Khawatir Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Hipmi Minta TNI-Polri Tertibkan Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 426.538 (5.61)   |   COMPOSITE 4842.76 (54.96)   |   DBX 923.5 (5.37)   |   I-GRADE 127.867 (1.68)   |   IDX30 404.318 (5.75)   |   IDX80 105.647 (1.51)   |   IDXBUMN20 263.312 (5.8)   |   IDXG30 113.239 (1.52)   |   IDXHIDIV20 361.834 (4.64)   |   IDXQ30 118.461 (1.6)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.07)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.91)   |   IDXV30 99.778 (1.6)   |   INFOBANK15 760.318 (13.68)   |   Investor33 353.585 (5.25)   |   ISSI 142.238 (1.32)   |   JII 514.346 (4.67)   |   JII70 174.038 (2.04)   |   KOMPAS100 945.162 (13.68)   |   LQ45 740.002 (10.15)   |   MBX 1338.07 (16.63)   |   MNC36 264.409 (3.62)   |   PEFINDO25 251.635 (4.64)   |   SMInfra18 228.656 (2.51)   |   SRI-KEHATI 297.818 (4.52)   |  

Khawatir Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Hipmi Minta TNI-Polri Tertibkan Masyarakat

Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:52 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah melibatkan TNI dan Polri untuk mendisiplikan masyarakat dalam menaati protokol perlindungan diri selama masa transisi new normal (normal baru).

Pernyataan itu, disampaikan Wakil Ketua Umum Hipmi, Anggawira, yang merasa khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19, setelah pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memberlakukan masa transisi menuju era normal baru.

Menurut Anggawira, kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan menjadi kunci yang tidak bisa ditawar lagi, bila ingin ekonomi Indonesia kembali bergeliat. Penegakan disiplin ini menurutnya juga bisa melibatkan Polri dan TNI.

“Trennya di beberapa daerah, kasus baru malah meningkat akibat rendahnya kedisiplinan masyarakat. Kedisiplinan ini harus dikembalikan. Bisa dengan dibantu Polri atau TNI agar masyarakat lebih patuh. Bukannya ingin menciptakan suasana mencekam, tetapi menciptakan adanya kedisiplinan. Mungkin tidak usah pakai baju dinas militer, tetapi bisa pakai seragam kesipilan sambil menertibkan masyarakat," kata Anggawira, kepada Beritasatu.com, Jumat (10/7/2020).

Apabila upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini tidak serius dilakukan, Anggawira khawatir kondisi perekonomian Indonesia akan semakin lama pulih. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) juga semakin besar.

“Ketika negara lain pada awal tahun depan sudah sehat secara ekonomi, sementara kita belum, kita mungkin akan terkena embargo ekonomi. Artinya kita tidak bisa keluar negeri, tidak bisa terjadi transaksi ekonomi kalau memang negara lain melihat kasus di Indonesia tidak tertangani,” ujar Anggawira.

Pernyataan senada disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana. Menurut dia, PSBB sudah seharusnya dilonggarkan, tapi harus diikuti dengan protokol kesehatan yang disiplin dan sanksi yang tegas. Sebab, ekonomi sama pentingnya dengan kesehatan dan harus bisa berjalan berdampingan.

“Tidak ada negara sejahtera tanpa keseimbangan antara hidup sehat dengan ekonomi yang kuat, maka kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi publik adalah dua hal yang harus paralel dijalankan bersama,” ujar DanangGirindrawardana.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Ingatkan Stimulus Ekonomi UMKM Bisa dari APBD dan APBN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepala daerah terkait bantuan stimulus ekonomi terutama kepada UMKM.

EKONOMI | 9 Juli 2020

Wapres Ma'ruf Amin Nilai Perlu Perampingan BUMN

Perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan cakupannya usahanya sangat diperlukan.

EKONOMI | 9 Juli 2020

Kelompok Menengah ke Bawah Jadi Sasaran Tembak Covid-19 di Era New Normal

Masyarakat kalangan menengah ke bawah menjadi “sasaran tembak” pandemi virus corona (Covid-19) di era new normal (normal baru).

EKONOMI | 11 Juli 2020

Selama PSBB, Penghasilan 70 Juta Pekerja Informal Turun Hingga 80%

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar pandemi Covid-19, sekitar 70 juta pekerja informal mengalami penurunan penghasilan rata-rata antara 70%-80%.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Garuda Akan Pecat Oknum Pilot yang Terbukti Konsumsi Narkoba

Penegasan ini disampaikan Garuda menyusul informasi yang menyebutkan adanya oknum pilot yang diamankan aparat Kepolisian terkait kasus narkoba.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Sosialisasi Daring Pelindo III Diikuti 5.000 Karyawan, Terbanyak di Indonesia

Acara ini berhasil tercatat di Muri sebagai rekor dunia sosialisasi secara daring etos kerja baru BUMN kepada karyawan dengan peserta terbanyak.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Realisasi Penyerapan Dana PEN Sektor KUMKM Capai Rp 8,42 Triliun

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor KUMKM hingga 9 Juli 2020 mencapai Rp 8,42 triliun.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Pajak Pencairan Dana JHT Harus Dihapus

Pajak Pencairan untuk JHT diminta dihapus.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Baznas Raih Fundraising Digital Terbaik di IFA 2020

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menorehkan prestasi khususnya di dunia filantropi.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Wall Street Ditutup Menguat, Nasdaq Kembali Ukir Rekor

Dow Jones Industrial Average naik 1,4 persen, S&P 500 naik 1 persen, Nasdaq naik 0,6 persen ke rekor tertinggi 10.617,44.

EKONOMI | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS