Ingin Dapat Pinjaman PEN, Daerah Harus Punya Program Selama Pandemi
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Ingin Dapat Pinjaman PEN, Daerah Harus Punya Program Selama Pandemi

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 10:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Daerah yang ingin mendapatkan dana pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), harus memiliki program dan kegiatan yang tengah dijalankan selama masa pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemkeu), Astera Primanto Bhakti, mengatakan syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh dana pinjaman PEN adalah Pemerintah daerah (pemda) yang mengajukan pinjaman harus merupakan daerah yang terdampak pandemi Covid-19.

"Selain itu, Pemda juga harus sudah memiliki program pemulihan ekonomi daerah yang mendukung Program PEN pemerintah pusat," kata Astera Primanto Bhakti, dalam dalam Dialogue KiTa mengenai Pinjaman dalam rangka PEN untuk Pemerintah Daerah, Jumat (7/8/2020).

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan pinjaman dari pemerintah pusat melalui PT SMI, Pemda perlu mengajukan permohonan kepada Kemkeu yang juga ditembuskan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Astera Primanto Bhakti mencontohkan, pinjaman kepada Pemprov DKI Jakarta rencananya akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang terkendala dana, utamanya sektor pelayanan air minum, pengendalian banjir, pengolahan sampah, transportasi, pariwisata, dan olahraga.

Sedangkan Pemprov Jawa Barat berencana menggunakan pinjaman tersebut untuk pembangunan infrastruktur baik infrastruktur sosial maupun logistik, pembangunan rumah MBR, penataan kawasan khusus, hingga infrastruktur lingkungan.

"Ini pinjaman daerah yang PEN dengan bunga murah dan prosesnya cepat. Jadi, bukan yang seperti sebelumnya yang ada income stream-nya. Jadi, silahkan saja melakukan assesment dan kalau membutuhkan segera disampaikan karena pagu-nya terbatas, tahun ini cuma Rp 10 triliun. Tapi, ini tidak berlaku bagi yang baru mau punya program baru dan dimasukan dalam usulan. Ini kebutuhan bukan cita-cita, karena cita-cita dan kebutuhan gap-nya jauh," ujar Astera Primanto Bhakti.

Menurut dia, pemerintah pusat memberikan banyak kemudahan melalui program tersebut, agar tidak membebani pemerintah daerah. Jangka waktu pinjaman dana atau tenor duit ini paling lama 10 tahun. Sebetulnya Bank Indonesia (BI) telah mengatur tenor selama 5-7 tahun, namun pemerintah pusat mengeluarkan pengecualian menjadi 10 tahun akibat wabah Covid-19.

Selain itu, jumlah sisa pinjaman daerah yang telah ditambah oleh pinjaman PEN daerah tidak boleh lebih dari 75% dari jumlah penerimaan pada APBD daerah terkait pada tahun sebelumnya. Daerah juga harus memiliki nilai rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan pemerintah tersebut.

Astera Primanto Bhakti meambahkan, selain dari APBN, PT SMI juga diberikan kebebasan untuk mencari sumber dana lain dalam rangka memberikan pinjaman kepada pemda. Dalam pemberian pinjaman dari PT SMI kepada daerah tersebut, menteri keuangan dapat memberikan subsidi bunga kepada Pemda penerima pinjaman. Pemda memiliki tugas untuk mempertanggungjawabkan pinjaman yang diberikan melalui PEN ini dalam laporan pertanggungjawaban APBD tahun berjalan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Program PEN Oase Bagi UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang mendorong sektor riil dan padat karya dinilai ibarat oase bagi pelaku UMKM di tengan pandemi Covid-19

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Kemkeu: 22 Daerah Ajukan Dana Pinjaman PEN

Kementerian Keuangan menyatakan sebanyak 22 daerah telah mengajukan dana pinjaman program Pemulihan Ekonomi nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Sepanjang 2020, Emisi Obligasi dan Sukuk Mencapai Rp 39,28 T

BEI mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2020 adalah 50 emisi dari 35 perusahaan tercatat senilai Rp 39,28 triliun.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Rata-rata Nilai Transaksi Harian IHSG Naik 20% dari Pekan Lalu

Rata-rata nilai transaksi harian IHSG mengalami peningkatan sebesar 20 persen menjadi sebesar Rp 9,989 triliun dari Rp 8,319 triliun dibanding pekan sebelumnya.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Sandiaga Uno Melihat Secercah Harapan Kebangkitan Ekonomi

Sandiaga mengajak masyarakat untuk kembali menggeliatkan ekonomi masyarakat di tengah segala keterbatasan imbas pandemi Covid-19.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Bursa Eropa Ditutup Menguat Ditopang Indikasi Pemulihan Ekonomi

Indeks Stoxx600 naik 0,29 persen, DAX Jerman naik 0,66 persen, FTSE Inggris naik 0,09 persen, CAC Prancis naik 0,09 persen, dan FTSE MIB Italia naik 0,21 persen

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Di Tengah Pandemi COVID19 dan Tantangan Industri, EBITDA Tetap Tumbuh Baik dan Margin Laba Bersih Meningkat

Menutup pertengahan tahun 2020, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatat pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp66,9 triliun dengan laba bersih

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Wall Street Menguat Tipis di Tengah-tengah Meningkatnya Tensi AS-Tiongkok

Bursa Amerika menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2020) di tengah-tengah meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Tiongkok.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Pandemi Dorong Percepatan Sustainable Finance

Pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia dinilai telah mencapai banyak kemajuan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Dow Tergerus karena Ketegangan AS-Tiongkok dan Ketidakpastian Stimulus

Dow Jones Industrial Average turun 151 poin 0,6 persen.

EKONOMI | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS