Indef: Reshuffle Tim Ekonomi Kabinet Perlu Dilakukan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Indef: Reshuffle Tim Ekonomi Kabinet Perlu Dilakukan

Selasa, 7 Juli 2020 | 13:12 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan reshuffle (perombakan) tim ekonomi kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu dilakukan, untuk menjawab kebutuhan terkait krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang telah menekan perekonomian Indonesia, membutuhkan para menteri di bidang perekonomian yang bisa mendorong percepatan eksekusi stimulus di level teknis.

Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, realisasi stimulus di level teknis perlu dipercepat untuk menahan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan jatuhnya ekonomi pada depresi, dimana pelemahan ekonomi berjalan dalam waktu yang lama. Efek realisasi stimulus, juga bisa mendongkrak ekonomi, karena industri akan pulih, begitu pula daya beli masyarat.

"Kalau stimulus cepat cair maka ada daya beli yang meningkat, industri juga akan tertolong karena sisi permintaan pulih mereka akan tarik kembali karyawan yang di PHK," ujar Bhima Yudhistira Adhinegara.

Dia menilai, kemarahan Presiden Jokowi hingga mengancam akan melakukan reshuffle kabinet, harus disikapi dengan serius oleh para menteri di bidang perekonomian. Wajar saja presiden marah karena situasi krisis tapi ada menteri terutama di tim ekonomi yang kerjanya business as usual (kerja seperti biasa), jadi belum ada senses of crisis-nya (sadar terhadap krisis).

"Kita dalam situasi krisis masa kerjanya biasa-biasa saja. Bisa di cek stimulus angkanya naik tapi realisasinya rendah sekali. Kalau begitu kan buat apa presiden capek-capek keluarkan Perpu 1/2020. Jadi harapannya dengan ancaman presiden, menteri bisa lebih giat mengeksekusi stimulus ekonomi, sehingga di semester II total stimulus Rp 670 triliun yang dianggarkan bisa 100% dicairkan," kata Bhima Yudhistira Adhinegara.

Jika tidak ada perbaikan, maka menurutnya reshuffle tim ekonomi mendesak untuk dilakukan, karena kabinet saat ini harus bisa memenuhi kebutuhan, terutama dalam hal manajemen krisis.

"Saya khawatir tanpa ada perombakan tim ekonomi, trust dari pelaku usaha, dan rakyat akan turun tajam. Banyak yang lebih kompeten menghadapi situasi krisis. Kabinet kemarin kan bukan dibentuk untuk crisis management. Jadi sekarang kebutuhannya jauh berbeda. Dan jikalau ada reshuffle sebaiknya penggantinya dari profesional yang paham atasi krisis," ujar Bhima Yudhistira Adhinegara.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sandiaga: Penyerapan Stimulus Covid-19 untuk UMKM Harus Ditingkatkan

Ia yakin peran UMKM yang amat besar dalam menggerakkan roda perekonomian.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Juni, Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 131,7 Miliar

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,4 bulan impor, atau 8,1 bulan impor.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Pelaku UMKM Mulai Merasakan Nikmatnya Program PEN

Pelaku UMKM mulai merasakan PEN.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Kemdes PDTT Beri Perhatian Besar di Sektor Pangan

Kemdes PDTT serius perhatikan sektor pangan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Jadi UU Bisa Dongkrak Ekonomi Pascapandemi

RUU Cipta Kerja jadi UU bisa selamatkan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Mendes PDTT: Gotong Royong Cara Beradapsi terhadap Covid-19

Hidup bergotong royong bisa beradapsi terhadap Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham dan Obligasi Modernland

Pengembang properti PT Modernland Realty Tbk seharusnya melunasi pokok utang obligasi yang jatuh tempo hari ini senilai Rp 150 miliar.

EKONOMI | 7 Juli 2020

BNI Didorong Kembangkan Benih Mompreneur Lewat Program Inkubasi

Di masa pandemi Covid-19 ini para istri justu tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan berbagai jenis usaha yang mereka lakukan di rumah.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.400

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (7/7/2020), menguat ke kisaran Rp 14.400.

EKONOMI | 7 Juli 2020

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36 persen ke kisaran 5.006,83 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2020).

EKONOMI | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS