Pengamat: Kemerosotan Ekonomi Paksa Korut Provokasi Korsel
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pengamat: Kemerosotan Ekonomi Paksa Korut Provokasi Korsel

Selasa, 23 Juni 2020 | 18:37 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Seoul, Beritasatu.com - Pengamat menilai kemerosotan ekonomi menjadi alasan utama Korea Utara (Korut) meledakan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong untuk memprovokasi Korea Selatan (Korsel).

Lembaga Fitch Solution menyatakan pertumbuhan ekonomi Korut diperkirakan menyusut 6% pada tahun ini, akibat dampak perdagangan yang melambat dengan Tiongkok selaku mitra ekonomi terbesar Korut, serta sanksi AS yang menyebabkan arus dana dari Korsel menyusut.

Perdagangan Korut dengan Tiongkok telah melambat seiring penutupan perbatasan akibat wabah virus corona (Covid-19). Korut telah memutuskan menutup perbatasan dengan Tiongkok sejak Februari 2020, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok melaporkan pada Maret dan April 2020, ekspor Korut ke Tiongkok turun lebih dari 90% dibandingkan tahun lalu. Hal itu, sebagian besar disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19.

"Konteks ekonomi yang lebih besar tentu menunjukkan Pyongyang semakin terpojok. Sanksi AS jelas berdampak pada ekonomi Korut sebelum Covid-19, tetapi penutupan perbatasan dengan Tiongkok untuk mengekang penyebaran virus corona telah berkontribusi banyak menghambat ekonomi Korut,” kata Kyle Ferrier, direktur urusan akademik di Korea Economic Institute of America.

Menurut dia, sanksi AS terhadap Korut juga membuat Korsel tak bisa memenuhi janji untuk kerja sama ekonomi dengan Korut. Investasi yang seharusnya dialirkan Korsel ke Korut tersendat karena sanks AS terhadap Korut.

Perdagangan antar-Korea telah melambat menjadi sekitar US$ 3,5 juta hingga Mei 2020, turun signifikan dibandingkan US$ 2,7 miliar pada Mei 2019.

Bantuan kemanusiaan dari Korsel ke Korut juga mengering di bawah kampanye sanksi Trump terhadap Korut agar segera menghentikan program nuklir.

Korsel telah mengirim sekitar US$ 3 miliar dana bantuan kepada Korut sejak 1995, tetapi hanya total US$ 30 juta yang dikucurkan antara 2017 hingga 2019, sejak Trump menjadi Presiden AS.

"Upaya pemulihan hubungan selama beberapa tahun terakhir belum menghasilkan banyak dalam hal bantuan ekonomi untuk Korut. Bahkan saksi dari AS semakin menyulitkan kerja sama ekonomi dengan Korsel. Itu sebabnya, Korut memilih mengganggu Korsel agar dapat membantu mereka,” kata analis Fitch Solution, Anwita Basu.

Pernyataan senada juga disampaikan Van Jackson, mantan pejabat Pentagon yang sekarang mengajar di Victoria University of Wellington di Selandia Baru.

Menurut Van Jackson, kemerosotan ekonomi telah membuat Kim Jong-un frustasi, sehingga kemudian memerintahkan militer menyerang kantor penghubung antar-Korea untuk memprovokasi Korsel supaya membujuk AS mencabut sanksi terhadap Korut.

“Karena kemerosotan ekonomi, Korut memicu agresi. Hal ini akan terus berlangsung jika Korsel tidak segera membantu Korut, dimana perilaku Korut akan lebih provokatif, hingga tahun depan,” ujar Van Jackson.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Trump Bantah Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok Batal

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung membantah pernyataan ajudannya yang menyebut AS membatalkan negosiasi dagang dengan Tiongkok.

DUNIA | 23 Juni 2020

Pejabat Gedung Putih Sebut Negosiasi Dagang AS-Tiongkok Sudah "Berakhir"

Navarro mengatakan Donald Trump telah menghapuskan negosiasi perdagangan dengan Tiongkok karena intelijen AS yakin Covid-19 karena kesalahan Tiongkok.

DUNIA | 23 Juni 2020

Peningkatan Kasus Baru Covid-19 Dunia Catat Rekor

Hampir setengah dari peningkatan kasus baru tersebut terjadi di Amerika Serikat atau Brasil.

DUNIA | 22 Juni 2020

Trump Sebut Tim Kampanyenya "Lebai" dan "Overpromise"

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut tim kampanyenya "lebai" (berlebihan, Red) dan "overpromise" terkait penyelenggaraan kampanye di Tusla.

DUNIA | 22 Juni 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 9 Juta, Meninggal 471.022

Hingga Senin (22/6/2020), jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) menembus angka 9 juta, tepatnya sebanyak 9.067.357.

DUNIA | 22 Juni 2020

Obsevatorium Dubai Buat Terobosan untuk Fenomena Eclipse

Obsevatorium Dubai membuat terobosan terkait fenomena gerhana matahari sebagian atau eclipse pada Minggu (21/6/2020), di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 22 Juni 2020

Enam Staf Kampanye Trump di Tusla Positif Covid-19

Enam staf kampanye petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Tusla, Oklahoma dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 22 Juni 2020

70 Tahun Bermusuhan, 30.000 Warga Korut Membelot ke Korsel

Tahun ini menandai 70 tahun meletusnya Perang Korea. Selama periode tersebut, lebih 30.000 warga Korea Utara telah membelot ke Korea Selatan.

DUNIA | 22 Juni 2020

Tim Kampanye Trump Dikerjai Habis-habisan oleh BTS Army dan TikTokers

BTS Army, sebutan untuk para fan boyband Korea BTS, kemungkinan berada di balik sepinya kampanye Donald Trump.

DUNIA | 22 Juni 2020

Penusukan di Reading Terkait Terorisme, Pelaku Diduga WN Libia

Kepolisian Inggris memastikan insiden penusukan di Reading sebagai aksi terorisme.

DUNIA | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS