Zuckerberg Tergeser dari Posisi Ketiga Orang Terkaya Dunia
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Gara-Gara Facebook Diboikot

Zuckerberg Tergeser dari Posisi Ketiga Orang Terkaya Dunia

Selasa, 30 Juni 2020 | 19:37 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

New York, Beritasatu.com - CEO Facebook, Mark Zuckerberg, harus rela tergeser dari posisi ketiga orang terkaya di dunia berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, akibat aksi boikot terhadap Facebook. Mark Zuckerberg digeser oleh bos Luis Vuitton, Bernard Arnault.

Mark Zuckerberg tergeser dari peringkat ketiga orang terkaya dunia karena nilai kekayaan bersih pribadinya dilaporkan mengalami penurunan sebesar US$ 7,2 miliar atau Rp 103,330 triliun akibat aksi boikot yang dilakukan sekitar 90 perusahaan Amerika Serikat (AS) terhadap Facebook.

Bloomberg Billionaires Index adalah peringkat harian orang terkaya di dunia yang perhitungannya disediakan dalam analisis kekayaan bersih di halaman profil masing-masing miliarder. Angka-angka diperbarui pada penutupan perdagangan di Bursa Efek New York, setiap hari.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index per 30 Juni 2020, CEO Amazon.com, Jeff Bezos, masih menduduki posisi pertama orang terkaya di dunia dengan total kekayaan bersih sebesar US$ 161 miliar, diikuti Pendiri Microsoft, Bill Gates dengan total kekayaan bersih sebesar US$ 112 miliar.

Bernard Arnault, menggeser Mark Zuckerberg di posisi ketiga orang terkaya dunia dengan total kekayaan bersih sebesar US$ 87,8 miliar. Sedangkan Mark Zuckerberg tergeser ke tempat keempat orang terkaya dunia dengan nilai kekayaan bersih sebesar US$ 83,9 miliar.

Lebih dari 90 perusahaan memboikot Facebook dengan menghentikan pemasangan iklan di perusahaan media sosial itu, mulai 1 Juli 2020.

Aksi boikot itu, terkait dengan kampanye #StopHateforProfit yang menentang konten ujaran kebencian dan rasisme di platform media sosial terkait pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

Sejumlah perusahaan ritel besar seperti Coca-Cola, Unilever, Levi Strauss & Co mendukung kampanye tersebut, dan menuntut Facebook dan perusahaan media sosial lainnya, melakukan audit dan tindakan yang lebih tegas untuk membersihkan platform mereka dari konten diskriminatif, ujaran kebencian dan berita palsu.

Pemboikotan itu, membuat harga saham Facebook pada perdagangan Jumat (26/6/2020) dan Senin (29/6/2020) turun sebesar 10%. Bahkan pada perdagangan Jumat (26/6/2020), Facebook dilaporkan mengalami kerugian sebesar US$ 56 miliar atau Rp 803,681 triliun dari nilai pasar perusahaan.

Kampanye #StopHateforProfit merupakan gerakan menentang diskriminasi, ujaran kebencian, dan penyebaran berita palsu di media sosial, menjelang Pilpres AS, pada 3 November 2020. Gerakan tersebut, diluncurkan oleh Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP) dan Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL) di Amerika Serikat (AS).

Aksi boikot perusahaan terhadap Facebook sudah berlangsung selama sepekan terakhir, namun pukulan besar bagi Facebook terjadi saat dua perusahaan ritel raksasa, yakni Unilever dan Coca-Cola mengumumkan akan menghentikan seluruh iklan di Facebook.

Unilever mengumumkan akan menarik seluruh iklan dari perusahaan media sosial, baik Facebook, Twitter dan Instagram, selama sisa tahun 2020. Sedangkan Coca-Cola mengumumkan akan menarik seluruh iklan di Facebook, Instagram, dan Twitter paling tidak sepanjang Juli 2020 dan akan meninjaunya sesuai dengan reaksi manajemen platform media sosial itu untuk mengontrol konten diskriminatif, ujaran kebencian, dan berita palsu.

Menanggapi kampanye #StopHateforProfit, Mark Zuckerberg mengatakan, perusahaannya akan mengambil langkah lebih lanjut untuk menghentikan konten diskriminatif dan ujaran kebencian, termasuk penindasan terhadap pemilih terkait Pilpres As 2020.

“Saya optimistis bahwa kita dapat membuat kemajuan dalam kesehatan masyarakat dan keadilan rasial, sabil mempertahankan tradisi demokrasi kita di seputar kebebasan berpendapat dan memilih,” kata Mark Zuckerberg.



Sumber:Suara Pembaruan, Bloomberg


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Meningkat, Tiongkok “Lockdown” Kota Anxin

Tiongkok menerapkan penguncian (lockdown) ketat kepada sekitar 400.000 orang di Kota Anxin, Provinsi Hebei, sekitar 150 kilometer dari Beijing.

DUNIA | 30 Juni 2020

Diboikot 90 Perusahaan, Saham Facebook Turun 10%

Lebih dari 90 perusahaan memboikot Facebook dengan menghentikan pemasangan iklan di perusahaan media sosial itu, mulai 1 Juli 2020.

DUNIA | 30 Juni 2020

Bersitegang dengan Tiongkok, India Gelar Latihan Perang dengan Jepang

Angkatan Laut India dan Jepang menggelar latihan perang bersama, di tengah ketegangan antara India dan Tiongkok di Garis Kontrol Aktual di Ladakh, Himalaya.

DUNIA | 30 Juni 2020

Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”

Calon Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendapat dukungan pemilih lanjut usia di negara-negara bagian yang menjadi medan "pertempuran" di Pilpres AS.

DUNIA | 30 Juni 2020

Covid-19 Gelorakan Kembali Perang Dagang Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS ingin memutuskan hubungan dengan Tiongkok.

DUNIA | 30 Juni 2020

WHO Kirim Tim ke Tiongkok Investigasi Asal Usul Covid-19

Tiongkok telah menyatakan membuka akses untuk penyelidikan, tetapi hanya untuk penyidik dari PBB.

DUNIA | 30 Juni 2020

Presiden Jokowi Tunjuk Konsul Kehormatan RI di Vladivostok

Anton Zubkov merupakan seorang pengusaha jaringan restoran dan kafe di Vladivostok, serta ekspor-impor produk makanan dari dan ke kawasan Asia Pasifik.

DUNIA | 29 Juni 2020

Ini Harga Remdesivir, Obat Darurat untuk Pasien Covid-19 di AS

Perawatan dengan menggunakan remdesivir membutuhkan waktu lima hari menggunakan enam botol kecil sehingga biayanya sekitar US$ 2.340-US$ 3.120 per pasien.

DUNIA | 29 Juni 2020

Gedung Bursa Efek Pakistan Diserang, Lima Tewas

Empat pelaku serangan juga tewas di lokasi oleh aparat keamanan.

DUNIA | 29 Juni 2020

Obat Tradisional Covid-19 Ini Terinspirasi Buku Berusia 1.800 Tahun

Penjualan kapsul Lianhua Qingwen naik hampir dua kali lipat pada kuartal pertama tahun ini.

DUNIA | 29 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS