Antisipasi Krisis Akibat Covid-19, Ini 4 Tips Mengatur Keuangan
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Antisipasi Krisis Akibat Covid-19, Ini 4 Tips Mengatur Keuangan

Selasa, 28 Juli 2020 | 10:53 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak pada meningkatnya risiko krisis kesehatan dan ekonomi harus disikapi masyarakat dengan bijak, termasuk dalam hal mengatur keuangan.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, meski Indonesia belum mengalami krisis seperti Singapura dan Korea Selatan (Korsel), masyarakat sebaiknya melakukan antisipasi, terutama dalam pengelolaan keuangan.

Menurut Eko Endarto, dengan kondisi perekonomian saat ini yang berpotensi mengalami resesi, diperlukan penghitungan ulang terkait pemasukan hingga pengeluaran agar masyarakat tidak terkena imbas atau dapat mengantisipasinya. Artinya, masyarakat harus lebih ketat dalam mengelola keuangan.

Terkait dengan pengelolaan keuangan selama masa pandemi sekaligus untuk mengantisipasi krisis, menurut Eko Endarto, ada empat hal yang sebaiknya dilakukan.

Pertama, siapkan dana cadangan yang cukup sekitar enam bulan pengeluaran. Eko Endarto menjelaskan, dana cadangan perlu disiapkan untuk enam bulan ke depan dan sebanyak empat kali pengeluaran bulanan. Dana tersebut tidak boleh dipakai kecuali pada keadaan yang mendesak.

“Jadi yang utama sebenarnya tetap harus jaga-jaga harus punya uang cash atau dana cadangannya cukup. Karena kondisi bisa berubah langsung dari yang diharapkan normal menjadi tidak normal lagi,” kata Eko Endarto.

Kedua, atur lagi gaya hidup dan pengeluaran. Dalam kondisi saat ini, Eko Endarto mengatakan, alokasi keuangan orang cenderung berubah. Hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup dan prioritas yang berganti di masa pandemi ini.

Hal itu juga berubah saat memasuki era new normal, di mana banyak pola hidup yang berubah dan berimbas ke keuangan. Misalnya saja, gaya hidup memasak sendiri atau membawa bekal sendiri.

Lalu untuk pengeluaran, ada empat hal yang wajib diutamakan, yaitu pengeluaran untuk rutinitas sosial dan agama, pembayaran cicilan utang, investasi, dan proteksi. Pengeluaran pada bidang sosial agama misalnya pembayaran BPJS Kesehatan hingga zakat yang alokasinya 2,5%-10% dari pemasukan bulanan.

Ketiga, perbesar dana untuk melunasi utang. Menurut Eko Endarto, Alokasi dana untuk membayar utang sebaiknya diperbesar, maksimal 30% dari pemasukan bulanan agar bisa segera lunas. Jika memungkinkan, disarankan untuk segera melunasi seluruh utang dan tidak membuat utang baru.

“Kendati di era pandemi ini kerap ada pelonggaran pada cicilan utang. Tapi hati-hati pengurangan ini bisa berakibat baik maupun buruk. Komposisi keuangan bisa bagus saat ini, tapi ke depan bisa lebih panjang masa berutangnya. Kalau punya dana lebih sebaiknya (utang, Red) diselesaikan," kata Eko Endarto.

Keempat, atur alokasi dana untuk proteksi dan investasi. Eko Endarto menjelaskan, pada kondisi normal alokasi dana untuk investasi dan proteksi yang wajar adalah sebesar 10% dari pendapatan.

Namun di masa pandemi, sebaiknya alokasi untuk proteksi ditambahkan karena situasi yang tidak tertebak."Kebutuhan proteksi bisa dikurangi apabila sudah ditanggung oleh tempat bekerja,"ujar Eko Endarto.

Setelah alokasi untuk proteksi terpenuhi, maka dana lebih dapat dialihkan ke investasi yang sifatnya minim risiko, misalnya saja ke emas, obligasi, atau reksa dana.

“Investasi saat resesi, secara historis saat resesi emas meningkat nilainya dan juga obligasi. Untuk jangka panjang bisa saham atau reksa dana saham,” ujar Eko Endarto.

Dia menambahkan, selain investasi, masyarakat juga bisa mencoba untuk memiliki beberapa usaha yang memiliki modal sedikit, namun berpotensi cukup tinggi saat pandemi, misalnya makanan yang tahan lama dan sebagainya. Bahkan, menjalankan usaha di era digitalisasi ini lebih mudah dibandingkan krisis 98, karena ada internet.

“Pemasaran produk bisa dilakukan via online, mulai dari media sosial seperti Instagram, Facebook, jika memungkinkan membuat toko di platform digital atau marketplace. Cuma memang persaingannya jadi sangat ketat dan penuh tantangan,” kata Eko.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.510

Kurs rupiah berada di level Rp 14.510 per dolar AS atau terapresiasi 25 poin (0,17 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.535.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Asosiasi Profesional Layanan Keuangan Internasional Bahas Industri Layanan Keuangan

Konferensi daring ini akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para anggota MDRT untuk terus memberi nasihat dan layanan terbaik pada para nasabah.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Stimulus AS Diprediksi Dorong IHSG Menguat

Saham-saham yang direkomendasikan Valbury hari ini adalah ASII, BMRI, BBTN, TLKM, UNTR, dan PGAS.

EKONOMI | 28 Juli 2020

IHSG Relatif Stabil di Kisaran 5.115

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,02 persen ke kisaran 5.115,75 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2020).

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bursa Asia Dibuka Menguat Ditopang Sentimen Vaksin

Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2020). Pelaku pasar masih terus emmantau perkembangan Covid-19.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Tugu Insurance Terus Kembangkan Platform Digital

Tugu Insurance telah meluncurkan kembali situs resmi tugu.com dengan menambahkan berbagai fitur tambahan seperti fitur pembelian produk asuransi.

EKONOMI | 28 Juli 2020

RNI Jalin Kerja Sama dengan KAI, Sediakan Fasilitas Rapid Test di Stasiun

PT KAI kerja sama RNI lakukan rapid test di setiap stasiun.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Ekspansi Armada Dorong Kinerja Pelita Samudera, Raih Pendapatan US$ 35,5 Juta

Perseroan meraih kontrak jangka panjang di semeser I-2020 senilai US$ 19,8 juta.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Balai Kemperin Aplikasikan Teknologi 4.0 pada Proses Produksi AMDK

Upaya penerapan teknologi industri 4.0 pada sektor mamin diproyeksi akan meningkatkan produktivitas hingga 15%.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bursa Eropa Terseret Saham Perjalanan dan Pariwisata

Indeks Stoxx600 turun 0,31 persen, DAX Jerman datar, FTSE Inggris turun 0,31 persen, CAC Prancis turun 0,34 persen, FTSE MIB Italia turun 0,28 persen.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS