Terdampak Pandemi, G-20 Perpanjang Kewajiban Bayar Utang Negara Miskin
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Terdampak Pandemi, G-20 Perpanjang Kewajiban Bayar Utang Negara Miskin

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:07 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Negara-negara yang tergabung dalam kelompok 20 negara ekonomi maju atau Group of Twenty (G-20) menyepakati perpanjangan implementasi program penundaan pembayaran kewajiban utang atau Debt Service Suspension Initiative (DSSI) bagi negara-negara miskin. DSII akan diperpanjang sampai akhir Juni 2021, guna membantu negara-negara miskin dalam merespon dampak pandemi Covid-19.

Dalam siaran tertulis pada Jumat (16/10/2020), Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa kekepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral G-20 secara virtual pada 14 Oktober 2020. Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan adalah Response to the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Pandemic, International Taxation, dan Financial Sector Issues.

Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Arab Saudi, dan juga dihadiri perwakilan Bank Dunia, IMF dan Lembaga Internasional lainnya serta negara undangan. Delegasi Republik Indonesia (RI) dalam pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Sri Mulyani menjelaskan, dengan mempertimbangkan peningkatan kerentanan utang yang signifikan dari negara-negara miskin (low income countries) akibat pandemi Covid-19, negara-negara G-20 menyadari adanya keperluan perlakuan utang di luar fasilitas DSSI secara kasus per kasus.

Sehubungan dengan hal ini, G-20 menyetujui prinsip-prinsip Common Framework for Debt Treatments beyond the DSSI sebagai upaya untuk mengatasi risiko kerentanan utang negara-negara miskin.

"Common Framework ini diharapkan akan dapat ditetapkan pada Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G-20 pada November mendatang, setelah masing-masing negara kreditur melakukan proses domestik yang diperlukan," ujar Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, dalam pertemuan IMF-WB Spring Meeting 2021 mendatang, G-20 akan membahas opsi perpanjangan DSSI untuk enam bulan berikutnya (hingga Desember 2021) apabila perkembangan situasi perekonomian dan keuangan dunia masih membutuhkan fasilitas DSSI.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

G-20 Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

G-20 berkomitmen meningkatkan kerja sama dalam menangani dampak pandemi Covid-19, yang menyebabkan perekonomian global menghadapi ketidakpastian tingkat tinggi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Alumni Talenta Juara Luncurkan Aplikasi E-Deso

Diharapkan aplikasi e-Deso dapat memberi solusi atas problem yang ada di lapangan.

EKONOMI | 12 Oktober 2020

Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja

Pernyataan Bank Dunia terkait Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dinilai sejalan dengan tujuan awal penyusunan UU tersebut.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Surplus Neraca Perdagangan Harus Dibarengi Perbaikan Fundamental

Neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus lima bulan berturut-turut, harus dibarengi dengan perbaikan fundamental ekspor.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Sepekan, Rata-rata Frekuensi Transaksi Saham Meningkat 34,57%

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, dari 12 Oktober 2020 sampai 16 Oktober 2020, mengalami pergerakan yang positif.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

AREBI Ajak Broker Properti Ikuti "The Biggest Real Estate Summit 2020"

Pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja profesional. Apalagi akibat pandemi Covid-19 persaingan antarbroker properti semakin ketat.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Allianz Indonesia Ajak Milenial Ciptakan Lapangan Kerja

Allianz Life memahami aspirasi masa depan generasi millenial untuk mendirikan bisnis secara mandiri di industri asuransi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Tren Pasar Mobil Bekas Membaik

Menurut survei, tiga bulan setelah diberlakukannya PSBB, ada peningkatan pada penjualan dan pembelian mobil bekas.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

BONUM POS, All in One Aplikasi Kasir Digital dari Telkom untuk UMKM di Indonesia

Meningkatnya peran Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) dalam akselerasi perputaran perekonomian Indonesia melalui kontribusinya pada Produk Domestik Bruto

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Harga Minyak Tertekan Kekhawatiran Covid-19 dan Pasokan Berlebih

Harga minyak Brent naik 0,2 persen untuk minggu ini, sementara harga minyak WTI meningkat 0,7 persen.

EKONOMI | 17 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS