Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0)   |   COMPOSITE 5144.05 (0)   |   DBX 982.653 (0)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 430.883 (0)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 842.759 (0)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.265 (0)   |   JII 550.5 (0)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1026.39 (0)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1420.94 (0)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 284.937 (0)   |   SMInfra18 242.709 (0)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0)   |  

Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:46 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Los Angeles, Beritasatu.com - Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendapat dukungan pemilih lanjut usia (lansia) di negara-negara bagian yang menjadi medan "pertempuran" antara Partai Demokrat dan Partai Republik, di Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

Negara-negara bagian tersebut, antara lain Florida, Arizona, Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin. Dukungan pemilih lansia sangat krusial karena sebagian besar pemilih di negara-negara bagian tersebut berusia di atas 65 tahun.

“Satu dari lima pemilih yang terdaftar di Arizona adalah lansia. Yang paling penting, saat hari pemilihan, orang lansia cenderung menghasilkan suara yang lebih besar dibandingkan kelompok usia lainnya,” kata ilmuan politik dari Univesitas Arizona, Thomas Volgy.

Menurut Thomas Volgy, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan pemilih lansia di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran Partai Demokrat dan Partai Republik, lebih mendukung Joe Biden dibandingkan petahana presiden AS, Donald Trump.

Joe Biden yang menjadi capres AS dari Partai Dmeokrat unggul 10% dibandingkan Donald Trump yang diusung Partai Republik, di kalangan pemilih lansia. Biden didukung 50% pemilih lansia, sedangkan Trump hanya mendapat 40% dukungan.

“Ketika seorang penantang mendapat 50% dukungan pemilih lansia, maka kalah dalam pemilihan menjadi sangat tidak mungkin baginya,” ujar Thomas Volgy.

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2016, Donald Trump mengalahkan capres Partai Demokrat, Hillary Clinton, di kalangan pemilih senior dengan selisih 52% berbanding 45%. Hal itu menjadi salah satu faktor kemenangan Donald Trump dari Hillary Clinton.

Hasil jajak pendapat (polling) CNN pada 8 Juni menunjukkan 54% pemilih lansia tidak menyetujui kinerja Donald Trump. Polling perguruan tinggi yang dilakukan New York Times/Siena baru-baru ini menunjukkan pemilih Lansia mendukung Joe Biden 2% lebih banyak dibandingkan Donald Trump. Sedangkan polling Universitas Quinnipiac yang dirilis 18 Juni menunjukkan pemilih lansia mendukung Joe Biden 8% lebih tinggi dibandingkan Donald Trump.

“Donald Trump tidak bergerak ke arah yang benar sejauh ini, sementara waktu menuju November (hari pemungutan suara, Red) semakin dekat,” ujar Tim Malloy, dari Quinnipiac University Poll.

Menyadari pentingnya suara pemilih lansia, kelompok pro-Biden terkemuka yang disebut American Bridge telah meluncurkan kampanye iklan 10 minggu senilai US$ 20 juta yang ditujukan untuk para manula di negara-negara bagian di mana Donald Trump menang tipis saat Pilpres 2016, yakni Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Covid-19 Gelorakan Kembali Perang Dagang Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS ingin memutuskan hubungan dengan Tiongkok.

DUNIA | 30 Juni 2020

WHO Kirim Tim ke Tiongkok Investigasi Asal Usul Covid-19

Tiongkok telah menyatakan membuka akses untuk penyelidikan, tetapi hanya untuk penyidik dari PBB.

DUNIA | 30 Juni 2020

Presiden Jokowi Tunjuk Konsul Kehormatan RI di Vladivostok

Anton Zubkov merupakan seorang pengusaha jaringan restoran dan kafe di Vladivostok, serta ekspor-impor produk makanan dari dan ke kawasan Asia Pasifik.

DUNIA | 29 Juni 2020

Ini Harga Remdesivir, Obat Darurat untuk Pasien Covid-19 di AS

Perawatan dengan menggunakan remdesivir membutuhkan waktu lima hari menggunakan enam botol kecil sehingga biayanya sekitar US$ 2.340-US$ 3.120 per pasien.

DUNIA | 29 Juni 2020

Gedung Bursa Efek Pakistan Diserang, Lima Tewas

Empat pelaku serangan juga tewas di lokasi oleh aparat keamanan.

DUNIA | 29 Juni 2020

Obat Tradisional Covid-19 Ini Terinspirasi Buku Berusia 1.800 Tahun

Penjualan kapsul Lianhua Qingwen naik hampir dua kali lipat pada kuartal pertama tahun ini.

DUNIA | 29 Juni 2020

Tiongkok Uji Calon Vaksin Covid-19 ke Manusia, Hasilnya Menggembirakan

Perusahaan dan peneliti Tiongkok diizinkan menguji delapan kandidat vaksin pada manusia di negaranya dan di luar negeri.

DUNIA | 29 Juni 2020

Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia

AS menyumbang lebih 20 persen dari total kematian yang dilaporkan akibat Covid-19, atau paling banyak di dunia.

DUNIA | 29 Juni 2020

CNN: Rusia Janjikan Taliban Uang untuk Nyawa Tentara Amerika

Kedutaan Rusia di Washington DC mengecam keras “tuduhan tanpa dasar" oleh media Amerika.

DUNIA | 29 Juni 2020

Rolling Stones Peringatkan Trump Tidak Gunakan Lagu Mereka dalam Kampanye

Sebelumnya Trump pada minggu lalu menggunakan lagu Rolling Stone berjudul “You Can’t Always Get What You Want” di Tulsa, Oklahoma.

DUNIA | 28 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS