Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 1,1% Dinilai Wajar
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 1,1% Dinilai Wajar

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 10:16 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi (PE) Indonesia 2020 menjadi 0,2% pada skenario berat, dan -1,1% pada skenario sangat berat. Ekonom menilai revisi PE yang dilakukan pemerintah wajar dan masuk akal mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih diliputi ketidakpastian.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang kembali dilakukan Pemerintah ini menjadi masuk akal, sebab proses pemulihan ekonomi nasional hingga saat ini masih berjalan sangat lamban.

Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diharapkan dapat menjadi stimulan untuk melakukan konsumsi juga dinilainya gagal, sebab kelompok penghasilan menengah-bawah daya belinya masih melemah, sementara kelompok menengah-atas, masih membatasi aktifitas ekonominya karena sentimen masih meningkatnya kasus covid-19.

Hal itu, tidak terlepas dari realisasi stimulus dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih tergolong rendah. “Kami menilai, betul di paruh kedua 2020 ekonomi akan membaik. Tapi level perbaikan belum akan terdorong ke level pertumbuhan ekonomi yang positif,” kata Yusuf Rendy Manilet, di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Jika di triwulan II-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia -5,3%, CORE Indonesia memprediksi pada triwulan III-2020 akan berada di level -2% sampai denga -4%, dan di triwulan IV-2020 pada level -1% dan -2%. Sehingga sepanjang tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan berada pada level -1,5% sampai -3%.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, proyeksi PE Indonesia pada 2020 sebesar 5,3%. Kemudian pada Maret-April 2020, proyeksinya berubah menjadi -0,4% sampai 2,3%. Namun setelah melihat realisasi triwulan II 2020, pemerintah memperkirakan PE 2020 akan berada di kisaran-1,1 hingga 0,2%.

“Artinya agak bergeser ke arah negatif atau mendekati 0%,” kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (14/8).

Sri Mulyani mengatakan, untuk pertumbuhan ekonomi di 2021, Pemerintah memproyeksikan kondisi perekonomian Indonesia akan mulai pulih dan kembali pada tingkat 4,5% sampai 5,5%.

Menurut Sri Mulyan, hal itu, dipertimbangkan dari situasi perekonomian yang belum pasti hingga akhir 2020, terkait pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya dapat dkendalikan karena belum ada vaksin atau obat untuk penangkalnya.

“Dengan ketidakpastian di tahun 2020 yang masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun, maka proyeksi ekonomi tahun depan meskipun diperkirakan pulih, tetapi masih sangat tergantung pada penanganan Covid-19, ketersediaan atau penemuan vaksin, dan juga dukungan ekspansi fiskal yang masih akan tetap dilanjutkan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Sri Mulyani.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Emas Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh US$ 20,6 atau 1,05 persen menjadi US$ 1.949,80 per ounce.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Sepanjang 2020, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 43,37 Triliun

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 96 seri dengan nilai nominal Rp 3.185,51 triliun dan US$ 400 juta.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Pekan Ini, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 121 Triliun

IHSG naik 104 poin (2,02 persen) ke 5.247,690 dari 5.143,893 pada pekan lalu.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Bursa AS Bervariasi, S&P 500 Membukukan Kenaikan Pekan Ini

Investor mengamati data ekonomi dan Washington sebagai petunjuk stimulus bantuan virus corona.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Bursa Eropa Turun Akibat Aturan Karantina Inggris

Pan-European Stoxx 600 melemah 1,7 persen.

EKONOMI | 15 Agustus 2020

Bukit Darmo Kejar Target Okupansi Lenmarc Mall 90%

Bukit Darmo Property Tbk menargetkan tingkat okupansi mal yang dikelolanya, Lenmarc Mall, di kawasan Surabaya barat hingga 90 persen

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Mudahkan Pelanggan Pesan Barang, PPI Kembangkan Pasar PPI

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) melakukan uji coba sebuah platform berbasis web yang diberi nama Pasar PPI.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Gandeng Raffi Ahmad, Oxygen Denim Siap Rebut Pasar di Kota Besar

Produk anak negeri ini tidak canggung bersaing dengan merek yang lebih awal menguasai pasar sejenis.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Inovasi Balai Riset Kemperin Dukung Ekonomi Berkelanjutan

Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong pengembangan ekosistem inovasi di sektor industri.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Sandiaaga Uno: 3 Hal Ini Diperlukan Untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Hadapi pandemi Covid-19 dengan berinovasi.

EKONOMI | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS