Tiongkok dan India Kerahkan Senjata Berat ke Perbatasan Himalaya
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Tiongkok dan India Kerahkan Senjata Berat ke Perbatasan Himalaya

Selasa, 2 Juni 2020 | 14:19 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Ladakh, Beritasatu.com - Pasukan militer Tiongkok dan India dilaporkan telah mengerahkan persenjataan berat dan peralatan tempur dari kamp-kamp mereka ke perbatasan Himalaya, sepanjang Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC).

Sumber-sumber militer India, mengungkapkan Tiongkok telah memindahkan persenjataan berat di dekat LAC di bagian timur Ladakh, Himalaya, Kashmir. Persenjataaan berat itu meliputi artileri, kendaraan tempur dan peralatan militer berat lainnya.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa Angkatan Darat India melakukan hal yang sama dan mengerahkan pasukan tambahan bersama dengan alat berat di perbatasan sepanjang LAC. Angkatan Udara India juga mengawasi situas melalui udara.

“Angkatan Darat India berencana untuk terus mencocokkan posisi agresif Tiongkok sampai pasukannya surut dari Pangong Tso, Lembah Galwan dan daerah lainnya,” kata sumber yang dikutip Times of India, Senin (1/6/2020).

Sementara itu, Tiongkok menyatakan situasi perbatasan dan ketegangan dengan India berada dalam situasi stabil dan terkendali. Pernyataan itu, disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, kepada wartawan, di Beijing, Senin (1/6/2020).

Menurut Zhao Lijian, kedua negara tidak memiliki hambatan berarti dalam menjalin komunikasi untuk menyelesaikan ketegangan di LAC, melalui dialog dan konsultasi. Kedua negara sama-sama mengutamakan dialog dan perdamaian dalam menyelesaika konflik.

"Sekarang situasi keseluruhan di daerah perbatasan kami stabil dan dapat dikendalikan. Kami memiliki saluran komunikasi tanpa hambatan dan kami berharap dan percaya melalui dialog dan konsultasi kami dapat menyelesaikan masalah yang relevan dengan baik," kata Zhao Lijian dalam menanggapi pertanyaan wartawan tentang pernyataan Menteri Pertahanan India, Rajnth Singh.

Zhao Lijian mengatakan, Tiongkok sama seperti India, tetapberkomitmen mempertahankan dan menegakkan kedaulatan nasional, serta keamanan di seluruh wilayah administrasi Tiongkok, termasuk di perbatasan Himalaya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan India, Rajnth Singh, mengatakan meskipun India mengutamakan dialog dan prdamaian, namun India tidak akan tinggal diam dan membiarkan martabatnya dirugikan dalam masalah perbatasan dengan Tiongkok.

Tidak diketahui kapan dialog antara Tiongkok dan India dilakukan. Namun pekan lalu, pemerintah India menegaskan India dan Tiongkok dapat menyelsaikan ketegangan di perbatasan lewat dialog, dan tak memerlukan pihak ketiga sebagai penengah.

Ketegangan perbatasan India-Cina berkobar di Ladakh dan Sikkim. Pada 5 Mei, personel tentara India dan Tiongkok bentrok di daerah danau Pangong Tso. Dalam insiden terpisah, beberapa personel militer India dan Cina terlibat dalam pertempuran dekat Naku La Pass di sektor Sikkim pada 9 Mei. Pada 2017, pasukan India dan Cina terlibat dalam pertikaian selama 73 hari di tiga persimpangan Doklam.



Sumber:Times of India, China Morning Post, Suara Pembarua


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump Terkait Hong Kong

Tiongkok mengancam akan membalas langkah Presiden AS, Donald Trump, terkait pembatasan mahasiswa Tiongkok di negara itu.

DUNIA | 2 Juni 2020

Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan

Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai memperburuk krisis dan perpecahan dalam menghadapi demonstrasi terkait kematian George Floyd.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

"Kami memilih atau tidak memilih, Anda tetap presiden kami dan sekarang waktunya bersikap seperti seorang presiden.”

DUNIA | 2 Juni 2020

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei.

DUNIA | 2 Juni 2020

Usai "Dicerai" Trump, WHO Harap Kolaborasi dengan AS Berlanjut

Kontribusi Pemerintah AS dan kemurahan hati rakyatnya selama beberapa dekade sangat luar biasa.

DUNIA | 2 Juni 2020

Marah, Trump Instruksikan Semua Gubernur Tindak Keras Semua Perusuh

Trump mengatakan para pemimpin negara bagian harus “membalas” aksi kekerasan di wilayah mereka masing-masing.

DUNIA | 2 Juni 2020

Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

Pasien remdesivir dengan dosis lima hari memiliki peluang 65 persen lebih besar untuk membaik kondisinya di hari ke-11.

DUNIA | 1 Juni 2020

Kasus Positif Covid-19 di Amerika Latin Tembus 1 Juta

Brasil sejauh ini tercatat sebagai negara dengan angka kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi kedua di dunia.

DUNIA | 1 Juni 2020

Dinilai Efektif, Rusia Setujui Avifavir Sebagai Obat Covid-19

Rusia menyetujui penggunaan Avifavir, obat anti-influensa, untuk mengobati pasien Covid-19. Obat ini akan mulai didistribusikan ke rumah sakit bulan ini.

DUNIA | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS