Tingkatkan Daya Beli, Pemerintah Harus Serius Tekan Kasus Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Tingkatkan Daya Beli, Pemerintah Harus Serius Tekan Kasus Covid-19

Kamis, 3 September 2020 | 16:41 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom menilai pemerintah pusat dan daerah harus lebih serius menekan jumlah kasus Covid-19 agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggairahkan dunia usaha.

Pasalnya, kasus Covid-19 yang masih tinggi melemahkan daya beli masyarakat dan juga menghambat aktivitas dunia usaha, sehingga Indonesia mengalami deflasi selama dua bulan berturut-turut.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (1/9/2020), melaporkan pada Agustus 2020 kembali terjadi deflasi sebesar 0,05% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,90. Dari 90 kota IHK, 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami inflasi. Sebelumnya, pada Juli 2020 juga terjadi deflasi sebesar 0,10%.

Menurut peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan, berbagai upaya pemerintah yang sudah menggulirkan bantuan untuk kelompok masyarakat rentan yang juga telah diperluas cakupannya kepada kelompok menengah ke bawah, belum cukup untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Hal itu, disebabkan kondisi yang terjadi saat memang berbeda dibandingkan krisis tahun 2008 maupun 1998. Saat ini disrupsi ekonomi global, termasuk di Indonesia berdampak pada supply chain (rantai suplai).

“Ketersediaan barang dan jasa yang melimpah jika tidak diimbangi dengan konsumsi yang seimbang juga akan berdampak pada menurunnya harga barang-barang atau jasa tersebut, hingga dapat berujung deflasi,” kata Pingkan Audrine Kosijungan, di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah dengan program PEN, termasuk untuk pemberian bantuan sosial patut diapresiasi dan dilanjutkan. Hanya saja, mengingat permasalahan utamanya adalah pandemi Covid-19, maka penanganan kasus dan upaya untuk mengatasi penyebarannya di Indonesia perlu diprioritaskan.

Selama enam bulan terakhir, kasus baru Covid-19 di Indonesia masih terus ditemukan. Pemerintah pusat dan daerah juga telah memberlakukan PSBB dan melonggarkan beberapa sektor. Namun demikian, upaya sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 menurutnya perlu untuk terus digalakkan.

Pingkan Audrine Kosijungan menilai, pemerintah bisa saja memperluas program yang saat ini sudah dijalankan seperti subsidi gaji/upah untuk mendorong daya beli masyarakat. Tetapi program subsidi gaji/upah ini perlu dilihat dulu efeknya selama satu bulan ke depan. Bila hasilnya positif dalam menggerakan konsumsi masyarakat, maka bisa diperluas dengan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Sebelum diperluas, sebaiknya dilihat dulu efeknya. Karena ini kan berkaitan dengan dana alokasi pemerintah. Jadi daripada menggelontorkan dana untuk hal yang belum terjamin efektifitasnya, sebaiknya dilakukan evaluasi dulu,” kata Pingkan Audrine Kosijungan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investor Khawatir Nasib BI, IHSG Terkoreksi 0,59%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (3/9/2020), ditutup melemah 31,16 poin atau 0,59% di level 5.280,81.

EKONOMI | 3 September 2020

BI Optimistis Inflasi akan Terjadi di September 2020

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, optimistis inflasi akan terjadi di September 2020, seiring peningkatan konsumsi atau daya beli masyarakat.

EKONOMI | 3 September 2020

Satgas PEN Optimistis Target Penyerapan Anggaran Tercapai

Satgas PEN optimistis dapat merealisasikan target penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2020.

EKONOMI | 3 September 2020

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.755-Rp 14.820 per dolar AS.

EKONOMI | 3 September 2020

Sejumlah Importir Mulai Serap Gula dari Petani

Pemerintah menugasi BUMN dan perusahaan importir gula swasta untuk menyerap gula produksi petani.

EKONOMI | 3 September 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Tertekan

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 6,5 poin (0,20 persen) mencapai 3.398.

EKONOMI | 3 September 2020

Hanya 1 Sektor yang Hijau, IHSG Berkurang 35 Poin di Sesi Siang

Sebanyak 121 saham naik, 271 saham melemah dan 167 saham stagnan.

EKONOMI | 3 September 2020

Transformasi Bisnis E-Commerce TelkomGroup Perkuat Upaya Profitabilitas Perusahaan

Sejalan dengan program transformasi perusahaan, terhitung 1 Oktober 2020 Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui

EKONOMI | 3 September 2020

Anggaran 2021 Naik Jadi Rp 149,8 T, Kempupera Fokus 6 Hal Ini

Dari enam kelompok prioritas tersebut, Menteri Basuki menyatakan akan meningkatkan alokasi program PKT Kempupera di tahun 2021.

EKONOMI | 3 September 2020

Emas Antam Stagnan di Rp 1,024 juta Per Gram

Pukul 09.50 WIB pagi ini, harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta, Rp 1.024.000 per gram.

EKONOMI | 3 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS