Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump Terkait Hong Kong
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump Terkait Hong Kong

Selasa, 2 Juni 2020 | 14:10 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Beijing, Beritasatu.com - Pemerintah Tiongkok, Senin (1/6), mengancam akan membalas langkah Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pembatasan bagi mahasiswa Tiongkok di AS, sehubungan rencana penerapan hukum keamanan nasional di Hong Kong.

Tiongkok juga menyebut kerusuhan yang sedang terjadi di AS menyoroti masalah parah rasisme dan kekerasan polisi, serta memperlihatkan standar ganda Washington dalam mendukung demonstran Hong Kong.

Pada Jumat (29/5/2020), Donald Trump menyatakan akan membatasi mahasiswa pascasarjana Tiongkok dan mulai membalikkan status khusus yang dinikmati kota semi-otonom Hong Kong dalam bea cukai dan bidang lainnya. Beijing menanggapi dengan kemarahan, menyebut tindakan itu akan merugikan kedua belah pihak.

“Setiap kata-kata dan tindakan yang melukai kepentingan Tiongkok akan ditanggapi dengan serangan balik dari pihak Tiongkok,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, dalam konferensi pers, di Beijing, Senin (1/6/2020).

Zhao Lijian menegaskan langkah Washington merupakan intervensi serius dalam urusan dalam negeri Tiongkok dan merusak hubungan kedua negara.

Parlemen Tiongkok pada Kamis, menyetujui rencana untuk mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional yang akan menghukum tindakan pemisahan diri, subversi kekuasaan negara, terorisme, dan tindakan yang membahayakan keamanan, serta mengizinkan badan-badan Tiongkok untuk beroprasi secara terbuka di Hong Kong.

Langkah Tiongkok tersebut telah memicu kecaman internasional, terutama dari dari AS, Inggris, Taiwan dan Kanada. Pemerintah AS menyatakan Hong Kong kemungkinan akan kehilangan status unik sebagai negara otonomi khusus ekonomi, jika Tiongkok memberlakukan Undang-Undah Keamanan Nasional.

Sementara Inggris telah menawarkan status kewarganegaraan bagi warga Hong Kong yang menolak pemberlakukan undang-undang tersebut, begitu pula dengan Taiwan yang menyatakan menerima eksodus dari Hong Kong.



Sumber:Bloomberg, BBC, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan

Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai memperburuk krisis dan perpecahan dalam menghadapi demonstrasi terkait kematian George Floyd.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

"Kami memilih atau tidak memilih, Anda tetap presiden kami dan sekarang waktunya bersikap seperti seorang presiden.”

DUNIA | 2 Juni 2020

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei.

DUNIA | 2 Juni 2020

Usai "Dicerai" Trump, WHO Harap Kolaborasi dengan AS Berlanjut

Kontribusi Pemerintah AS dan kemurahan hati rakyatnya selama beberapa dekade sangat luar biasa.

DUNIA | 2 Juni 2020

Marah, Trump Instruksikan Semua Gubernur Tindak Keras Semua Perusuh

Trump mengatakan para pemimpin negara bagian harus “membalas” aksi kekerasan di wilayah mereka masing-masing.

DUNIA | 2 Juni 2020

Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

Pasien remdesivir dengan dosis lima hari memiliki peluang 65 persen lebih besar untuk membaik kondisinya di hari ke-11.

DUNIA | 1 Juni 2020

Kasus Positif Covid-19 di Amerika Latin Tembus 1 Juta

Brasil sejauh ini tercatat sebagai negara dengan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi kedua di dunia.

DUNIA | 1 Juni 2020

Dinilai Efektif, Rusia Setujui Avifavir Sebagai Obat Covid-19

Rusia menyetujui penggunaan Avifavir, obat anti-influensa, untuk mengobati pasien Covid-19. Obat ini akan mulai didistribusikan ke rumah sakit bulan ini.

DUNIA | 1 Juni 2020

Trump Sempat Diamankan ke Bungker Saat Pendemo Merangsek Gedung Putih

Seorang pejabat senior administrasi pemerintahan Trump mengatakan bahwa presiden berada di dalam bungker dalam waktu singkat.

DUNIA | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS