Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2020 | 13:56 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washigton, Beritasaru.com - Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dinilai memperburuk krisis dan perpecahan dalam menghadapi demonstrasi besar-besaran terkait kematian George Floyd.

Pengamat menilai Donald Trump memberikan respon yang tak berdasar dan cenderung mengadu domba pihak demonstran serta petugas keamanan. Hal itu, justru semakin memicu dan membenarkan tindakan anarkis demonstran.

“Jauh dari bertindak untuk memulihkan ketenangan, pernyataan Donald Trump justru memperburuk krisis dan perpecahan,” kata analis CNN.

Pada Jumat (29/5/2020), Donald Trump membuat pernyataan yang nampaknya memaafkan tindakan kekerasan para demonstran dan memojokkan pihak kepolisian.

Namun ketika demonstrasi kemudian disertai dengan penjarahan, Donald Trump membuat cuitan yang membenarkan polisi menembak para demonstran yang anarkis.

Pernyataan Donald Trump tersebut memicu aksi demonstrasi besar-besaran sepanjang Jumat (29/5/2020) hingga Sabtu (30/5/2020), yang berlangsung di 30 kota, dan bertambah menjadi 40 kota pada Minggu (31/5/2020), sehingga memaksa pemerintah setempat memberlakukan jam malam.

Bukannya memperbaiki kesalahannya karena memberikan komentar yang mengadu-domba dan memicu kemarahan, Donald Trump justru mengklaim bahwa cuitannya di akun Twitter telah disalahartikan. Donald Trump kemudian menyatakan bahwa dia memahami “rasa sakit” dibalik protes demonstran, dan mendukungnya.

Tetapi Donald Trump mempertegas posisinya bahwa dia sangat menentang demonstrasi yang anarkis dan bertentangan dengan hukum serta mengganggu ketertiban. Pernyataan Donald Trump yang paling memicu kemarahan adalah ketika dia mengumumkan akan menetapkan kelompok antifa (anti-fasis) sebagai organisasi teroris.

Hal itu, membuat demonstran melakukan aksi demonstrasi di dekat Gedung Putih, hingga sempat terjadi bentrokan dengan petugas keamanan yang kemudian menembakan gas air mata dan peluru merica untuk membubarkan demonstran.

Saat demonstran mulai mengepung Gedung Putih, Jumat (29/5) malam di Washington, Presiden AS Donald Trump beserta istrinya, Melania Trump, dan putra mereka, Baron Trump, sempat diamankan di bunker bawah tanah gedung tersebut.

Sumber Gedung Putih menyatakan, Donald Trump telah disarankan oleh beberapa penasihat untuk tidak membuat cuitan di akun Twitter-nya, untuk meredam kemarahan dan aksi demonstrasi warga AS.



Sumber:CNN, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

"Kami memilih atau tidak memilih, Anda tetap presiden kami dan sekarang waktunya bersikap seperti seorang presiden.”

DUNIA | 2 Juni 2020

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei.

DUNIA | 2 Juni 2020

Usai "Dicerai" Trump, WHO Harap Kolaborasi dengan AS Berlanjut

Kontribusi Pemerintah AS dan kemurahan hati rakyatnya selama beberapa dekade sangat luar biasa.

DUNIA | 2 Juni 2020

Marah, Trump Instruksikan Semua Gubernur Tindak Keras Semua Perusuh

Trump mengatakan para pemimpin negara bagian harus “membalas” aksi kekerasan di wilayah mereka masing-masing.

DUNIA | 2 Juni 2020

Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

Pasien remdesivir dengan dosis lima hari memiliki peluang 65 persen lebih besar untuk membaik kondisinya di hari ke-11.

DUNIA | 1 Juni 2020

Kasus Positif Covid-19 di Amerika Latin Tembus 1 Juta

Brasil sejauh ini tercatat sebagai negara dengan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi kedua di dunia.

DUNIA | 1 Juni 2020

Dinilai Efektif, Rusia Setujui Avifavir Sebagai Obat Covid-19

Rusia menyetujui penggunaan Avifavir, obat anti-influensa, untuk mengobati pasien Covid-19. Obat ini akan mulai didistribusikan ke rumah sakit bulan ini.

DUNIA | 1 Juni 2020

Trump Sempat Diamankan ke Bungker Saat Pendemo Merangsek Gedung Putih

Seorang pejabat senior administrasi pemerintahan Trump mengatakan bahwa presiden berada di dalam bungker dalam waktu singkat.

DUNIA | 1 Juni 2020

Putri Wali Kota New York Ditangkap karena Unjuk Rasa

Chiara de Blasio (25) ditahan sekitar pukul 22.30 waktu setempat setelah polisi menyatakan melanggar hukum di 12th Street dan Broadway di Lower Manhattan.

DUNIA | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS