Merayakan Ramadan Tanpa Sampah Plastik

Merayakan Ramadan Tanpa Sampah Plastik
Murid SDN Cibatu 03, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mengikuti sosialisasi terkait dampak buruk penggunaan plastik, yang diselenggarakan PT Lippo Cikarang Tbk, Senin (4/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam momentum Ramadan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mendorong gerakan pengurangan sampah plastik. Salah satunya dengan edukasi kepada anak-anak.

"Kita mau mengajak anak-anak untuk paham kelola sampah dengan baik, tidak hanya buang sampah sembarangan tetapi juga kurangi sampah dengan gaya anak," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati di sela-sela edukasi sampah untuk anak-anak, di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Selain itu, di pasar-pasar modern juga didorong untuk menggunakan kantong belanja nonplastik. Kemudian jelang mudik nanti, KLHK akan menggandeng Jasa Marga, Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah untuk pengurangan dan penanganan sampah di rest area jalan tol.

Sebelumnya, kegiatan serupa sudah dilakukan selama periode arus mudik dan arus balik tahun 2018. Tahun ini diperkirakan diperluas karena jumlah ruas tol pun bertambah.

Ramadan bersih lanjutnya, menjadi momentum melakukan ibadah sekaligus memperhatikan dan mendorong gerakan pengurangan dan pengelolaan sampah dengan baik.

Setelah kampanye Ramadan bersih sampah, kegiatan serupa akan berlanjut di momentum hari lingkungan hidup dan hari kemerdekaan. Menurutnya, salah satu aspek pengelolaan sampah baik dan optimal adalah edukasi.

Tanpa edukasi, dikhawatirkan pada tahun 2050 diprediksi jumlah sampah plastik akan melebihi jumlah ikan dan jumlah mikroplastik melebihi plankton laut, sehingga dapat mengancam kehidupan laut dan juga manusia.



Sumber: BeritaSatu.com