Investigasi Gedung Putih, Trump Dinilai Alami Delusi
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Investigasi Gedung Putih, Trump Dinilai Alami Delusi

Rabu, 1 Juli 2020 | 15:36 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dinilai mengalami delusi dan tidak menguasai isu-isu luar negeri saat melakukan pembicaraan telepon dengan pemimpin dunia.

Penilaian mengenai sikap delusi Donald Trump, disampaikan sejumlah pejabat Gedung Putih, yang berbicara secara anonim kepada wartawan Carl Bernstein, yang dikenal dengan tulisan investigasinya tentang kasus Watergate, yang menyebabkan Presiden Richard Nixon mengundurkan diri.

Carl Bernstein mengadakan investigasi dengan mewawancarai sejumlah staf Gedung Putih selama empat bulan terakhir dan membuat laporannya untuk CNN, pada Senin (29/6). Para sumber dikutip secara anonim, namun sebagian besar mengonfirmasi rincian yang diulas Bernstein bahkan siap bersaksi dalam audiensi publik.

Secara keseluruhan, para pejabat Gedung Putih menilai Presiden Donald Trump seolah lupa dengan negara-negara yang menjadi sekutu kuat AS, dan justru bersikap bersahabat bahkan menjilat terhadap pemimpin negara-negara otokratis dan menjadi “musuh” AS.

Mereka menggambarkan, Donald Trump bersikap meremehkan bahkan menindas saat berbicara dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dia bahkan menyarankan Macron untuk kuliah tentang masalah-masalah perdagangan, imigrasi dan NATO.

Tak hanya itu, Donald Trump bahkan berperilaku “hampir sadis” dan merendahkan terhadap pemimpin perempuan, yakni Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan mantan Perdana Menteri Inggris, Theresa May. Padahal, Inggris, Jerman dan Prancis merupakan negara sekutu kuat AS dalam politik luar negeri.

Sebaliknya, Donald Trump justru bersikap sangat akrab dengan pemimpin negara otokratis bahkan “musuh” AS, seperti Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Saat mengadakan pembicaraan telepon dengan Vladimir Putin, Donald Trump lebih banyak membahas tentang membangun bisnisnya dan berulang kali memuji Vladimir Putin terkait kebijakan pemerintahannya.

Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Vladimir Putin mendominasi pembicaraan terkait isu-isu global dan sensitif kedua negara, sebaliknya Donald Trump nyaris tak memiliki ketegasan untuk menanggapinya.

Hal yang sama juga terjadi ketika Donald Trump berbincang dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Ketika Recep Tayyip Erdogan membahas soal kebijakan AS terhadap Suriah, Donald Trump tidak memiliki kesiapan untuk membahas masalah itu, bahkan memutuskan untuk menarik pasukan AS dari Suriah untuk memberikan kewenangan kepada Turki.

“Tindakan Trump meyakinkan pejabat Gedung Putih bahwa penilaian sejumlah mantan pejabat administrasi senior, seperti Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, mantan Menteri Pertahanan James Mattis, mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, dan mantan kepala staf John Kelly, bahwa Trump mengalami delusi memang benar,” tulis Carl Bernstein.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jika Positif Covid-19 Terus Naik, Jepang Mungkin Kembali Terapkan Status Darurat

Tokyo selama lima hari berturut-turut telah memiliki lebih dari 50 kasus baru Covid-19 pada Selasa, di mana 54 kasus baru Covid-19 dilaporkan.

DUNIA | 1 Juli 2020

Pakar Penyakit Menular Sebut Covid-19 di AS Bisa 100.000 Per Hari

New York, New Jersey dan Connecticut akan mengkarantina 14 hari bagi setiap wisatawan yang datang dari negara bagian dengan angka Covid-19.

DUNIA | 1 Juli 2020

Zuckerberg Tergeser dari Posisi Ketiga Orang Terkaya Dunia

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tergeser dari posisi ketiga orang terkaya di dunia berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, akibat aksi boikot terhadap Facebook

DUNIA | 30 Juni 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Tiongkok “Lockdown” Kota Anxin

Tiongkok menerapkan penguncian (lockdown) ketat kepada sekitar 400.000 orang di Kota Anxin, Provinsi Hebei, sekitar 150 kilometer dari Beijing.

DUNIA | 30 Juni 2020

Diboikot 90 Perusahaan, Saham Facebook Turun 10%

Lebih dari 90 perusahaan memboikot Facebook dengan menghentikan pemasangan iklan di perusahaan media sosial itu, mulai 1 Juli 2020.

DUNIA | 30 Juni 2020

Bersitegang dengan Tiongkok, India Gelar Latihan Perang dengan Jepang

Angkatan Laut India dan Jepang menggelar latihan perang bersama, di tengah ketegangan antara India dan Tiongkok di Garis Kontrol Aktual di Ladakh, Himalaya.

DUNIA | 30 Juni 2020

Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”

Calon Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendapat dukungan pemilih lanjut usia di negara-negara bagian yang menjadi medan "pertempuran" di Pilpres AS.

DUNIA | 30 Juni 2020

Covid-19 Gelorakan Kembali Perang Dagang Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS ingin memutuskan hubungan dengan Tiongkok.

DUNIA | 30 Juni 2020

WHO Kirim Tim ke Tiongkok Investigasi Asal Usul Covid-19

Tiongkok telah menyatakan membuka akses untuk penyelidikan, tetapi hanya untuk penyidik dari PBB.

DUNIA | 30 Juni 2020

Presiden Jokowi Tunjuk Konsul Kehormatan RI di Vladivostok

Anton Zubkov merupakan seorang pengusaha jaringan restoran dan kafe di Vladivostok, serta ekspor-impor produk makanan dari dan ke kawasan Asia Pasifik.

DUNIA | 29 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS