Bulan Ini, India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.85)   |   COMPOSITE 5144.05 (7.69)   |   DBX 982.653 (0.75)   |   I-GRADE 141.194 (0.47)   |   IDX30 430.883 (1)   |   IDX80 114.327 (0.2)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.61)   |   IDXG30 119.385 (0.18)   |   IDXHIDIV20 382.257 (1.19)   |   IDXQ30 125.574 (0.19)   |   IDXSMC-COM 221.901 (0.38)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (0.28)   |   IDXV30 107.621 (-0.12)   |   INFOBANK15 842.759 (1.9)   |   Investor33 376.322 (0.84)   |   ISSI 151.265 (0.01)   |   JII 550.5 (-0.33)   |   JII70 187.95 (0.04)   |   KOMPAS100 1026.39 (1.31)   |   LQ45 794.213 (1.54)   |   MBX 1420.94 (2.29)   |   MNC36 281.737 (0.44)   |   PEFINDO25 284.937 (-0.51)   |   SMInfra18 242.709 (-0.26)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.69)   |  

Bulan Ini, India Gelar Uji Coba Vaksin pada Manusia

Rabu, 1 Juli 2020 | 15:47 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

New Delhi, Beritasatu.com - India siap melakukan uji coba vaksin kepada manusia pada bulan Juli ini. Para sukarelawan di India akan diimunisasi dengan vaksin virus corona (Covid-19) buatan lokal sebagai bagian dari uji coba oleh perusahaan berbasis di Hyderabad, Bharat Biotech.

Uji coba pada binantang menunjukkan vaksin aman dan memicu respons imun yang efektif. Sejauh ini sudah sekitar 120 program vaksin yang dikembangkan di seluruh dunia, termasuk oleh lebih dari selusin perusahaan India. Vaksin buatan India pertama ini dikembangkan dari jenis virus yang diisolasi secara lokal dan dilemahkan di bawah kondisi laboratorium.

Otoritas pengawas obat-obatan India telah mengizinkan Bharat Biotech untuk menggelar uji klinis Fase 1 dan 2 kepada manusia setelah perusahaan itu menyerahkan hasil dari studi praklinis yang memperlihatkan keamanan dan respons imun. Dua uji coba dirancang untuk mengetes keamanan pasien, dibandingkan efektivitasnya.

Jenis virus yang didapatkan secara lokal berperan penting dalam pengembangan vaksin yang cepat. “Perbedaan dengan strain yang ada secara global adalah sesuatu yang masih diteliti,” kata juru bicara Bharat Biotech, seperti dikutip BBC, Selasa (30/6/2020).

Vaksin dari India disebut Covaxin dan telah dikembangkan secara lokal berkolaborasi dengan Institut Virologi Nasional India dan Dewan Riset Medis India, berdasarkan pendiri Bharat Biotech, Dr Krishna Ella. Perusahaan, yang telah menyalurkan lebih dari 4 juta dosis vaksin ke seluruh dunia, diantaranya mengembangkan vaksin H1N1 dan rotavirus.

Selain Bharat Biotech, perusahaan farmasi India, Zydus Cadilla, juga mengerjakan dua vaksin, sedangkan Biological E, Indian Immunologicals, dan Mynvax masing-masing mengembangkan satu vaksin. Empat atau lima lagi vaksin buatan dalam negeri India masih dalam tahap awal pengembangan.

Institut Serum India yang berbasis di Pune, sebagai produsen vaksin terbesar di dunia terhitung dari dosis yang diproduksi dan dijual secara global, juga bermitra untuk melakukan produksi massal vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dengan dukungan pemerintah Inggris.

India selama ini telah dikenal sebagai salah satu produsen terbesar dari obat generik dan vaksin di dunia. Negara itu telah membuat vaksin untuk polio, meningitis, pneumonia, rotavirus, BCG, campak, gondok, dan rubella. Banyak pakar memprediksi vaksin Covid-19 baru akan tersedia pada pertengahan 2021, sekitar 12-18 bulan setelah kemunculan pertam Covid-19.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investigasi Gedung Putih, Trump Dinilai Alami Delusi

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dinilai mengalami delusi dan tidak menguasai isu-isu luar negeri saat melakukan pembicaraan telepon dengan pemimpin

DUNIA | 1 Juli 2020

Jika Positif Covid-19 Terus Naik, Jepang Mungkin Kembali Terapkan Status Darurat

Tokyo selama lima hari berturut-turut telah memiliki lebih dari 50 kasus baru Covid-19 pada Selasa, di mana 54 kasus baru Covid-19 dilaporkan.

DUNIA | 1 Juli 2020

Pakar Penyakit Menular Sebut Covid-19 di AS Bisa 100.000 Per Hari

New York, New Jersey dan Connecticut akan mengkarantina 14 hari bagi setiap wisatawan yang datang dari negara bagian dengan angka Covid-19.

DUNIA | 1 Juli 2020

Zuckerberg Tergeser dari Posisi Ketiga Orang Terkaya Dunia

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tergeser dari posisi ketiga orang terkaya di dunia berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, akibat aksi boikot terhadap Facebook

DUNIA | 30 Juni 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Tiongkok “Lockdown” Kota Anxin

Tiongkok menerapkan penguncian (lockdown) ketat kepada sekitar 400.000 orang di Kota Anxin, Provinsi Hebei, sekitar 150 kilometer dari Beijing.

DUNIA | 30 Juni 2020

Diboikot 90 Perusahaan, Saham Facebook Turun 10%

Lebih dari 90 perusahaan memboikot Facebook dengan menghentikan pemasangan iklan di perusahaan media sosial itu, mulai 1 Juli 2020.

DUNIA | 30 Juni 2020

Bersitegang dengan Tiongkok, India Gelar Latihan Perang dengan Jepang

Angkatan Laut India dan Jepang menggelar latihan perang bersama, di tengah ketegangan antara India dan Tiongkok di Garis Kontrol Aktual di Ladakh, Himalaya.

DUNIA | 30 Juni 2020

Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”

Calon Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendapat dukungan pemilih lanjut usia di negara-negara bagian yang menjadi medan "pertempuran" di Pilpres AS.

DUNIA | 30 Juni 2020

Covid-19 Gelorakan Kembali Perang Dagang Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS ingin memutuskan hubungan dengan Tiongkok.

DUNIA | 30 Juni 2020

WHO Kirim Tim ke Tiongkok Investigasi Asal Usul Covid-19

Tiongkok telah menyatakan membuka akses untuk penyelidikan, tetapi hanya untuk penyidik dari PBB.

DUNIA | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS