Rusia Tempati Peringkat Kedua Dunia Kasus Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Rusia Tempati Peringkat Kedua Dunia Kasus Covid-19

Kamis, 21 Mei 2020 | 15:54 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Moskwa, Beritasatu.com - Rusia menempati peringkat kedua kasus virus corona (Covid-19) di dunia, setelah total pasien yang teronfirmasi positif menembus 300.000 orang, pada Rabu (20/5/2020).

Data worldometers per Rabu (20/5/2020), melaporkan terdapat 8.764 kasus Covid-19 baru di Rusia, sehingga total pasien yang positif menderita virus mematikan itu mencapai 308.705. Total kematian akibat Covid-19 di Rusia tercatat sebanyak 2.972, di mana 135 diantaranya merupakan kasus kematian baru.

Penambahan signifikan jumlah penderita Covid-19 positif di Rusia, membuat negara itu menggeser Brasil dan menempati posisi kedua negara di di dunia yang paling parah terpapar virus corona, setelah Amerika Serikat (AS).

Para ahli mempertanyakan keakuratan data angka kematian yang rendah di negara itu, tetapi Rusia bersikeras bahwa negaranya tidak melaporkan kematian akibat virus corona yang tidak terkonfirmasi.

“Adalah aman untuk menganggapnya jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan statistik resmi. Agaknya dalam banyak kematian terkait Covid, penyebab kematian yang berbeda tidak didaftarkan, misalnya karena gagal jantung atau beberapa penyakit kronis. Dengan demikian jumlah kasus Covid-19 positif dan orang yang meninggal akibat Covid-19 bisa jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan," kata Analis politik, Anton Barbashin, seperti dikutip BBC, Kamis (21/5/2020).

Analis Verisk Maplecroft yang juga ahli kajian Rusia, Daragh McDowell, mengungkapkan pernyataan senada. Menurunya, skala penyebaran virus corona di Rusia tak bisa diremehkan dan data yang dilaporkan bisa saja tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.

“Tingkat infeksi resmi dan jumlah kematian hampir pasti sangat mengecilkan ukuran pandemi. Pihak berwenang telah secara efektif mengakui hal ini. Walikota Moskow (Moskow) memperkirakan jumlah infeksi di Moskow saja 300.000 pada 7 Mei,” kata Daragh McDowell.

Menurut Daragh McDowell, jumlah kematian akibat Covid-19 di Rusia yang rendah dibandingkan angka infeksi yang fantastis, memang mencurigakan. Sebagai contoh, Di Dagestan yang menderita salah satu wabah corona terburuk di luar Moskwa, hanya ada laporan mengenai 35 kematian dari 3.553 kasus.

"Tapu pada saat yang sama, lebih dari 650 kematian karena pneumonia juga telah dicatat,” kata Daragh McDowell.

Tetapi Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membantah bahwa Rusia tidak akurat dalam melaporkan data kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19.

"Kami tidak menyembunyikan apa pun. Penyebab kematian diidentifikasi oleh otopsi. Ini adalah otopsi yang membantu kita menghitung dengan tepat, dan atas dasar ini diversifikasi penyebab kematian terjadi. Itulah perbedaan antara Rusia dan banyak negara Barat, di mana mereka tidak melakukan pemeriksaan postmortem," ujar Dmitry Peskov.

Lebih Rendah

Meskipun menempati urutan kedua kasus positiv Covid-19 di dunia, angka kematian akibat Covid-19 di Rusia lebih rendah dibandingkan negara-negara eropa lainnya, yakni gtak melebihi angka 10%. Hal itu berbeda dengan negara-negara eropa lain yang mencatat angka kematian akibat Covid-19 lebih dari 10% total kasus infeksi.

Inggris misalnya, memiliki lebih dari 247.000 kasus dan telah mencatat 34.876 kematian. Italia dan Spanyol, dengan sekitar 226.000 dan 232.000 kasus corona positif, telah melaporkan sekitar 32.000 dan 28.000 kematian.

Selain Rusia, Jerman juga melaporkan angka kematian yang rendah, yang mencapai 8.060 pada hari Selasa, meskipun memiliki lebih dari 177.000 kasus. Namun Jerman telah menghubungkan ini dengan kombinasi faktor, mulai dari pelacakan kontak awal, untuk memiliki sistem perawatan kesehatan yang canggih dan baru-baru ini dimodernisasi.

Seperti sebagian besar negara tetangganya di Eropa, Rusia menerapkan penguncian ketat di kota-kota besar Moskow dan St Petersburg, yang keduanya akan berlanjut hingga 31 Mei 2020.

Presiden Rusia, Vladimir, Putin memberlakukan periode tidak bekerja, yang berakhir pekan lalu, untuk membantu menahan penyebaran virus. Para gubernur daerah juga diberi tanggung jawab untuk menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi pandemi Covid-19.



Sumber:CNBC, Reuters, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Status Darurat Covid-19 di Kyoto, Osaka, dan Hyogo Dicabut

Pemerintah Jepang menilai sejauh ini kondisi di Osaka, Kyoto, dan Hyogo itu sudah terkendali dari Covid-19.

DUNIA | 21 Mei 2020

Dilecehkan Polisi, Dokter di Nigeria Kompak Mogok Kerja

Para dokter di ibu kota komersial Nigeria, Lagos, melakukan mogok kerja sejak Rabu (20/5) malam. Mereka kompak menolak pelecehan dari polisi.

DUNIA | 21 Mei 2020

Dubes RI Cerita soal Situasi New Normal di Tiongkok

Situasi new normal di Tiongkok diceritakan Djauhari Oratmangun dalam program "Berbagi Kurma" (Kuliah Ramadan) di instagram live @kampusbudiluhur.

DUNIA | 21 Mei 2020

Topan Amphan Landa India dan Bangladesh

Topan Amphan menghantam Bangladesh dan India timur pada Rabu (20/5). Topan terkuat dalam beberapa dasawarsa ini memicu banjir dan meninggalkan jejak kehancuran

DUNIA | 21 Mei 2020

Alat Kontrasepsi Langka, Kehamilan Tak Diinginkan Meningkat Saat Pandemi

Saat pandemi Covid-19, alat kontrasepsi sulit diakses oleh puluhan juta wanita. UNFPA memperkirakan angka kehamilan yang tidak diinginkan meningkat.

DUNIA | 21 Mei 2020

Kemlu Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan Penyelidikan Covid-19

Tidak ada penyelidikan bersama negara-negara untuk kasus Covid-19.

POLITIK | 20 Mei 2020

Kasus Positif Covid-19 Dunia Tembus 5 Juta

Jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia telah menembus angka 5 juta, atau tepatnya 5.003.155 sampai Rabu (20/5/2020) sore WIB.

DUNIA | 20 Mei 2020

Palestina Batalkan Semua Perjanjian dengan Israel dan AS

Presiden Otorita Palestina (PA) Mahmoud Abbas mengumumkan negaranya akan menghentikan semua kesepakatan perjanjian dengan Israel dan AS

DUNIA | 20 Mei 2020

Sekjen PBB Serukan Solidaritas Global Dukung WHO

Sekjen PBB Antonio Guterres menggemakan seruan WHO untuk solidaritas global melawan pandemi Covid-19.

DUNIA | 20 Mei 2020

Moderna Janji Vaksin Covid-19 Tersedia Januari 2021

Perusahaan farmasi Amerika Serikat, Moderna Inc, menjanjikan vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan perusahaan akan tersedia pada Januari 2021

DUNIA | 20 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS