Dampak Pandemi Covid-19, Pembiayaan Utang Indonesia Membengkak Rp 903,4 Triliun
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-1.59)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.04)   |   DBX 933.73 (-1.59)   |   I-GRADE 135.366 (-0.24)   |   IDX30 427.201 (-2.19)   |   IDX80 111.513 (-0.38)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.63)   |   IDXG30 118.405 (-0.45)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.7)   |   IDXQ30 125.347 (-0.77)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.55)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.64)   |   IDXV30 105.043 (-0.13)   |   INFOBANK15 803.622 (0.87)   |   Investor33 371.182 (-0.82)   |   ISSI 148.056 (-0.6)   |   JII 539.107 (-4.51)   |   JII70 182.679 (-1.28)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.51)   |   LQ45 780.316 (-2.17)   |   MBX 1404.61 (-3.16)   |   MNC36 278.843 (-0.56)   |   PEFINDO25 265.576 (-3.15)   |   SMInfra18 242.356 (-1.79)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.41)   |  

Dampak Pandemi Covid-19, Pembiayaan Utang Indonesia Membengkak Rp 903,4 Triliun

Selasa, 7 Juli 2020 | 14:14 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan dampak dari penanganan pandemi virus corona (Covid-19) menyebabkan kebutuhan pembiayaan utang Indonesia membengkak Rp 903,4 triliun.

Menurut Sri Mulyani, meningkatnya kebutuhan pembiayaan disebabkan oleh defisit APBN 2020 yang melebar menjadi 6,34% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), akibat paket stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19.

Sri Mulyani menjelaskan, dengan kebutuhan anggaran yang demikian besar dan mendesak, sementara pendapatan negara mengalami penurunan akibat perlambatan ekonomi, maka stimulus pandemi Covid-19 berdampak pada defisit APBN.

“Defisit APBN meningkat dari Rp 307,2 triliun menjadi Rp 1.039,2 triliun, sehingga pembiayaan utang naik sebesar Rp 903,46 triliun, dari Rp 741,8 triliun menjadi Rp 1.645,3 triliun untuk membiayai seluruh kebutuhan APBN 2020," ujar Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, penambahan pembiayaan utang sebesar Rp 903,4 triliun merupakan penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020 (Perpres No 72/2020) yang sekaligus merupakan revisi kedua APBN 2020, dan dihitung dari selisih kurs utang jatuh tempo yang sebelumnya sebesar Rp 905,2 triliun.

Akibat kenaikan pembiayaan utang untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, terdapat tambahan bunga utang diperkirakan sebesar Rp 66,5 triliun per tahun.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, kebutuhan pembiayaan utang disiapkan untuk menutup tiga pos anggaran, yakni pelebaran defisit APBN sebesar Rp 732 triliun, kebutuhan investasi (dan lain-lain) Rp 136,6 triliun, serta utang jatuh tempo yang harus dibayar pemerintah sebesar Rp 34,8 triliun.

Meskipun pembiayaan utang dan defisit APBN meningkat, Sri Mulyani menegaskan, pemerintah akan berupaya mengambil langkah-langkah penuh kehati-hatian untuk memenuhi pembiayaan anggaran demi menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Investor Sulit Ambil Posisi Saham MDLN karena Tunda Bayar Obligasi

Untuk penundaan tersebut, Modernland bakal menggelar rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada Selasa (14/7/2020).

EKONOMI | 7 Juli 2020

Soal Reshuffle, Tim Ekonomi dan Kesehatan Jadi Sorotan Pebisnis

Ancaman Presiden Jokowi untuk melakukan perombakan kabinet menjadi sorotan pelaku bisnis, khususnya tim ekonomi dan kesehatan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Indef: Reshuffle Tim Ekonomi Kabinet Perlu Dilakukan

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan reshuffle (perombakan) tim ekonomi kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu dilakukan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Sandiaga: Penyerapan Stimulus Covid-19 untuk UMKM Harus Ditingkatkan

Ia yakin peran UMKM yang amat besar dalam menggerakkan roda perekonomian.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Juni, Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 131,7 Miliar

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,4 bulan impor, atau 8,1 bulan impor.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Pelaku UMKM Mulai Merasakan Nikmatnya Program PEN

Pelaku UMKM mulai merasakan PEN.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Kemdes PDTT Beri Perhatian Besar di Sektor Pangan

Kemdes PDTT serius perhatikan sektor pangan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Jadi UU Bisa Dongkrak Ekonomi Pascapandemi

RUU Cipta Kerja jadi UU bisa selamatkan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Mendes PDTT: Gotong Royong Cara Beradapsi terhadap Covid-19

Hidup bergotong royong bisa beradapsi terhadap Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham dan Obligasi Modernland

Pengembang properti PT Modernland Realty Tbk seharusnya melunasi pokok utang obligasi yang jatuh tempo hari ini senilai Rp 150 miliar.

EKONOMI | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS