Larangan Masker Scuba dan Buff, Sebagian Besar Penumpang KRL Bogor Patuhi Aturan
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Larangan Masker Scuba dan Buff, Sebagian Besar Penumpang KRL Bogor Patuhi Aturan

Senin, 21 September 2020 | 11:50 WIB
Oleh : Vento Saudale / JEM

Bogor, Beritasatu.com – Hari pertama penerapan aturan pelarangan penggunaan masker jenis scuba dan buff, sebagian besar penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor patuh pada larangan itu. Penumpang tidak tidak keberatan sejauh masker dengan standar mudah didapat.

Vice President (VP) Corporate PT KCI Anne Purba mengaku sejauh ini mayoritas penumpang KRL Commuter Line sudah menaati aturan untuk tidak memakai masker jenis scuba dan buff. Hanya segelintir penumpang yang belum menaati aturan tersebut.

"Mayoritas sudah memakai masker yang benar. Memang ada satu dua dan kami antisipasi dengan mengganti masker, tapi ini tidak bisa mengakomodir semua. Jadi silahkan ganti masker (kesehatan/kain) agar bisa masuk stasiun," kata Anne, di Stasiun Bogor, Senin (21/9/2020).

Anne menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada penumpang KRL sejak pekan lalu. Aturan ini diberlakukan untuk mengurangi resiko penularan Covid-19 penumpang di dalam KRL.

"Jadi satu minggu kemarin kita sudah sosialisasi dengan menyebarkan masker kain 1.200 gratis. Hari ini kita lakukan pengetatan kembali sehingga wajib bagi pengguna Commuter Line untuk menggunakan masker efektif yaitu dengan masker kain dan masker kesehatan. Karena, kita tujuan utamanya adalah meminimalisir penyebaran virus," ungkap Anne.

Di sisi lain, jumlah penumpang KRL saat ini mengalami penurunan 28 persen. Jika sebelumnya biasa mengangkut penumpang sekitar 420 ribu penumpang perhari, kini hanya 309 ribu penumpang.

“Jadi kalau Senin biasa kita melayani sampai 420 penumpang ribu per hari, Senin kemarin hanya sekitar 309 ribu. Juga ini kita lihat pagi ini sama baru 6 ribu yang kami layani, dari yang biasanya sudah 12 ribu," tambah Anne.

Salah satu penumpang KRL Commuter Line Ujang (40), mengaku kurang mengetahui informasi larangan tersebut. Sepengetahuannya, larangan itu hanya berlaku untuk penggunaan masker scuba saja. "Gak tahu buff juga gak boleh. Makanya saya pakai buff," kata Ujang, di Stasiun Bogor.

Meski begitu, ia mendukung aturan PT KCI dalam mengurangi resiko penularan covid-19 di dalam kereta itu. Karena, masih ada pedagang di Stasiun Bogor yang menjual masker kesehatan dan kain.

"Ya saya sih dukung aja aturannya, selama ada penjual masker kayak gini gak masalah walaupun beli lagi. Tadinya setahu saya cuma masker scuba aja yang gak boleh, jadi saya pake buff," ungkapnya.

Penumpang KRL lainnya Suhardi (39) mengatakan cukup terkejut dengan aturan tersebut. Pasalnya, ia belum mengetahui larangan baru itu. Beruntung, terdapat penjual masker kesehatan di area depan stasiun. Ia mengaku mendukung aturan yang diberlakukan oleh PT KCI tersebut.

Seperti diketahui, PT KCI selaku operator operasional KRL, melarang penggunaan masker scuba kepada penumpangnya. Larangan ini di sebar di sejumlah stasiun yang ada di wilayah Jabodetabek.

Tidak hanya itu, larangan tersebut juga diberlakukan untuk penumpang kereta jarak jauh. Penggunaan masker scuba dan buff dinilai kurang efektif untuk mencegah penularan Covid-19 di dalam kereta yang notabene pasti selalu ramai oleh penumpang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSBB, Pemprov DKI Kumpulkan Denda Rp 22,7 Juta

Sanksi yang diterapkan mulai dari teguran, sosial, sampai denda administratif.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Tower 4 Mulai Terima Pasien Tanpa Gejala

Satu unit kamar di Wisma Atlet Kemayoran umumnya digunakan untuk dua orang.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

BMKG: Ada Beberapa Kejadian Petir Saat Warga Laporkan Suara Dentuman

Berdasarkan hasil monitoring, patut diduga suara tersebut bersumber dari petir.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Ratusan OTG Dirujuk ke Wisma Atlet, Belum Ada Jemput Paksa

Rencananya, hari ini baru dimulai kembali rujukan ke sana dari berbagai puskesmas.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Pemkot Tangerang Belum Terapkan Denda bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Penerapan denda juga akan diatur mekanismenya, sehingga tidak ada pelanggar yang membayar denda kepada petugas yang berpotensi menjadi pelanggaran.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Pasien dengan Penyakit Bawaan Masuk Tower 5 Wisma Atlet, Kok Bisa?

Kejanggalan screening puskesmas ketika pasien hendak memasuki ruang isolasi.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Sebagian Gedung Kemsos di Salemba Terbakar

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.55 WIB

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

Penanganan Covid-19, Kebijakan Jakarta Harus Didukung

Selama hampir tujuh bulan pandemi Covid-19, episentrum Indonesia ada di wilayah Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 21 September 2020

6 Hari Operasi Yustisi, 17.385 Pelanggar Protokol Kesehatan Dijerat Sanksi Sosial

Sejumlah perkantoran dan rumah makan ditutup karena melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020

Dua Bulan di Bogor, Bandar Sabu Asal Aceh Ditangkap Polisi

Satnarkoba Polres Bogor mengamankan dua bandar narkoba dengan barang bukti sabu hampir 500 gram. Dua pengedar asal Aceh itu baru dua bulan di menetap Bogor.

MEGAPOLITAN | 20 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS