Tiongkok Tingkatkan Pembangunan di Perbatasan Himalaya

Tiongkok Tingkatkan Pembangunan di Perbatasan Himalaya

Sabtu, 27 Juni 2020 | 09:26 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Himalaya, Beritasatu.com - Tiongkok terus meningkatkan pembangunan di dekat Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC), di wilayah Ladakh, Himalaya, yang berbatasa dengan India.

Gambar satelit yang diambil Maxar Technologies yang berbasis di Amerika Serikat, menunjukkan apa yang tampak sebagai struktur bangunan telah bertambah di wilayah LAC yang diduduki Tiongkok, yang menghadap ke danau di Lembah Galwan.

Reuters melaporkan, Tiongkok tampaknya telah menambahkan struktur baru di dekat lokasi bentrokan Lembah Galwan yang menurut India menjadi kewenangan mereka di LAC.

Struktur tersebut termasuk tenda yang disamarkan atau sebuah kamp baru yang potensial sedang dibangun dengan tembok atau barikade.

Danau Galwan menjadi salah satu wilayah sengketa antara Tiongkok dan India. Beberapa pekan lalu, militer dari India dan Tiongkok yang berjaga-jaga di LAC juga terlibat bentrokan di dekat Sungai Galwan.

Pada 15 Juni, pasukan India dan Tiongkok berkelahi selama beberapa jam di Lembah Galwan, menggunakan batu dan tongkat dengan paku yang tertanam di dalamnya untuk saling memukul. Sebanyak 20 tentara India dilaporkan tewas dan 76 lainnyaa terluka. Tiongkok belum mengungkapkan berapa banyak korban yang diderita pasukannya dalam insiden itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India, Anurag Srivastava, mengatakan Tiongkok juga mengerahkan sejumlah besar pasukan dan senjata di sepanjang perbatasan Himalaya. Hal itu, dinilai sebagai pelanggaran Tiongkok atas perjanjian bilateral kedua negara.

Kemlu India menuduh Tiongkok bermaksud meningkatkan ketegangan dengan India, dan memicu bentrokan, seperti yang dilakukan tentara Tiongkok, terhadap patroli tentara India, di kawasan LAC, sejak awal Mei 2020.

“Ini tidak sesuai dengan ketentuan dari berbagai perjanjian bilateral kedua negara,” kata Anurag Srivastava, mengacu pada perjanjian 1993 yang menyatakan bahwa kedua belah pihak akan mempertahankan penyebaran perbatasan yang terbatas.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Soal Kebijakan Covid-19, Biden Sebut Trump “Seperti Anak Kecil”

Joe Biden menyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertindak “seperti anak kecil” dalam membuat kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.

DUNIA | 27 Juni 2020

WNI yang Meninggal Akibat Covid-19 Paling Banyak di Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan jumlah kasus WNI di luar negeri yang meninggal akibat virus corona (Covid-19) paling banyak berada di India.

DUNIA | 27 Juni 2020

WHO: 220 Bakal Vaksin Covid-19 Sedang Dikembangkan di Dunia

WHO menyatakan ada 220 bakal vaksin virus ccorona (C0vid-19) yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.

DUNIA | 27 Juni 2020

Studi CDC: 20 Juta Warga AS Diyakini Terinfeksi Covid-19

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control/CDC) Amerika Serikat (AS) menyakini sebanyak 20 juta warga Amerika telah terinfeksi viru

DUNIA | 27 Juni 2020

KTT ASEAN Sahkan Dua Dokumen Hadapi Perubahan Akibat Covid-19

Konferensi Tingkat Tinggi ke-36 Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN), pada Jumat (26/6/2020), mengesahkan dua dokumen terkait Pandemi Covid-19.

DUNIA | 27 Juni 2020

Bill Gates Sebut Penyebaran Covid-19 karena Rakyat AS Susah Diatur

"Kesenjangan perilaku di AS sangat besar. Ada yang patuh dengan protokol dan banyak juga yang mengabaikan epidemi," kata Bill Gates.

DUNIA | 27 Juni 2020

Facebook Diboikot Perusahaan-perusahaan Besar

Beberapa perusahaan yang menghentikan iklan di Facebook antara lain Unilever, Verizon, Patagonia, REI, Lending Club, The North Face.

DUNIA | 27 Juni 2020

Ini Dampak Bagi Indonesia jika Terjadi Perang di Laut China Selatan

Indonesia bepotensi mengalami dampak langsung yaitu terjadinya kerusakan dan kehancuran di Natuna akibat salah sasaran.

DUNIA | 26 Juni 2020

Ini Tiga Faktor Mengapa Laut China Selatan Jadi Rebutan

Terdapat tiga faktor yang membuat Laut China Selatan menjadi rebutan.

DUNIA | 26 Juni 2020

1.100 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri, Kematian Tertinggi di Arab Saudi

Hingga Jumat (26/6/2020) sebanyak 1.100 orang WNI terinfeksi Covid-19 di luar negeri.

DUNIA | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS