WHO: AS Jadi Pusat Baru Pandemi Corona
INDEX

BISNIS-27 448.028 (0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (1.97)   |   DBX 964.111 (2.04)   |   I-GRADE 139.821 (0.07)   |   IDX30 426.948 (1.13)   |   IDX80 113.317 (0.26)   |   IDXBUMN20 291.67 (2.94)   |   IDXG30 118.931 (0.13)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.71)   |   IDXQ30 124.715 (0.17)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.37)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (1.88)   |   IDXV30 106.644 (0.69)   |   INFOBANK15 836.821 (-2.31)   |   Investor33 373.706 (-0.05)   |   ISSI 150.561 (0.49)   |   JII 547.285 (2.47)   |   JII70 187.054 (0.82)   |   KOMPAS100 1020.57 (0.6)   |   LQ45 786.439 (1.99)   |   MBX 1410.93 (0.2)   |   MNC36 280.006 (0.2)   |   PEFINDO25 280.13 (0.96)   |   SMInfra18 241.99 (0.64)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.59)   |  

WHO: AS Jadi Pusat Baru Pandemi Corona

Rabu, 25 Maret 2020 | 17:42 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Jenewa, Beritasatu.com - Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan Amerika Serikat (AS) dapat menjadi pusat baru pandemi virus corona (Covid-19) setelah Tiongkok dan Italia.

Peringatan itu, disampaikan Juru Bicara WHO, Margaret Harris, di Jenewa, Swiss, Selasa (24/3/2020), seiring dengan pertambahan signifikan kasus infeksi corona di AS dalam tiga hari terakhir. Saat ini, kasus corona positif di AS telah mencapai lebih dari 53.000 orang dan 690 diantaranya meninggal.

“Akselerasi yang sangat besar dalam pertambahan kasus (corona, Red) dapat membuat Amerika Serikat menjadi pusat baru pandemi virus corona. Dalam beberapa hari terakhir, wabah ini semakin meningkat intensitasnya di Amerika Serikat,” kata Margaret Harris.

Menurut Margaret Harris, WHO mencatat 85% kasus positif corona baru yang terkonfirmasi pada Senin (23/3/2020), berada di AS dan Eropa. Dari jumlah tersebut, 40% berada di AS, dengan jumlah kematian yang juga meningkat.

Pemerintah AS telah menyampaikan bahwa alasan dari peningkatan kasus baru corona positif disebabkan hasil uji cepat yang dilakukan pemerintah. Namun Margaret Harris menilai kasus baru tersebut kemungkinan tidak mencerminkan cakupan penuh dari penyebaran wabah tersebut di AS.

Hal itu disebabkan tingkat pengujian virus corona yang dilakukan AS jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju lainnya. Selain itu, AS juga lambat memberlakukan aturan self quarantine (karantina pribadi) dan social distancing (jarak sosial).

Padahal kasus pertama virus corona di AS dilaporkan pada 20 Januari 2020. Hingga 17 Maret 2020, jumlah kematian akibat corona tercatat mencapai 100 orang. Tetapi dalam waktu sepekan, jumlah tersebut meingkat hingga lebih dari enam kali lipat menjadi 690 orang pada Selasa (24/3/2020).

“Bahkan pada Senin (23/3/2020), AS mencatat kematian 100 orang akibat virus corona, merupakan yang tertinggi dalam sepekan terakhir,” kata Margaret Harris.

Pada Senin (23/3), Gedung Putih akhirnya merilis pedoman “15 Hari untuk Menghentikan Penyebaran corona”. Namun Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan agar kegiatan perekonomian kembali normal seusai libur Paskah, yakni pada pertengahan April 2020, justru ketika para ahli memperkirakan kemungkinan wabah corona di AS mencapai puncak wabah.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Corona, Kasus Kematian di Italia Sudah 2x Lipat Tiongkok

Persentase kematian di Italia dua kali lipat rata-rata dunia.

DUNIA | 25 Maret 2020

Kasus Covid-19 di Italia dan AS Hampir Menyusul Tiongkok

Kasus kematian di seluruh dunia mencapai 18.810 orang dan total kesembuhan sebanyak 108.378 kasus.

DUNIA | 25 Maret 2020

Atasi Covid-19, Kebijakan Inggris Mirip yang Sudah Ditempuh Indonesia

Pemerintah Inggris akan membangun rumah sakit darurat memanfaatkan gedung ExCel Conference Centre di London.

DUNIA | 25 Maret 2020

Akhirnya, India Terapkan Lockdown Nasional bagi 1,3 Miliar Penduduk

“Satu langkah saja Anda keluar rumah bisa membahayakan orang lain,” kata Modi.

DUNIA | 25 Maret 2020

New York Ibarat “Burung Kenari di Tambang”

Jumlah kasus positif Covid-19 di New York lebih dari setengah angka keseluruhan di Amerika Serikat.

DUNIA | 24 Maret 2020

Arab Saudi Laporkan Korban Jiwa Pertama Akibat Virus Corona

Korban pertama di Tanah Suci tersebut bukanlah warga negara Arab Saudi.

DUNIA | 24 Maret 2020

Donald Trump Kembali Remehkan Ancaman Covid-19

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kembali meremehkan ancaman penyebaran eksponensial dari virus corona atau Covid-19 di negara itu.

DUNIA | 24 Maret 2020

Jumlah WNI di LN yang Terinfeksi Covid-19 Jadi 69 Orang

Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (24/3/2020) siang, melaporkan jumlah WNI di luar negeri yang terinfeksi virus corona (Covid-19) bertambah menjadi 69 orang.

DUNIA | 24 Maret 2020

Tengah Diuji Klinis, Remdesivir Pernah Berhasil Basmi Corona

Remdesivir dikembangkan untuk mengobati Ebola dan berhasil membasmi beberapa jenis virus corona

KESEHATAN | 24 Maret 2020

Dalam Sehari, 54 Warga Inggris Meninggal Karena Corona

Hanya dalam sehari, tercatat 54 warga Inggris meninggal, sehingga total kasus kematian akibat virus corona di negara itu bertambah menjadi 335 orang.

DUNIA | 24 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS