Kemenparekraf: Pandemi Covid-19 Mengubah Tren Berwisata
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kemenparekraf: Pandemi Covid-19 Mengubah Tren Berwisata

Kamis, 17 September 2020 | 16:54 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Oneng Setyaharini, menyampaikan pandemi Covid-19 diprediksi mengubah tren berwisata.

Ke depan, masyarakat akan lebih memilih berwisata dalam kelompok kecil atau solo traveler, serta lebih melihat keunikan atau adat istiadat dari destinasi wisata, dan juga pemandangan alamnya. Perubahan tren tersebut menurutnya bisa menjadi peluang bagi wisata daerah.

Menurut Oneng, saat ini pemerintah juga tengah fokus pada proses pemulihan atau recovery pariwisata melalui berbagai kegiatan, antara lain meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan juga keselamatan melalui program Clean, Health, Safety & Environmental Sustainability (CHSE).

Dalam pengembangan desa-desa wisata, yang saat ini digalakkan adalah menyiapkan desa-desa wisata untuk siap dikunjungi melalui penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Tahun ini ada 10 desa wisata yang menjadi pilot project atau percontohan dan sudah tersertifikasi dengan logo adaptasi kebiasaan baru. Desa wisata tersebut yaitu Desa Wisata Bilibante di Lombok, Nglangeran di Gunung Kidul, Pentingsari di Yogyakarta, Candirejo di Magelang, Lerep di Semarang, Osing di Banyuwangi, Penglipuran Bali, Pujon Kidul di Malang, Kembang Kuning di Lombok, dan juga Tebara di Nua Tenggara Timur.

“10 desa wisata ini menjadi pilot project untuk tahun ini dan sudah tersertifikasi dengan logo adaptasi kebiasaan baru. Sehingga wisatawan bisa dengan nyaman dan tenang datang ke desa-desa tersebut,” kata Oneng Setyaharini, dalam acara Zooming with Primus bertajuk “Membangkitkan Wisata Daerah” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (17/9/2020).

Dalam pengembangan desa wisata, menurut Oneng yang paling dibutuhkan adalah sinergi dan komitmen dari seluruh stakeholder pariwisata, termasuk dari Pemerintah Daerah. Saat ini Kemparekraf juga telah bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) di dalam pengembangan desa wisata, mulai dari desa wisata rintisan sampai dengan maju.

Dukungan Swasta

Pengembangan desa wisata di Indonesia juga banyak mendapat dukungan dari pihak swasta, salah satu PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BCA saat ini memiliki 12 desa binaan yang tersebar di Jawa, Sumatera, dan Bali, termasuk di dalamnya desa wisata.

Diakui Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, pandemi Covid-19 memang telah menurunkan pemasukan desa-desa tersebut yang sebelumnya banyak berasal dari kunjungan wisatawan, atau membeli produk-produk UMKM. Melalui diskusi dengan perwakilan desa-desa tersebut, berbagai inovasi telah dilahirkan agar dampak pandemi tidak semakin berat.

“Kami terus bertukar pikiran dengan mereka, akhirnya tercetuslah berbagai ide agar bisa mempertahankan income yang selama ini telah diperoleh. Berbagai upaya yang dilakukan misalnya dengan melihat lagi secara jeli produk-produk atau jasa yang masih bisa mereka jual dalam kondisi yang terbatas seperti sekarang ini. Misalnya produk kuliner yang tadinya tidak pernah dipasarkan, padahal sebetulnya sangat menarik dan bisa dinikmati masyarakat di luar desanya, itulah yang coba kami gali untuk dijual,” papar Inge.

Berbagai hambatan yang selama ini dialami setiap desa juga coba dicarikan jalan keluar. Misalnya dengan mendatangkan mentor untuk membantu mengembangkan produk yang akan dijual, dan juga mempersiapkan desa wisata tersebut untuk lebih “go online”. Melalui upaya tersebut, harapannya ketika nanti pandemi Covid-19 sudah berakhir, wisatawan yang akan berkunjung sudah mengetahui potensi di masing-masing desa tersebut melalui promosi yang dilakukan secara online.

“Kami mempersiapkan mereka untuk menghadapi kondisi nanti yang tentunya sudah berbeda dengan sekarang. Jadi mereka kita perkaya kemampuannya dengan digital, mulai dari marketing digital hingga membuat website yang menarik,” kata Inge.

Sementara itu menurut Pemerhati Pariwisata Cyrillus Harinowo, adanya pandemi Covid-19 justru memunculkan opportunity bagi industri pariwisata di daerah. Masyarakat yang dulunya lebih senang berada di kota-kota besar mulai berfikir untuk mengubah destinasi wisata, di mana destinasi wisata daerah akan akan menjadi pilihan masyarakat ke depan.

“Wisata daerah ke depannya akan menjadi pilihan. Jadi saya pikir teman-teman investor perlu mendukung pembangunan destinasi wisata di daerah, sehingga pada saat Covid-19 ini selesai, kebangkitan itu betul-betul dirasakan,” kata Cyrillus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga 4,00%

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar 16-17 September 2020, BI memutuskan tetap mempertahankan suku bunga sebesar 4%.

EKONOMI | 17 September 2020

Menhub: Pembangunan Transportasi Harus Beri Dampak Ekonomi

Selain berdampak terhadap suatu wilayah, pembangunan sistem tranportasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

EKONOMI | 17 September 2020

Tanamduit Bisnis Bidik Pengeloaan Kas Operasional Pelaku UMKM

Pelaku UMKM dapat mengalokasikan dana kas yang tidak terpakai ke produk-produk reksadana pasar uang yang ada di tanamduit bisnis.

EKONOMI | 17 September 2020

Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Pengembangan Sektor Agribisnis

Sektor agribisnis berpotensi memberi daya ungkit pada pertumbuhan perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya yang cukup besar pada triwulan II 2020.

EKONOMI | 17 September 2020

Pemerintah Siapkan Tiga Bandara sebagai Super Hub

Ketiga bandara itu adalah I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), dan Bandara Sam Ratulangi (Manado).

EKONOMI | 17 September 2020

Kebijakan The Fed Antiklimaks, IHSG dan Bursa Asia Memerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan indeks di bursa Asia memerah pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2020).

EKONOMI | 17 September 2020

Deposito Peduli Universal BPR Diminati Konsumen

Melalui Deposito Peduli, Bank Universal BPR bagikan lebih dari 2.375 paket sembako untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 17 September 2020

Penjaminan KUR Asuransi Kredit Indonesia Sentuh Rp 60,4 T

Hingga Agustus 2020, Askrindo mencatatkan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 60,4 triliun.

EKONOMI | 17 September 2020

Hingga Agustus 2020, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 11,24 Triliun

Kontrak baru induk perseroan menyumbang porsi 84 persen dan anak perusahaan sebesar 16 persen.

EKONOMI | 17 September 2020

Telkom Wujudkan Digitalisasi UMKM Hingga Pelosok

mendorong pelaku UMKM untuk tetap mampu bertahan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi digital

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS