Kemperin Pacu Lima Sektor untuk Tingkatkan Subtitusi Impor
INDEX

BISNIS-27 447.922 (-1.99)   |   COMPOSITE 5096.45 (-20.33)   |   DBX 966.383 (-6.2)   |   I-GRADE 139.404 (-0.63)   |   IDX30 427.333 (-1.57)   |   IDX80 113.424 (-0.46)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.8)   |   IDXG30 119.109 (-0.51)   |   IDXHIDIV20 379.033 (-1.4)   |   IDXQ30 124.381 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.24)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.88)   |   IDXV30 108.161 (-1.14)   |   INFOBANK15 830.634 (-3.57)   |   Investor33 372.738 (-1.03)   |   ISSI 150.924 (-0.45)   |   JII 548.46 (-1.45)   |   JII70 187.38 (-0.52)   |   KOMPAS100 1019.47 (-4.22)   |   LQ45 787.196 (-2.22)   |   MBX 1409.36 (-5.12)   |   MNC36 279.413 (-0.86)   |   PEFINDO25 280.307 (-0.15)   |   SMInfra18 241.86 (-0.5)   |   SRI-KEHATI 315.824 (-1.06)   |  

Kemperin Pacu Lima Sektor untuk Tingkatkan Subtitusi Impor

Senin, 24 Agustus 2020 | 14:40 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan ada lima sektor yang dipacu untuk mencapai target subtitusi impor 35% pada 2022.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan telah memetakan sektor-sektor yang perlu dipacu dalam target substitusi impor tersebut, di antaranya industri mesin, kimia, logam, elektronik, dan kendaraan bermotor.

“Langkah ini dijalankan secara simultan dengan upaya peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan dengan target hingga mencapai 85% di tahun 2022,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, akhir pekan lalu.

Namun demikian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia tidak anti-impor. Artinya, selama produk-produk yang belum bisa dihasilkan oleh industri di dalam negeri, seperti bahan baku dan barang modal, masih boleh dipasok dari luar negeri.

“Jadi, industri yang menghasilkan substitusi impor ini yang akan kami dorong untuk tumbuh. Kami proaktif menarik investasi baru di sektor-sektor tersebut,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dia mengungkapkan, investasi baru dinilai akan memacu kebijakan hilirisasi di sektor industri, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada di dalam negeri.

Penurunan impor juga diharapkan berpengaruh pada peningkatan produksi tahun 2020-2022. Dari simulasi yang telah dilakukan oleh Kemenperin, penurunan impor sebesar 35% di tahun 2022 dapat meningkatkan produksi hingga 12,89%.

Dampak positif dari substitusi impor di sektor industri tersebut, antara lain adanya penyerapan tenaga kerja, terutama bagi mereka yang sebelumnya terdampak PHK. Selanjutnya, peningkatan kemampuan belanja dalam negeri dengan semakin bertambahnya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari sebuah produk yang dihasilkan sektor industri.

“Kemudian, peningkatan pasar ekspor bagi produk industri dalam negeri. Dengan pendalaman struktur industri, sehingga kita tidak lagi bergantung pada negara lain,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Adapun instrumen pengendalian impor dalam rangka mendukung program substitusi impor 35% pada tahun 2022, meliputi larangan terbatas, pemberlakuan pre-shipment inspection, pengaturan entry point pelabuhan untuk komoditas tertentu ke luar pulau Jawa, pembenahan LSPro, serta mengembalikan dari pemeriksaan post-border ke border dan rasionalisasi Pusat Logistik Berikat.

Berikutnya, Kementerian Perindustrian menaikkan tarif Most Favored Nation untuk komoditas strategis, menaikkan implementasi trade remedies (safeguard, antidumping, countervailing duty), SNI wajib atau technical barrier to trade, serta penerapan P3DN secara tegas dan konsisten.

Seperti diketahui, mengatakan Kementerian Perindustrian saat ini tengah fokus menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35% pada tahun 2022 sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional.

Guna mewujudkan sasaran tersebut, antara lain melalui peningkatan investasi baru, implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, serta optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Kondisi pandemi Covid-19 membuat kita menyadari perlunya pendalaman struktur industri. Sehingga perlu upaya tepat untuk mengatasi ketergantungan impor,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terkait dengan itu, Kementerian Perindustrian akan berkolaborasi dengan para stakeholder atau kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun kebijakan dan peraturan dalam membangun ekosistem industri yang kondusif, sehingga meningkatkan kemandirian sektor manufaktur dalam negeri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Banpres Produktif Sebesar Rp 28,8 T Bidik 12 Juta Usaha Kecil dan Mikro

Jokowi meluncurkan bansos dengan skema cash transfer dengan nama program bantuan presiden (banpres) produktif bagi pelaku usaha kecil dan mikro

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Airlangga Hartarto: UMKM Lokal Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemerintah mendukung bangkitnya kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal karena akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Kebijakan Ganjil-Genap Sepeda Motor Persulit Ekonomi Kelompok Menengah ke Bawah

Aturan ganjil-genap untuk sepeda motor dinilai akan semakin mempersulit perekonomian kelompok menengah ke bawah.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Targetkan Substitusi Impor 35%, Pemerintah Harus Benahi Jaringan Distribusi

Untuk mencapai target substitusi impor 35% pada 2022, pemerintah harus membenahi jaringan distribusi antara penghasil bahan baku dengan industri di hilir.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Aparat Diminta Tegas Terhadap Impor Baja Ilegal

Adanya pemalsuan SNI terhadap produk besi baja, apalagi berkualitas rendah, tentu mengganggu dan membahayakan proyek srategis nasional.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,023 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 481,820 juta.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sri Mulyani Lantik 11 Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemkeu

Usaha kecil menengah adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 7 Poin ke 5.279

Sebanyak 208 saham naik, 202 saham melemah dan 154 saham stagnan.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Ditopang Infrastruktur, Pengiriman Paket SiCepat Tembus 1 Juta Per Hari

SiCepat telah memperkuat layanan infrastruktur dengan menambah hampir 1.000 gerai.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awal Sesi, Rupiah Turun di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.775-Rp 14.774 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS