Sikap Agresif Korut ke Korsel mulai Mereda
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Sikap Agresif Korut ke Korsel mulai Mereda

Jumat, 26 Juni 2020 | 15:22 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Pyongyang, Beritasatu.com - Sikap agresif Korea Utara (Korut) untuk melakukan aksi militer ke Korea Selatan (Korsel) mulai mereda.

Setelah Pemimpin Korut, Kim Jong-un, menunda penggunaan kekuatan militer terhadap Korsel, seorang pejabat Korut juga mengatakan masih terbuka kesempatan untuk perundingan damai dengan Korsel.

Kim Yong-chol, Wakil Ketua Komite Sentral, partai yang paling berkuasa di Korut, mengatakan bahwa tindakan lebih lanjut dari pemimpin Korut sangat bergantung pada pendekatan yang dilakukan Korsel.

“Saat ini adalah momen kritis di mana prospek hubugan antar-Korea bergantung opada sikap dan pendekatan Seoul di masa depan,” ujar Kim Yog-chol, di Pyongyang, Kamis (25/6/2020).

Kim Yong-chol menegaskan, Kim Jong-un, telah menghentikan serangkaian tindakan agresif yang telah direncakanan terhadap Korsel. Langkah itu, jarang dilakukan oleh Kim Jong-un, jika sudah mengeluarkan perintah.

Dia merujuk pada serangkaian tindakan yang dilakukan Kim Jong-un, yang menunjukkan itikad untuk meredam konflik yang memanas antarkedua negara.

Selain menghentikan agresi militer, Kim Jong-un juga telah memerintahkan untuk menarik pengeras suara propaganda yang telah dipasang di perbatasan antar-Korea.

Bahkan sumber terdekat Kim Jong-un juga mengisyaratkan pemimpin Korut mungkin akan menangguhkan rencana untuk menyebarkan sekitar 12 juta selebaran propaganda anti-Korsel di perbatasan.

Sebelumya, Korut melaporkan telah menyiapkan sekitar 12 juta selebaran propaganda anti-Korsel yang aka diterjunkan dengan 3.000 balon ke wilayah perbatasan kedua negara.

Korsel dikabarkan terus mencermati tindakan rezim Korut dan menyusun strategi tanggapan yang tepat untuk meredam ketegangan antar-kedua negara.



Sumber:NK News, Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS

Tim kampanye Donald Trump menyebut jajak pendapat yang mengunggulkan Joe Biden tidak menccerminkan pilihan sesungguhnya rakyat Amerika Serikat.

DUNIA | 26 Juni 2020

WHO: Amerika Belum Capai Puncak Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya di kawasan Amerika.

DUNIA | 26 Juni 2020

Militer Tiongkok Gelar Uji Coba Kedua Vaksin Corona

Institut penelitian militer Tiongkok telah mendapatkan persetujuan untuk menggelar uji coba kedua vaksin virus corona kepada manusia.

DUNIA | 26 Juni 2020

Polling Pilpres AS 2020, Biden Unggul 14% dari Trump

Jajak pendapat Pilpres Amerika Serikat (AS) Tahun 2020 terbaru menunjukkan Joe Biden unggul 14% dibandingkan kandidat petahana Presiden Donald Trump.

DUNIA | 26 Juni 2020

70 Tahun Perang Korea, Puluhan Ribu Keluarga Tinggal Terpisah

Pemerintah Korsel mencatat, sekitar 133.386 warga Korsel terdaftar sebagai anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea,

DUNIA | 26 Juni 2020

Mayoritas Warga AS Menolak Uang Ganti Rugi Penindasan Kulit Hitam

Mayoritas warga AS menolak reparations atau uang ganti rugi untuk warga kulit hitam atas sejarah penindasan dan perbudakan menggunakan uang negara.

DUNIA | 26 Juni 2020

29 Juta Warga New Delhi Disurvei Covid-19

Kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat Pemerintah India memutuskan untuk melakukan survei besar-besaran terhadap 29 juta warga Kota New Delhi.

DUNIA | 25 Juni 2020

Lusinan Agen Dinas Rahasia AS Isolasi Diri karena Terinveksi Covid-19

Lusinan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat yang bertugas mengawal Presiden Donald Trump, dilaporkan mengisolasi diri karena diduga terinfeksi Covid-19.

DUNIA | 25 Juni 2020

PM Inggris Dikabarkan Jual Rumahnya di London Seharga US$ 4,8 juta

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikabarkan telah menjual rumahnya di Islington, bagian utara London. Harga pasaran rumah tersebut sekitar US$ 4,8 juta.

DUNIA | 25 Juni 2020

Obama Dukung Biden untuk Menyembuhkan Pemerintahan AS

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan mendukung Joe Biden sebagai calon presiden karena ingin menyembuhkan pemerintahan negara adikuasa itu.

DUNIA | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS