Kebijakan The Fed Antiklimaks, IHSG dan Bursa Asia Memerah
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-2.06)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.24)   |   DBX 933.73 (-1.47)   |   I-GRADE 135.366 (-0.54)   |   IDX30 427.201 (-2.69)   |   IDX80 111.513 (-0.62)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.83)   |   IDXG30 118.405 (-0.64)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-2.08)   |   IDXQ30 125.347 (-0.86)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.5)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.73)   |   IDXV30 105.043 (-0.46)   |   INFOBANK15 803.622 (-0.3)   |   Investor33 371.182 (-1.18)   |   ISSI 148.056 (-0.56)   |   JII 539.107 (-4.57)   |   JII70 182.679 (-1.3)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.91)   |   LQ45 780.316 (-4.21)   |   MBX 1404.61 (-3.24)   |   MNC36 278.843 (-0.76)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.94)   |   SMInfra18 242.356 (-2.15)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.82)   |  

Kebijakan The Fed Antiklimaks, IHSG dan Bursa Asia Memerah

Kamis, 17 September 2020 | 16:17 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) yang antiklimaks, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan indeks di bursa Asia memerah pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2020).

Meskipun sempat bergerak di zona hijau pada sesi awal perdagangan, IHSG akhirnya terperosok ke zona merah dan ditutup melemah 20.08 poin atau 0,40% ke level 5.038,401. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.013,186 dan tertinggi di level 5.099,577.

Data RTI menunjukkan volume saham yang ditransaksikan pada perdagangan hari ini sebanyak 10,221 miliar dengan frekuensi 605,067 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 6,679 triliun.

Tekanan jual yang masih dilanjutkan investor asing membuat 269 saham mengalami penurunan harga, 155 saham stagnan, dan hanya 149 saham yang mengalami kenaikan harga. Total jual bersih investor asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp 445,12 miliar.

Pelemahan IHSG hari ini dipicu sentimen negatif kebijakan The Fed yang dinilai antiklimaks. Meskipun menyatakan optimisme bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) akan segera pulih dari resesi, The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan sebesar <0,25%.

The Fed juga memutuskan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE) tidak akan ditingkatkan, namun nilainya tak terbatas. Kebijakan QE tanpa batas tersebut membuat pelaku pasar tidak dapat memastikan berapa nilai QE yang digelontorkan The Fed per bulannya.

Keputusan The Fed tersebut, dinilai akan diikuti oleh rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di angka 4%, meskipun ada desakan agar BI menurunkan suku bunga.

Hal itu, membuat investor kembali melakukan tekanan jual terhadap saham-saham potensial, terutama di sektor perbankan, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Saham BBRI mengalami penurunan sebesar Rp 60 atau 1,84% menjadi Rp 3.200 per saham, BMRI juga turun sebesar Rp 75 atau 1,33% menjadi Rp 5.575 per saham, dan BBNI terkoreksi Rp 150 atau 3,08% menjadi Rp 4.720 per saham.

Sementara itu, indeks di bursa regional pada perdagangan hari ini juga terkoreksi ke zona merah. Indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo melemah 156,160 poin atau 0,67% ke level 23.319,369, Hang Seng Index di Bursa Hong Kong juga melemah 384,781 poin atau 1,56% ke posisi 24.340,850 dan Straits Times Index di Bursa SIngapura terkoreksi 3,950 poin atau 0,16% ke level 2.501,200.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Deposito Peduli Universal BPR Diminati Konsumen

Melalui Deposito Peduli, Bank Universal BPR bagikan lebih dari 2.375 paket sembako untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 17 September 2020

Penjaminan KUR Asuransi Kredit Indonesia Sentuh Rp 60,4 T

Hingga Agustus 2020, Askrindo mencatatkan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 60,4 triliun.

EKONOMI | 17 September 2020

Hingga Agustus 2020, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,24 Triliun

Kontrak baru induk perseroan menyumbang porsi 84 persen dan anak perusahaan sebesar 16 persen.

EKONOMI | 17 September 2020

Telkom Wujudkan Digitalisasi UMKM Hingga Pelosok

mendorong pelaku UMKM untuk tetap mampu bertahan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi digital

EKONOMI | 17 September 2020

Percepat Ekonomi Nasional, Kolaborasi BUMN dan NU Jadi Langkah Tepat

Upaya dari Erick Thohir menggandeng NU untuk percepatan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 diapresiasi.

EKONOMI | 17 September 2020

Kepala BPHN: Masuknya Investasi Terhambat Tembok Regulasi

Omnibus Law menjadi salah satu metode yang dipilih pemerintah untuk melakukan reformasi hukum dalam penataan perundang-undangan.

EKONOMI | 17 September 2020

BCA Kembangkan Fitur Digital Banking

BCA memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi finansial.

EKONOMI | 17 September 2020

PLN Raih 3 Penghargaan

BUMN merupakan ujung tombak yang membantu pemerintah dalam menghadapi Covid-19.

EKONOMI | 16 September 2020

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Tertekan Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.795-Rp 14.858 per dolar AS.

EKONOMI | 17 September 2020

Bursa Asia Pasifik Siang Ini di Zona Merah

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 32,5 poin (0,99 persen) mencapai 3.251.

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS