Kebijakan Ganjil-Genap Sepeda Motor Persulit Ekonomi Kelompok Menengah ke Bawah
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kebijakan Ganjil-Genap Sepeda Motor Persulit Ekonomi Kelompok Menengah ke Bawah

Senin, 24 Agustus 2020 | 13:56 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras, menilai aturan ganjil-genap untuk sepeda motor akan semakin mempersulit perekonomian kelompok menengah ke bawah.

Hal itu disebabkan banyak masyarakat dari golongan menengah ke bawah masih mengandalkan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari dan melakukan kegiatan usaha, seperti ojek online hingga kurir.

Menurut Izzudin Al Farras, kelompok masyarakat menegah ke bawah umumnya tidak mempunyai banyak pilihan untuk menggunakan kendaraan lain, sehingga ketika penggunaan sepeda motor dibatasi, pengeluaran mereka akan bertambah karena harus naik angkutan umum.

Sedangkan untuk yang mata pencahariannya mengandalkan sepeda motor, mereka juga terancam tidak bisa mendapatkan penghasilan.

“Kalau jadi diterapkan, kebijakan ini akan membuat masyarakat kelas menengah ke bawah semakin sulit perekonomiannya, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang,” kata Izzudin Al Farras, Minggu (23/8/2020).

Dia menjelaskan, bila harus beralih ke transportasi umum, Izzudin Al Farras mengatakan, risiko untuk tertular virus corona juga bisa lebih besar. Pasalnya moda transportasi umum termasuk yang berisiko tinggi menjadi tempat penularan Covid-19.

“Untuk transportasi umum yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, kapasitasnya memang bisa dibatasi. Tetapi ada beberapa modal transportasi umum yang bukan menjadi ranah Pemprov DKI Jakarta, jadi pengaturannya akan sulit. Sehingga beralih ke transportasi umum pun risiko tertularnya tetap tinggi. Apalagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Izzudin Al Farras.

Dengan melihat kondisi transportasi umum saat ini, dan juga krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, Izzudin Al Farras berharap kebijakan ganjil-genap untuk sepeda motor tidak diterapkan. Pasalnya, kebijakan tersebut pada akhirnya akan berdampak pada upaya pemerintah untuk menggerakan sektor pertanian guna menghindari resesi di triwulan III dan IV 2020.

Perekonomian masyarakat menengah ke bawah yang tertekan, akan mempengaruhi belanja konsumsi kebutuhan rumah tangga yang menjadi kekuatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sehingga upaya untuk menghidupkan kembali kegiatan bisnis melalui masa transisi menuju era new normal yang dicanangkan pemerintah pusat sejak pertengahan Juni 2020, tidak akan berdampak positif bagi sektor usaha, khususnya UMKM.

Izznudin Al Farras menambahkan, jika kebijakan ganjil-genap untuk sepeda motor tetap diterapkan, transportasi massal harus disediakan dengan baik, sehingga masyarakat bisa tetap terhubung antara lokasi tempat tinggal dengan pusat kota.

Dia juga menyinggung pentingnya peran pelaku usaha dalam menegakkan aturan kapasitas 50% di tempat kerja. Bila aturan ini diterapkan dengan baik, penumpukan di transportasi umum bisa dikurangi secara signifikan.

“Ini yang belum terlihat sampai saat ini,” tutur Izznudin Al Farras.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Targetkan Substitusi Impor 35%, Pemerintah Harus Benahi Jaringan Distribusi

Untuk mencapai target substitusi impor 35% pada 2022, pemerintah harus membenahi jaringan distribusi antara penghasil bahan baku dengan industri di hilir.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Aparat Diminta Tegas Terhadap Impor Baja Ilegal

Adanya pemalsuan SNI terhadap produk besi baja, apalagi berkualitas rendah, tentu mengganggu dan membahayakan proyek srategis nasional.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,023 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 481,820 juta.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sri Mulyani Lantik 11 Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemkeu

Usaha kecil menengah adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 7 Poin ke 5.279

Sebanyak 208 saham naik, 202 saham melemah dan 154 saham stagnan.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Ditopang Infrastruktur, Pengiriman Paket SiCepat Tembus 1 Juta Per Hari

SiCepat telah memperkuat layanan infrastruktur dengan menambah hampir 1.000 gerai.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awal Sesi, Rupiah Turun di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.775-Rp 14.774 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 4,3 poin (0,08 persen) menjadi 5.277.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Harga Minyak Flat Saat Sejumlah Negara Terapkan Lockdown

Brent sedikit di atas garis datar mencapai US$ 44,36 per barel.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Bursa Asia Terpangkas di Tengah Aturan Baru Bursa Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 turun tipis, sementara indeks Topix mendatar di awal perdagangan.

EKONOMI | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS