70 Tahun Bermusuhan, 30.000 Warga Korut Membelot ke Korsel
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

70 Tahun Bermusuhan, 30.000 Warga Korut Membelot ke Korsel

Senin, 22 Juni 2020 | 14:57 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Seoul, Beritasatu.com - Tahun ini menandai 70 tahun meletusnya Perang Korea yang berakhir tanpa perjanjian damai. Selama periode tersebut, lebih dari 30.000 warga Korea Utara (Korut) telah membelot ke Korea Selatan (Korsel).

Hannah Song, pimpinan LSM “Liberty in North Korea” menyatakan sebagian besar warga Korut yang membelot ke Korsel melarikan diri melalui Tiongkok. Beberapa diantaranya membayar ribuan dolar kepada penyelundup, agar dapat meloloskan mereka ke Korsel untuk mendapat kehidupan yang lebih layak.

Menurut Hannah Song, sebagian besar pembelot mengaku masuk ke Korsel seperti melewati mesin waktu yang membuat mereka hidup di zaman 60 tahun lebih maju dari Korut. Mereka juga mengaku kewalahan dengan banyaknya perbedaan yang ditemui.

“Salah seorang pembelot yang saya temui membeku ketika dia berhadapan dengan makanan prasmanan. Dia mengaku bukan hanya kewalahan dengan makanan yang melimpah, tetapi juga karena banyaknya pilihan. Dia akhirnya hanya makan nasi dan pergi,” kata Hannah Song.

Sebagian besar pemuda Korut yang membelot ke Korsel untuk melanjutkan studi mengaku kewalahan dengan propaganda pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang menempatkan dinasti keluarganya sebagai yang tertinggi dan harus dijunjung seluruh anak Korut.

“Banyak pemuda Korut yang membelot ke Korsel untuk belajar mengaku frustasi karena saat berada di Korut ada begitu banyak yang harus mereka pelajari tentang kisah keluarga Kim,” kata Hannah Song.

Salah satu pembelot yang sempat menjadi sorotan adalah Jung Gwang Il. Dia berjuang melawan rezim Kim dengan menyimpan acara film dan televisi Korsel ke flash disc yang kemudian dimasukan ke botol plastik dan dihanyutkan ke sungai untuk ditemukan nelayan Korut dan dijual sebagai komoditas yang banyak dicari warga Korut.

Akibat perbuatannya, Jung Gwang Il menghabiskan tiga tahun dipenjara politik dengan tuduhan spionase. Dia kemudian membelot ke Korsel setelah bebas. “Saya membelot dengan sangat memusuhi rezim Korut,” ujarnya.

Propaganda

Hubungan Korsel dan Korut selalu memanas karena propaganda. Ketegangan kedua negara yang terjadi pekan lalu, juga dimulai dari tindakan pembelot yang menerbangkan balon berisi propaganda anti-Korut ke wilayah perbatasan.

Korut telah bersumpah akan membalas propaganda yang dilakukan pembelot dan dibiarkan oleh pigak Korsel. Media resmi Korut, KCNA, melaporkan negara itu telah bersiap membanjiri Korsel dengan tumpukan selebaran propaganda mengecam Presiden Moon Jae-in dan pembelot.

Disebutkan, selebaran itu akan menampilkan wajah Presiden Moon yang diolesi puntung rokok, sebagai bentuk penghinaan yang menunjukkan bahwa dia adalah sampah. “Selebaran propaganda itu sedang disiapkan oleh mahasiswa dari universitas di Korut,” bunyi laporan KCNA.

Warga Korut dilaporkan marah besar dengan aksi propaganda pembelot dan secara aktif mendorong pemerintah Korut melakukan aksi balasan, antara lain dengan meluncurkan selebaran propaganda anti-Korsel dalam skala besar.

“Setiap tindakan harus ditanggapi dengan reaksi yang tepat dan hanya ketika seseorang mengalaminya sendiri, dia dapat merasakan betapa menyinggungnya hal itu. Otoritas Korsel akan menghadapi waktu yang sangat mengerikan,” bunyi laporan KCNA tanpa menyebutkan kapan selebaran propaganda itu akan disebarkan.



Sumber:Suara Pembaruan, NBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tim Kampanye Trump Dikerjai Habis-habisan oleh BTS Army dan TikTokers

BTS Army, sebutan untuk para fan boyband Korea BTS, kemungkinan berada di balik sepinya kampanye Donald Trump.

DUNIA | 22 Juni 2020

Penusukan di Reading Terkait Terorisme, Pelaku Diduga WN Libia

Kepolisian Inggris memastikan insiden penusukan di Reading sebagai aksi terorisme.

DUNIA | 22 Juni 2020

Kasus Covid-19 di AS Tembus 30.000 Dua Hari Berturut-turut

Amerika Serikat mencatat penambahan 30.000 kasus baru Covid-19 per hari pada Jumat dan Sabtu. Angka ini adalah yang tertinggi sejak 1 Mei.

DUNIA | 22 Juni 2020

WHO Catat Rekor Peningkatan Harian Kasus Covid-19

Rekor sebelumnya kasus baru secara harian adalah 181.232 pada 18 Juni.

DUNIA | 22 Juni 2020

Penyebaran Covid-19 di Jerman Semakin Tidak Terkendali

Menurut Robert Koch Institute, angka reproduksi (R) Covid-19 di Jerman melompat ke 2.88 pada hari Minggu (21/6/2020) dari 1.79 hari Sabtu.

DUNIA | 22 Juni 2020

Nekat Gelar Kampanye Publik, Trump Sebut Covid-19 “Kung Flu”

Trunp bahkan terang-terangan meminta uji diagnostik masif dikurangi, karena membuat Amerika tampak buruk.

DUNIA | 21 Juni 2020

Kampanye Trump Sepi dan Banyak yang Tidak Pakai Masker

Trump, yang sebelumnya sesumbar bahwa kampanyenya akan ramai dan epik, menyalahkan media yang "menakuti" pendukungnya untuk datang.

DUNIA | 21 Juni 2020

Penusukan di Inggris, 3 Orang Tewas

Sebanyak tiga orang tewas dan tiga lainnya luka serius dalam insiden penusukan di sebuah taman di Reading. Polisi tidak menutup kemungkinan motif terorisme.

DUNIA | 21 Juni 2020

Institut Kesehatan AS Setop Uji Klinis Hidroksiklorokuin

Institut Kesehatan Nasional (NIH) AS pada hari Sabtu (20/6/2020) menghentikan uji klinis hidroksiklorokuin karena tidak berpengaruh terhadap pasien Covid-19.

DUNIA | 21 Juni 2020

Kurva Covid-19 Kembali Naik, AS Laporkan 30.000 Kasus Baru dalam Sehari

Amerika Serikat mencatat penambahan sekitar 30.000 kasus baru positif Covid-19 pada hari Jumat (19/6/2020), yang merupakan angka tertinggi sejak 1 Mei.

DUNIA | 21 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS