Australia Tawarkan Suaka untuk Penduduk Hong Kong
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Australia Tawarkan Suaka untuk Penduduk Hong Kong

Jumat, 3 Juli 2020 | 15:20 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Sydney, Beritasatu.com - Australia secara aktif menawarkan suaka untuk penduduk Hong Kong sebagai tanggapan atas penerapan Undang-undang (UU) Keamanan Nasional terbaru oleh Tiongkok.

Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, Kamis (2/7/2020), mengatakan situasi di kota itu sangat memprihatinkan dan pemerintahnya secara aktif mempertimbangkan usulan untuk menyambut penduduk di wilayah bekas jajahan Inggris tersebut.

Saat ditanya wartawan apakah tawaran tempat perlindungan itu bisa diperpanjang, Morrison mengiyakan. Menurutnya, langkah itu akan segera dipertimbangkan oleh kabinetnya, mengisyaratkan bahwa hal itu akan disetujui.

“Kami pikir penting dan sangat konsisten dengan siapa kami sebagai manusia,” ujar Scott Morrison.

Pernyataan Scott Morrison disampaikan sehari setelah Inggris mengumumkan rute baru bagi mereka yang berstatus pemegang paspor British National Overseas (BN). Pemegang paspor itu bersama keluarganya bisa pindah ke Inggris, bahkan mengajukan kewarganegaraan.

Hong Kong berada di bawah yurisdiksi Inggris sampai diserahkan kembali ke Tiongkok pada 1997 dengan jaminan bahwa Beijing akan menjaga otonomi yudikatif dan legislatif selama 50 tahun.

Pada Selasa (30/6/2020), Tiongkok mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong. Pengesahan UU tersebut telah menjawab ketidakpastian dengan memaksa Hong Kong ke jalur lebih otoriter. Aktivis menyatakan UU baru tersebut telah melanggar prinsip “satu negara, dua sistem” yang secara formal masuk sebagai hukum internasional pada 1984.

Pada Rabu (1/7/2020), polisi Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata, serta menangkap lebih dari 300 orang saat demonstran memenuhi jalan untuk menentang UU keamanan nasional.

Ribuan demonstran berkumpul untuk menandai peringatan penyerahan kota bekas jajahan Inggris itu kepada Tiongkok pada 1997. Polisi anti-huru-hara memakai tembakan merica serta melakukan penangkapan di tengah kerumunan yang meneriakkan “bertahan sampai akhir” dan “kemerdekaan Hong Kong”.

“Saya takut dipenjara, tapi untuk keadilan saya harus keluar hari ini, saya harus bertahan,” kata seorang pria berusia 35 tahun yang mengaku bernama Seth.

Polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan kerumunan, lalu menangkap sekitar 300 orang karena melakukan perkumpulan tidak sah, pelanggaran, kepemilikan senjata, dan melanggar UU baru.

“Anda menunjukkan bendera atau spanduk, meneriakkan slogan atau melakukan tindakan dengan maksud pemisahan diri atau subversi, yang merupakan pelanggaran di bawah hukum keamanan nasional,” bunyi pengumuman polisi dalam spanduk berwarna ungu.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Antisipasi Kecurangan Pilpres, Biden Kumpulkan 600 Pengacara

Joe Biden mengumpulkan sekitar 600 pengacara dan ribuan relawan untuk mengantisipasi kemungkinan kecurangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

DUNIA | 3 Juli 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 11 Juta

Kasus infeksi virus corona (Covid-19) dunia menembus angka 11 juta orang , pada Jumat (3/7/2020), sekitar pukul 14.40 WIB.

DUNIA | 3 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Militer AS Melonjak 2 Kali Lipat

Pada 10 Juni, Pentagon melaporkan 2.807 anggota layanan AS dinyatakan positif virus corona. Namun 20 hari kemudian, angkanya melonjak menjadi 6.493 kasus.

DUNIA | 3 Juli 2020

Rusia Beri Kesempatan Putin Berkuasa hingga 2036

Amendemen konstitusi mencakup sejumlah isu mulai upah minimum dan pensiun, hingga memberi Putin hak mencalonkan diri selama dua masa jabatan lagi.

DUNIA | 3 Juli 2020

Perbandingan Paket Stimulus Ekonomi Terkait Covid-19 di ASEAN

Indonesia termasuk salah satu yang paling serius menganggarkan dana mitigasi Covid-19.

DUNIA | 3 Juli 2020

Soal Penanganan Covid-19, Tim Kampanye Trump Sebut Biden Ketinggalan

Tim Kampanye Donald Trump, menyebut capresPartai Demokrat, Joe Biden, ketinggalan dalam kebijakan penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 2 Juli 2020

India dan Pakistan Tarik 50% Staf Komisi Tinggi

Pemerintah India dan Pakistan menarik sekitar 50% staf di Komisi Tinggi di kedua negara.

DUNIA | 2 Juli 2020

Baru Sehari UU Keamanan Nasional Disahkan, Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran

Sehari setelah pengesahan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional, Polisi menangkap ratusan orang di Hong Kong, saat menggelar aksi unjuk rasa, pada Rabu (1/7/202

DUNIA | 2 Juli 2020

106 Miliarder Dukung Kampanye Biden

Sekitar 106 miliarder menjadi penyandang dana yang mendukung kampanye Joe Biden untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020.

DUNIA | 2 Juli 2020

Tertinggi Sejak 2 Mei, Kasus Baru Covid-19 di Tokyo Sentuh Angka 107

Penambahan 107 kasus positif Covid-19 merupakan angka tertinggi dalam dua bulan terakhir, di Ibu Kota Tokyo.

DUNIA | 2 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS