Triwulan II 2020, Ekonomi 213 Negara Runtuh
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Triwulan II 2020, Ekonomi 213 Negara Runtuh

Kamis, 6 Agustus 2020 | 14:54 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak pandemi Covid-19 membuat ekonomi di 213 negara runtuh di triwulan II 2020. Bahkan negara-negara besar mulai masuk ke dalam jurang resesi akibat pertumbuhan ekonominya negatif dua triwulan berturut-turut.

Beberapa negara yang menjadi mitra dagang utama Indonesia telah mengumumkan mengalami resesi, diantaranya Amerika Serikat (AS), Singapura, Uni Eropa (UE), dan Korea Selatan.

Terbaru, kabar resesi datang dari UE setelah perekonomian terkontraksi -3,2% di triwulan I 2020, lalu anjlok ke -11,9% pada triwulan II 2020. Hal itu, menjadikan UE mengalami resesi terdalam bahkan terburuk selama 25 tahun terakhir.

Ekonomi Spanyol misalnya menyusut paling dalam ke -18,5% dari April hingga Juni 2020. Sementara Prancis -13,8%, Italia -12,4%, dan Jerman -10,1%.

Resesi zona Euro sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya. Pasalnya, negara-negara dengan perekonomian terbesar UE menerapkan lockdown yang masif dan ketat saat wabah yang disebabkan oleh corona merebak di kawasan. Bahkan, analis memperkirakan periode pemulihan akan berjalan cukup lama, setidaknya hingga 2022 atau bahkan bisa lebih.

Resesi di benua biru menyusul resesi yang dialami oleh Amerika Serikat (AS) akibat ekonominya minus -5% di triwulan I 2020 dan makin ambles ke -32,9% pada triwulan II 2020. Resesi pada triwulan II 2020 ini juga menempatkan AS ke kondisi perekonomian terburuk sejak 1947.

Kontraksi tajam terjadi di sektor konsumsi, ekspor, hingga investasi dan pengeluaran pemerintah. Terlihat, spending yang tergelincir cukup dalam adalah health care atau kesehatan dan barang-barang seperti pakaian dan alas kaki. Sementara penurunan investasi terdalam diakibatkan oleh loyonya sektor otomotif.

Sebelumnya, Korea Selatan juga mengumumkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu pada triwulan II 2020 tercatat -3,3%, dan pada triwulan I 2020 -1,3%. Kontraksi ini adalah yang paling tajam sejak triwulan I 1998.

Perlambatan ini juga lebih parah dari polling Reuters 2,3%. Sementara secara tahunan (year on year/yoy), PDB negara ini minus 2,9% dari periode yang sama tahun lalu. Namun, ekonomi masih tumbuh di triwulan I 1,4%. Penurunan ini terbesar sejak triwulan IV tahun 1998. Ini juga lebih buruk dari polling Reuters yang sebesar 2%.

Menurut analis, penyebab dari perlambatan itu adalah karena tingginya tingkat ketergantungan negara pada perdagangan global, yang sangat terganggu selama banyak penguncian diberlakukan berbagai negara. Ekspor yang menyumbang 40% ekonomi, turun 16,6%.

Begitu juga Singapura yang juga resmi resesi setelah perekonomiannya tertekan cukup dalam. Ekonomi Singapura di triwulan II 2020 berkontraksi 41,2%. Sementara secara tahunan, PDB anjlok 12,6%. Ini melebihi survei sejumlah lembaga dan ekonom.

Pandemi corona memukul keras ekonomi Singapura yang fokus pada perdagangan. Pemerintah Singapura pun memperkirakan ekonomi negeri itu dalam setahun bisa berkontraksi di rentan 7-4%. Ini menjadi resesi terburuk bagi negeri Singa itu sejak 1965.

Berbeda dengan negara lainnya, Hong Kong juga sudah mengalami resesi selama setahun penuh. Pada triwulan II 2020, ekonomi Hong Kong tercatat -9%. Ini merupakan empat triwulan berturut-turut ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi atau berada dalam zona minus.

Meski demikian sejumlah negara diprediksi bisa mempertahankan ekonominya untuk tetap tumbuh dan terhindar dari resesi. Beberapa di antaranya adalah Tiongkok, India, Mesir dan Indonesia. Seperti diketahui ekonomi Tiongkok mampu tumbuh 3,2% pada kuartal II 2020 setelah mengalami kontraksi terburuknya, yakni minus 6,8% pada kuartal I 2020.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Inovasi Brand Jadi Referensi Konsumen

Tidak semua brand mampu menciptakan inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk atau jasa.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Semester I Tahun 2020, Kinerja Keuangan PPI Positif

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) menorehkan kinerja keuangan positif untuk periode semester 1 tahun 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Apresiasi Pengguna, SiCepat Bagi Hadiah Total Rp 7,7 M Lewat Youtube

SiCepat mengadakan Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah Rp 7,5 miliar.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pandemi, Latinusa Targetkan Marketshare Tinplate Nasional 60%

Latinusa terus meningkatkan peran strategis dalam mendorong perkembangan serta pertumbuhan industri tinplate nasional.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Teritori Negatif

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 12,02 poin (0,38 persen) mencapai 3.364.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Jeda Siang, IHSG Naik 43 Poin ke 5.170

IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.179 dan level terendah 5.127.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Platform Pasar Digital UMKM Pacu Produktivitas Pengusaha Kecil

Program Pasar Digital (PaDi) UMKM diharapkan mampu memacu produktivitas dan penguatan di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Semen Baturaja Alokasikan 20,48% Laba 2019 untuk Dividen

Pemegang saham menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan komisaris perseroan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pemerintah Tinjau Ulang Status 30 Bandara Internasional

Indonesia hanya memerlukan sekitar empat bandara internasional yang dapat berperan sebagai pusat lalu lintas udara.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Ekonomi Minus 5,32%, Jokowi: Momentum Konsolidasi Sektor Pariwisata

Sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia pada Maret 2020, sektor pariwisata dan penerbangan terkena imbas sangat dalam.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS