Triwulan II 2020, Jumlah Penduduk Miskin Diprediksi Lampaui 5,1 Juta
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Triwulan II 2020, Jumlah Penduduk Miskin Diprediksi Lampaui 5,1 Juta

Kamis, 16 Juli 2020 | 15:44 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom CORE Indonesia (Center of Reform on Economics,) Akhmad Akbar Susamto, memprediksi jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan pada triwulan II 2020 akan melampaui 5,1 juta orang.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2020 tercatat sebanyak 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019.

Pemerintah Indonesia juga telah memperkirakan jumlah penduduk miskin pada 2020 akan meningkat akibat pandemi virus corona (Covid-19), berkisar antara 3,2 juta orang hingga 5,71 juta orang.

Menurut Akhmad Akbar Susamto, data kemiskinan terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menggambarkan pandemi Covid-19 memberi dampak yang sangat besar dalam meningkatkan angka kemiskinan.

“Data BPS ini menunjukkan Covid-19 itu arahnya memang meningkatkan angka kemiskinan. Di bulan Maret saja sudah meningkat, apalagi sampai akhir Juni 2020,” ujar Akhmad Akbar Susamto.

Dia menjelaskan, penambahan jumlah penduduk miskin pada triwulan II 2020, terutama dari masyarakat golongan rentan dan hampir miskin yang umumnya bekerja di sektor informal dan sangat bergantung pada bantuan-bantuan pemerintah.

Hal itu disebabkan banyak diantara pekerja sektor informal yang kehilangan pekerjaana akibat dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), meskipun pemeritah sudah mulai mengizinkan pembukaan kegiatan bisnis sejak pertengahan Mei 2020.

“Apalagi, jika bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak mencukupi atau datang terlambat, golongan rentan dan hampir miskin akan semakin banyak yang jatuh ke bawah garis kemiskinan. Jadi pemerintah harus cepat dan tepat dalam menyalurkan bantuan sosial,” ujar Akhmad Akbar Susamto, kepada Beritasatu.com, Rabu (15/7/2020).

Untuk menekan angka kemiskinan agar tidak semakin tinggi, Akhmad mengatakan, pemerintah harus serius dalam mengimplementasikan program-program bantuan sosial untuk rakyat miskin, mengingat realisasinya masih rendah.

Selain itu, pemerintah juga harus mengantisipasi lonjakan angka kemiskinan akibat pandemi yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah bantuan sosial yang disiapkan pemerintah saat ini.

Akhmad Akbar Susamto menegaskan, pemerintah juga perlu mengintegrasikan penyaluran Bantuan Sosial sehingga menjadi lebih sederhana, melakukan penyeragaman nilai bantuan, di samping terus melakukan pemutakhiran data penerima Bantuan Sosial.

Beban pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat miskin dan hampir miskin juga harus disusbsidi atau diturunkan, terutama dengan menurunkan biaya-biaya yang dikontrol pemerintah (administered prices).

“Caranya bisa dengan menurunkan harga BBM, menambah jumlah rumah tangga penerima diskon pemotongan tarif listrik sehingga mencakup minimal seluruh pelanggan 900VA, hingga menurunkan harga LPG tiga kilogram yang kebanyakan dikonsumsi oleh masyarakat menengah bawah,” ujar Akhmad Akbar Susamto.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Disahkan DPR, Ini Nama Deputi Gubernur BI dan 20 Anggota BPKN

Rapat paripurna DPR mengesahkan persetujuan Parlemen atas terpilihnya Doni P Joewono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

EKONOMI | 16 Juli 2020

Neraca Perdagangan Non Migas Indonesia ke Tiongkok Defisit US$ 5,31 Miliar

Neraca perdagangan non migas Indonesia dengan Tiongkok mengalami defisit sebesar US$ 5,31 miliar atau sekitar Rp 77,767 triliun selama semester I 2020.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Satoria Agro Industri Rambah Pasar Biskuit

Satoria Agro Industri telah menggandeng sejumlah distributor regional di setiap daerah.

EKONOMI | 16 Juli 2020

OJK: 73% Iklan Perbankan Langgar Aturan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan sekitar 73% iklan perbankan telah melanggar aturan market conduct selama semester I 2020.

EKONOMI | 16 Juli 2020

22 Provinsi Alami Kenaikan Angka Kemiskinan Akibat Covid-19

Badan Pusat Statistik menyatakan sekitar 22 dari 34 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan angka kemiskinan pada Maret 2020, akibat dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Digitalisasi UMKM Sektor Pangan, Kemkop dan UKM Gandeng 8 Startup

Kemkop dan UKM mentargetkan sebanyak 10 juta pelaku usaha di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat terhubung dalam ekosistem digital.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Baznas Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR

Pimpinan Baznas melaporkan pengelolaan uang zakat ke DPR.

EKONOMI | 16 Juli 2020

LPDB dan PNM Berkolaborasi Dukung Komida

Pemerintah sedang giat memberdayakan pelaku UMKM.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Perkuat Modal, Bank Capital Right Issue Rp 2 Triliun

Ada rencana menambah modal dengan melakukan right issue Rp 2 triliun pada Oktober.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Webinar sebagai Solusi Pemasaran di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 saat ini banyak membatasi aktivitas pemasaran langsung perusahaan seperti seminar, pameran, dan kegiatan promosi.

EKONOMI | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS