Gara-Gara Brexit, Hampir 15.000 Warga Inggris Pindah Jadi WN Jerman
INDEX

BISNIS-27 447.922 (-2.38)   |   COMPOSITE 5096.45 (-20.84)   |   DBX 966.383 (-3.17)   |   I-GRADE 139.404 (-0.96)   |   IDX30 427.333 (-2.25)   |   IDX80 113.424 (-0.5)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.1)   |   IDXG30 119.109 (-0.52)   |   IDXHIDIV20 379.033 (-2.14)   |   IDXQ30 124.381 (-0.5)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-0.57)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (0.35)   |   IDXV30 108.161 (-0.42)   |   INFOBANK15 830.634 (-7)   |   Investor33 372.738 (-1.82)   |   ISSI 150.924 (-0.31)   |   JII 548.46 (-1.24)   |   JII70 187.38 (-0.44)   |   KOMPAS100 1019.47 (-5.04)   |   LQ45 787.196 (-3.67)   |   MBX 1409.36 (-5.93)   |   MNC36 279.413 (-1.35)   |   PEFINDO25 280.307 (0.94)   |   SMInfra18 241.86 (-0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (-1.67)   |  

Gara-Gara Brexit, Hampir 15.000 Warga Inggris Pindah Jadi WN Jerman

Jumat, 5 Juni 2020 | 12:27 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Berlin, Beritasatu.com - Biro Statistik Federal Jerman, Rabu (3/6/2020), melaporkan sepanjang 2019, hampir 15.000 warga negara Inggris yang pindah menjadi warga negara Jerman. Hal itu, dipicu oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau dikenal dengan istilah Brexit.

Dalam pernyataan pers yang dirilis Rabu (3/6/2020), Biro Statistik Federal Jerman menyatakan, pada 2019, sekitar 128.900 orang asing memperoleh kewarganegaraan Jerman, atau terjadi peningkatan 155 dibandingka tahun sebelumnya.

“Setengah dari jumlah peningkatan itu ternyata berasal dari proses naturalisasi warga negara Inggris,” demikian bunyi pernyataaan Biro Statistik Federal Jerman, di Berlin, Rabu.

Dijelaskan, sepanjang 2019, terdapat 14.600 warga negara Inggris yang dinaturalisasi menjadi warga negara Jerman. Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada jumlah gabungan dua tahun sebelumnya, bahkan sebelum referendum Brexit pada 2015.

“Sebelum sebelum referendum Brexit pada 2015, kami mencatat hanya 600 warga negara Inggris yang dinaturalisasi menjadi warga negara Jerman,” bunyi pernyataan itu.

Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa sejak 31 Januari lalu. Namun, pembicaraan mengenai bagaimana hubungan masa depan Inggris dengan blok itu melalui proses cukup panjang dan mengalami kebuntuan.

Sejumlah survei menunjukkan, banyak warga negara Inggris khawatir Brexit akan menyebabkan mereka kehilangan hak untuk tinggal dan bekerja di Jerman, ekonomi terbesar di Eropa, sehingga mendorong mereka untuk memiliki kewarganegaraan Jerman.

Saat Inggris masih menjadi anggota UE, warga negara Inggris bisa memiliki kewarganegaraan ganda, termasuk kewarganegaraan Jerman. Namun, seiring efektifnya Brexit, Jerman tidak mengakui status kewarganegaraan ganda bagi warga Inggris.

Warga negara asing diharuskan pernah tinggal di Jerman selama delapan tahun untuk bisa mengajukan aplikasi kewarganegaraan Jerman. Proses aplikasi itu sendiri memakan waktu lebih dari enam bulan. Hal itu, juga diberlakukan bagi warga Inggris sejak Brexit efektif.

Risiko

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mengatakan ada peningkatan risiko dari Brexit di tengah-tengah krisis pandemo virus corona (Covid-19), karena negosiasi antara Inggris dan UE tentang hubungan perdagangan di masa depan hampir tidak menunjukkan kemajuan.

Inggris meninggalkan Uni Eropa pada bulan Januari 2020, dan pembicaraan dengan blok tersebut sekarang difokuskan pada penetapan ketentuan perdagangan baru mulai 2021, ketika periode transisi status-quo London berakhir. Namun pembicaraan dengan cepat menemui jalan buntu ketika negosiasi dilanjutkan bulan lalu.

"Ini mengkhawatirkan bahwa Inggris semakin menjauh dari deklarasi politik yang disepakati bersama tentang masalah-masalah utama dalam negosiasi. Ini sama sekali tidak aktif, karena negosiasi adalah paket lengkap seperti yang tercantum dalam deklarasi politik," kata Maas kepada surat kabar Augsburger Allgemeine.

Menurut Maas, saat ini tidak ada landasan bersama tentang bagaimana membentuk kesepakatan perdagangan yang komprehensif, atau tentang apakah akan memperpanjang periode negosiasi setelah akhir tahun.

"Pemerintah Inggris masih menolak untuk memperpanjang tenggat waktu. Jika tetap seperti itu, kita harus berurusan dengan Brexit selain masalah corona, pada pergantian tahun," ujar Maas.

Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney, mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat pertemuan sulit dilakukan untuk mencapai kesepakatan perdagangan Inggris-UE, sehingga sangat masuk akal untuk memperpanjang batas waktu.



Sumber:Bloomberg, AFP, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dalam Sebulan, Kasus Covid-19 di Pakistan Naik 500%

Para pejabat kesehatan Pakistan, mengatakan jumlah kasus virus corona (Covid-19) positif meningkat hampir 500% dalam sebulan terakhir.

DUNIA | 5 Juni 2020

Menhan AS Tolak Militer Diterjunkan Atasi Demonstrasi

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, menyatakan penolakannya atas penggunaan kekuatan militer dalam menertibkan demonstrasi nasional saat ini,

DUNIA | 5 Juni 2020

Putri George Floyd: Aku Merindukannya

Bagi Gianna Floyd (6), kematian George Floyd, menjadi kesedihan yang harus dirasakannya di usia dini, karena kehilangan sosok ayah yang penyayang.

DUNIA | 5 Juni 2020

Obat Darah Tinggi Diduga Bantu Tekan Angka Kematian Covid-19

Risiko kematian yang lebih rendah dari Covid-19.

DUNIA | 5 Juni 2020

Uni Eropa Suram, ECB Proyeksi Ekonomi Terkontraksi 8,7%

Proyeksi ini lebih buruk dari perkiraan ECB sebelumnya yang dirilis Maret, yakni PDB Uni Eropa tahun 2020 masih tumbuh 0,8 persen.

DUNIA | 5 Juni 2020

Pulihkan Ekonomi, ECB Beli Obligasi Pandemi Jadi 1,35 Triliun Euro

Jumlah tersebut setelah pada Maret ECB melakukan pembelian obligasi pemerintah di atas 750 miliar euro.

DUNIA | 5 Juni 2020

Hasil Autopsi Lengkap George Flyod, Positif Covid-19

Floyd yang meninggal dunia setelah ditangkap oleh personel kepolisian bulan lalu positif terhadap virus SARS CoV-2 atau virus yang mengakibatkan Covid-19.

DUNIA | 4 Juni 2020

Dua Perusahaan Indonesia Manfaatkan Pulihnya Konsumsi di Tiongkok

Konsumsi daring pascapandemi telah mengalami pemulihan sejak Maret.

DUNIA | 4 Juni 2020

Eks Menhan Amerika: Baru Kali ini Ada Presiden Pengadu Domba

Ada satu kalimat Mattis yang kemungkinan akan membuat Trump murka.

DUNIA | 4 Juni 2020

Maskapai Tiongkok Dilarang Terbang ke AS

Amerika Serikat melarang maskapai penumpang Tiongkok terbang ke AS mulai 16 Juni nanti.

DUNIA | 4 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS