61)   |   LQ45 754.177 (-13.97)   |   MBX 1360.94 (-22.51)   |   MNC36 269.191 (-4.8)   |   PEFINDO25 256.961 (-3.11)   |   SMInfra18 232.003 (-3.38)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.01)   |  

Jelang Pemilu Singapura, Google Larang Iklan Politik

Sabtu, 7 Desember 2019 | 12:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / JAI

Singapura, Beritasatu.com - Google telah melarang iklan politik di Singapura menjelang pemilihan umum (pemilu). Larangan ini memicu tuduhan bahwa raksasa teknologi itu tunduk kepada pemerintah kota yang melakukan kendali ketat.

Pada Rabu (4/12/2019), Partai Demokrat Singapura (SDP), kelompok oposisi utama, mengeluhkan larangan iklan politik yang diberlakukan Google. SDP menyatakan bahwa Google telah menolak permintaan mereka untuk membeli iklan di situs tersebut.

SDP menyurati pihak Google dan mendapat jawaban bahwa perusahaan asal AS itu melarang iklan yang ingin memengaruhi opini publik. Larangan itu diberlakukan di bawah aturan baru kontroversial yang bertujuan memerangi disinformasi di negara-kota. Namun larangan tersebut dikhawatirkan para kritikus, dapat digunakan untuk meredam perbedaan pendapat.

“Kami sangat bergantung pada media sosial dan internet untuk menyampaikan pesan kami kepada orang-orang Singapura. Kebijakan baru ini mengkhawatirkan dan sangat mengecewakan,” kata Ketua Partai SDP, Paul Tambyah, dalam sepucuk surat kepada CEO Google Singapura, Sundar Pichai.

Pemilu Singapura dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan. Partai-partai oposisi yang lemah hanya bisa mengandalkan media sosial untuk menjangkau para pemilih. Sementara di Singapura, media arus utama biasanya mendukung pemerintah yang berkuasa lama.

Ted Osius, wakil presiden Google untuk urusan pemerintah dan kebijakan publik, menjawab keberatan tersebut. “Pelarangan iklan politik bukanlah keputusan yang mudah untuk dibuat,” seperti dikutip dari salinan surat Osius yang dipasang di situs partai SDP.

Google, yang memiliki kantor pusat regional di Singapura, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Saat ini, Partai SDP tidak memiliki kursi di parlemen, dan kelompok-kelompok oposisi yang berkepentingan di kota itu juga tidak dipandang sebagai ancaman bagi Partai Aksi Rakyat yang telah lama berkuasa.

Kepada AFP, Brad Bowyer, seorang anggota kelompok oposisi lain, Progress Singapore Party, mengatakan bahwa sangat mengecewakan ketika media nasional dikontrol dan sekarang media sosial sedang “menjilat” kekuasaan.

Bowyer harus melakukan koreksi atas salah satu pesan Facebook-nya minggu lalu setelah pihak berwenang memerintahkannya di bawah undang-undang baru.

Pada akhir pekan, Facebook memasang koreksi oleh satu pesan di Singapura untuk pertama kalinya setelah menerima permintaan resmi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Aston Martin Buka Pabrik Baru di Wales

Manufaktur produsen mobil mewah yang berbasis di Inggris, Aston Martin secara resmi membuka pabrik barunya di St Athan, di selatan Wales, Jumat (6/12).

DUNIA | 11 Desember 2019

Trump Siap Hadapi Dakwaan Pemakzulan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, siap menghadapi dakwaan pemakzulan dari House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR).

DUNIA | 6 Desember 2019

Kapal Migran Tenggelam di Mauritania, 62 Tewas

Sebanyak 62 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas setelah satu kapal yang membawa lebih dari 150 migran terbalik di Samudra Atlantik.

DUNIA | 6 Desember 2019

AS Tuding Iran Bunuh Lebih Dari 1.000 Demonstran

Amerika Serikat menuding pasukan keamanan Iran kemungkinan telah membunuh lebih dari 1.000 orang selama aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak.

DUNIA | 6 Desember 2019

Jurnalis Senior AS Dorong Penerapan Laporan Investigasi di Indonesia

Jurnalis senior Amerika Serikat (AS), Lucinda Fleeson, mendorong jurnalis di Indonesia untuk menerapkan pelaporan investigasi dalam karya-karya mereka.

DUNIA | 6 Desember 2019

1,5 Juta Orang Mogok Nasional, Paris Lumpuh

Aksi mogok nasional memprotes rencana perbaikan sistem pensiun yang diikuti 1,5 juta orang, Kamis (5/12/2019), melumpuhkan Kota Paris, Prancis.

DUNIA | 6 Desember 2019

DPR AS Proses Dakwaan Pemakzulan Terhadap Trump

House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) Amerika Serikat (AS) akan mengajukan dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

DUNIA | 6 Desember 2019

Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya

Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, membuat cuitan yang membela dan melindungi putranya, Barron Trump (13), karena disindir seorang pakar hukum.

DUNIA | 5 Desember 2019

Digosipin, Trump Sindir Balik Pemimpin NATO

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyindir balik para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menggosipkannya.

DUNIA | 5 Desember 2019

Topan Kammuri Terjang Filipina, 17 Tewas

Jumlah korban tewas akibat Topan Kammuri di Filipina, meningkat menjadi 17 orang, pada Rabu (4/12/2019).

DUNIA | 5 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS