BI Tetap Pertahankan Suku Bunga 4,00%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga 4,00%

Kamis, 17 September 2020 | 16:45 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar 16-17 September 2020, BI memutuskan tetap mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di tengah inflasi yang diperkirakan tetap rendah.

“Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%. Di samping keputusan tersebut, Bank Indonesia juga melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar,” kata Perry Warjiyo, saat menyampaikan pengumuman hasil RDG BI, Kamis (17/9/2020).

Langkah lainnya yang juga dilakukan BI adalah memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh, serta memperpanjang periode ketentuan insentif pelonggaran GWM Rupiah sebesar 50bps bagi bank yang menyalurkan kredit UMKM dan ekspor impor.

Selain itu juga untuk kredit non UMKM sektor-sektor prioritas yang ditetapkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, dari 31 Desember 2020 menjadi sampai dengan 30 Juni 2021.

“BI juga terus mendorong pengembangan instrumen pasar uang untuk mendukung pembiayaan korporasi dan UMKM sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional,” kata Perry.

Langkah selanjutnya adalah melanjutkan perluasan akseptasi QRIS dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM melalui perpanjangan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk Usaha Mikro (UMI) dari 30 September 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2020.

Perry menegaskan, Bank Indonesia akan terus menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global, serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” tegas Perry.

Pembelian SBN

Perry menambahkan, Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. Bank Indonesia melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana dalam rangka pelaksanaan UU No.2 Tahun 2020, baik berdasarkan mekanisme pasar maupun secara langsung.

Sampai dengan 15 September 2020, Bank Indonesia telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020, sebesar Rp 48,03 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement.

Sementara itu, realisasi pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan Public Goods dalam APBN oleh Bank Indonesia melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp 99,08 triliun.

“Dengan komitmen Bank Indonesia dalam pembelian SBN dari pasar perdana tersebut, Pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional. Selain itu, Bank Indonesia juga telah merealisasikan pembagian beban dengan Pemerintah untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp 44,38 triliun sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020,” jelas Perry.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menhub: Pembangunan Transportasi Harus Beri Dampak Ekonomi

Selain berdampak terhadap suatu wilayah, pembangunan sistem tranportasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

EKONOMI | 17 September 2020

Tanamduit Bisnis Bidik Pengeloaan Kas Operasional Pelaku UMKM

Pelaku UMKM dapat mengalokasikan dana kas yang tidak terpakai ke produk-produk reksadana pasar uang yang ada di tanamduit bisnis.

EKONOMI | 17 September 2020

Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Pengembangan Sektor Agribisnis

Sektor agribisnis berpotensi memberi daya ungkit pada pertumbuhan perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya yang cukup besar pada triwulan II 2020.

EKONOMI | 17 September 2020

Pemerintah Siapkan Tiga Bandara sebagai Super Hub

Ketiga bandara itu adalah I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), dan Bandara Sam Ratulangi (Manado).

EKONOMI | 17 September 2020

Kebijakan The Fed Antiklimaks, IHSG dan Bursa Asia Memerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan indeks di bursa Asia memerah pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2020).

EKONOMI | 17 September 2020

Deposito Peduli Universal BPR Diminati Konsumen

Melalui Deposito Peduli, Bank Universal BPR bagikan lebih dari 2.375 paket sembako untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 17 September 2020

Penjaminan KUR Asuransi Kredit Indonesia Sentuh Rp 60,4 T

Hingga Agustus 2020, Askrindo mencatatkan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 60,4 triliun.

EKONOMI | 17 September 2020

Hingga Agustus 2020, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,24 Triliun

Kontrak baru induk perseroan menyumbang porsi 84 persen dan anak perusahaan sebesar 16 persen.

EKONOMI | 17 September 2020

Telkom Wujudkan Digitalisasi UMKM Hingga Pelosok

mendorong pelaku UMKM untuk tetap mampu bertahan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi digital

EKONOMI | 17 September 2020

Percepat Ekonomi Nasional, Kolaborasi BUMN dan NU Jadi Langkah Tepat

Upaya dari Erick Thohir menggandeng NU untuk percepatan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 diapresiasi.

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS