Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:39 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Pernyataan Bank Dunia yang menilai Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja sebagai upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif di kancah perekonomian global, sejalan dengan tujuan awal penyusunan UU tersebut.

Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, apa yang disampaikan Bank Dunia sangat positif terkait UUU Cipta Kerja, dan memang menjadi tujuan awal dari penyusunan UU Cipta Kerja.

Menurut Rully, UU Cipta Kerja mengubah atau merevisi beberapa undang-undang yang menghambat pencapaian tujuan dan penciptaan lapangan kerja.UU tersebut sekaligus sebagai instrumen dan penyederhanaan, serta peningkatan efektivitas birokrasi.

“Tujuan dari UU Cipta Kerja memang seperti yang disampaikan Bank Dunia. Adanya UU ini diharapkan bisa lebih menarik investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat memperluas lapangan kerja,” kata Rully, kepada Beritasatu.com, Jumat (16/10/2020).

Dia menjelaskan, UU Cipta Kerja juga memberi banyak kemudahan bagi UMKM, di mana sektor ini memiliki peranan yang sangat besar dalam menyerap tenaga kerja. Dengan adanya UU Cipta Kerja, diharapkan UMKM bisa tumbuh lebih agresif dan cepat.

“Melalui UU Cipta Kerja, pelaku UMKM dapat bertumbuh, dan juga bagi pelaku usaha baru bisa dengan mudah memulai usaha. Selain itu adanya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah untuk meningkatkan skala ekonomi pelaku UMKM,” ujar Rully.

Seperti diketahui, Bank Dunia merespon positif kehadiran UU Cipta Kerja dan memberi pernyataan resmi mengenai UU tersebut, pada Jumat (16/10/2020).

Dalam pernyataannya, Bank Dunia menyebut UU Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung aspirasi jangka panjang Indonesia menjadi masyarakat yang sejahtera.

Bank Dunia juga menilai UU ini juga dinilainya dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia.

“Dengan menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, hal ini dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan,” bunyi pernyataan resmi Bank Dunia..

Bank Dunia juga berpendapat, implementasi dari Undang-undang Cipta Kerja secara konsisten akan sangat penting, dan akan memerlukan peraturan pelaksanaan yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta upaya bersama Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Terkait dengan itu, Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam reformasi-reformasi ini, menuju pemulihan ekonomi dan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Surplus Neraca Perdagangan Harus Dibarengi Perbaikan Fundamental

Neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus lima bulan berturut-turut, harus dibarengi dengan perbaikan fundamental ekspor.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Sepekan, Rata-rata Frekuensi Transaksi Saham Meningkat 34,57%

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, dari 12 Oktober 2020 sampai 16 Oktober 2020, mengalami pergerakan yang positif.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

AREBI Ajak Broker Properti Ikuti "The Biggest Real Estate Summit 2020"

Pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja profesional. Apalagi akibat pandemi Covid-19 persaingan antarbroker properti semakin ketat.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Allianz Indonesia Ajak Milenial Ciptakan Lapangan Kerja

Allianz Life memahami aspirasi masa depan generasi millenial untuk mendirikan bisnis secara mandiri di industri asuransi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Tren Pasar Mobil Bekas Membaik

Menurut survei, tiga bulan setelah diberlakukannya PSBB, ada peningkatan pada penjualan dan pembelian mobil bekas.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

BONUM POS, All in One Aplikasi Kasir Digital dari Telkom untuk UMKM di Indonesia

Meningkatnya peran Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) dalam akselerasi perputaran perekonomian Indonesia melalui kontribusinya pada Produk Domestik Bruto

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Harga Minyak Tertekan Kekhawatiran Covid-19 dan Pasokan Berlebih

Harga minyak Brent naik 0,2 persen untuk minggu ini, sementara harga minyak WTI meningkat 0,7 persen.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Surplus Neraca Perdagangan Harus Dibarengi Perbaikan Fundamental

Neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 kembali mengalami surplus sebesar US$ 2,44 miliar.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Stoxx600 Eropa Ditutup Menguat 1,3%

Indeks Stoxx600 naik 1,26 persen, DAX Jerman naik 1,62 persen, FTSE Inggris naik 1,49 persen, CAC Prancis naik 2,04 persen, FTSE MIB Italia naik 1,7 persen.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Terangkat Data Ritel, Dow Jones Ditutup Menguat

Dow Jones naik 0,4 persen ke 28.606,31, S&P 500 menguat tipis 0,01 persen ke 3483,81, dan Nasdaq turun 0,36 persen ke 11.671,55.

EKONOMI | 17 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS