Ekspor Produk Halal Punya Potensi Tumbuh Besar
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Ekspor Produk Halal Punya Potensi Tumbuh Besar

Senin, 21 September 2020 | 16:48 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekosistem ekonomi syariah termasuk produk halal perlu terus dikembangkan melalui riset. Sehingga, ekspor produk halal Indonesia bisa terus bertumbuh dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Apalagi, potensi permintaan produk halal Indonesia dari pasar internasional masih cukup besar. Menteri Keuangan sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sri Mulyani menyebutkan, nilai pengeluaran penduduk muslim mencapai US$ 2,2 triliun per tahun. Jumlah ini berasal dari 1,8 miliar umat muslim atau 24% dari total penduduk di dunia.

“Pengeluaran ini termasuk di bidang makanan, obat-obatan, lifestyle, dan lainnya. Pertumbuhannya cukup besar mencapai 5,2%, dengan pertumbuhan ini maka sebetulnya ekonomi syariah bagian yang penting dalam ekonomi global,” jelasnya dalam Forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah (FREKS) XVIII dengan tema “Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan Melalui Sinergi Pengembangan Industri Halal, Adopsi Teknologi, dan Inklusi Keuangan”, Senin (21/9/2020).

Sementara, ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Internasional (OKI) baru mencapai US$ 45 miliar atau setara 12,5% dari total perdagangan Indonesia sebesar US$ 369 miliar pada 2018. Untuk itu, perlu ada peningkatan riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah, termasuk penerapan teknologi di dalam membangun industri produk halal di Indonesia.

Di mana, teknologi harus diterapkan dalam mekanisme pengujian atau sertifikasi produk halal sehingga proses sertifikasi tidak menjadi beban bagi para pelaku industri. “Dalam konteks itu peraturan perundang-undang dan mekanisme untuk bisa meningkatkan pengujian produk halal secara efisien dan tidak menjadi beban bagi industri menjadi sesuatu yang penting,” kata Sri Mulyani.

Dia menjelaskan, jaminan kehalalan seharusnya dapat diberikan kepada pelaku industri tanpa menyebabkan penurunan daya saing, struktur biasa produksi, hingga kewajiban perusahaan.

“Teknologi tentu bisa membantu namun kebijakan dan institusi untuk bisa mendukung perlu dikaji sehingga kita mampu menjadi pusat industri halal yang efisien, inovatif, dan punya daya kompetisi,” ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, dia pun berharap pertumbuhan ekspor produk halal Indonesia dapat terus dipertahankan meski diterpa pandemi Covid-19. “Covid-19 mempengaruhi kinerja ekonomi dari negara-negara di dunia. Ini tantangan yang tidak mudah dan pasti akan mempengaruhi kemampuan dan demand mereka terhadap barang ekspor Indonesia," kata Sri Mulyani.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BNI Perkenalkan Rumah BUMN Untuk Milenial

Sejak 17 Agustus 2020, Kementerian BUMN secara resmi melakukan re-branding program Rumah Kreatif BUMN menjadi Rumah BUMN.

EKONOMI | 21 September 2020

Telkom-Netflix Belum Capai Kesepakatan Komersial

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan hingga saat ini belum tercapai kesepakatan secara komersial dengan Netflix.

EKONOMI | 21 September 2020

Bank Mandiri Optimis Capai Target Penjualan SR013 Rp 1,52 Triliun

PT Bank Mandiri Tbk optimistis dapat memenuhi target penjualan surat berharga negara ritel seri SR013 sebelum batas waktu masa penawaran 23 September 2020

EKONOMI | 21 September 2020

IHSG Terperosok di Bawah Level 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (21/9/2020) terperosok di bawah level 5.000.

EKONOMI | 21 September 2020

BSI Serahkan Lahan Kompensasi 100,32 Ha di Bondowoso

BSI menjad perusahaan pertama yang berhasil melaksanakan serah terima lahan kompensasi dengan mengacu ke standar kepatuhan yang ditetapkan pemerintah.

EKONOMI | 21 September 2020

Kempupera Salurkan Program BSPS Rp 11,02 Miliar di Jambi

Program BSPS sangat dibutuhkan karena membantu masyarakat mewujudkan hunian yang layak.

EKONOMI | 21 September 2020

Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.670-Rp 14.715 per dolar AS

EKONOMI | 21 September 2020

Lapan dan PT RAI Teken MoU Lanjutkan Proyek R80

Penandatangan ini untuk melanjutkan proyek R80 yang sempat dihapus dari proyek strategis nasional (PSN)

EKONOMI | 20 September 2020

Bursa Tokyo dan Singapura Naik, Shanghai Terkoreksi

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 40,0 (0,18 persen) mencapai 23.360.

EKONOMI | 21 September 2020

Sesi Siang, IHSG Turun 0,21 Persen ke 5.048

Sebanyak 173 saham naik, 223 saham melemah dan 160 saham stagnan.

EKONOMI | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS