Jangan Jadikan 1 Desember Sebagai “Hari Sakral” di Papua
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Jangan Jadikan 1 Desember Sebagai “Hari Sakral” di Papua

Jumat, 30 November 2018 | 15:27 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta – Jajaran pengurus Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Papua mengaku telah mendengar bahwa mahasiswa asal Papua dari berbagai perguruan tinggi di Jawa dan Bali, akan mengadakan aksi unjuk rasa damai di berbagai kota di Indonesia, menyambut tanggal 1 Desember yang setiap tahun selalu dirayakan sebagai hari “kemerdekaan” bagi orang Papua.

Terkait hal itu, Ketua PPKRI Papua Stevanus S Wetipo meminta para generasi muda mahasiswa asal Papua jangan menjadikan momentum 1 Desember sebagai “hari sakral” bagi orang Papua, dengan mengaitkan ke sejarah masa lampau Papua di era 1960-an.

“PPKRI tidak melarang atau menghalangi aksi-aksi yang akan dilakukan oleh para mahasiswa asal Papua untuk menyambut tanggal 1 Desember 2018, karena itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat setiap warga negara. Akan tetapi, semuanya harus tetap dalam konteks berdemokrasi dengan mengindahkan seluruh peraturan serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dan martabat bangsa Indonesia pada umumnya ,dan Papua khususnya,” kata Stevanus di Jakarta, Jumat (30/11).

PPKRI, kata Stevanus, menghimbau para mahasiswa asal Papua di berbagai perguruan tinggi di manapun berada di seluruh Indonesia untuk menyudahi kebiasaan bertepatan dengan 1 Desember seolah-olah tanggal tersebut menjadi sangat sakral bagi orang Papua.

“Ini hanya akan menimbulkan rasa trauma, dendam, dan marah yang tidak berkesudahan,” kata Stevanus, yang berasal dari Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Papua.

Menurut dia, jauh lebih berguna dan bermanfaat jika generasi Papua fokus untuk menekuni pendidikan mereka dari tingkat dasar hingga ke jenjang tertinggi agar kelak bisa menjadi pemimpin dan membawa Papua menjadi lebih baik ke depan.

“Lebih baik bersekolah atau berkuliah yang baik, pintar, bersaing, berkompetisi dengan saudara-saudara dari daerah lain sehingga bisa teruji kemampuannnya menjadi seorang pemimpin ke depan,” kata Stevanus.

Kata Stevanus, jangan sampai sebagai orang Papua, hanya selalu dimanfaatkan oleh sekelompok orang atau organisasi tertentu yang mengatasnamakan hak asasi manusia (HAM) atau alasan apapun tetapi justru mengadu domba, memecah belah masyarakat Papua.

“Padahal oknum -oknum tersebut belum tentu pernah ke Papua dan melihat kondisi riilnya hari ini, dan kita orang Papua hanya dijadikan obyek yang ujung-ujungnya yang rugi adalah orang Papua. Sementara orang atau kelompok tertentu cuci tangan. Tentunya hal ini mengenaskan bagi masyarakat Papua,” kata Stevanus.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gagalkan Aksi Teror di Lamongan, Bripka Andreas Diberi Penghargaan

Bripka Andreas mata kanannya masih diperban karena terkena tembakan kelereng.

NASIONAL | 30 November 2018

Kasus Bahar Smith, Polisi: Ancamannya 6 Tahun

Berdasarkan UU ITE ancaman penghinaan adalah enam tahun.

NASIONAL | 30 November 2018

Mendagri: Wajar Bahar Smith Dilaporkan

Ceramah Bahar Smith yang berupa fitnah adalah hal yang tidak patut.

NASIONAL | 30 November 2018

Kasus Habib Bahar, Polisi Akan Periksa Ahli

“Tim dari siber sudah dibentuk dan gelar perkara untuk menentukan konstruksi hukumnya. Dari hasil gelar itu tim membuat rencana tindak lanjut,” kata

NASIONAL | 30 November 2018

Kementerian dan Lembaga Saling Berkoordinasi Wujudkan Cita-cita Pembangunan

Selanjutnya ada Bulog yang menyediakan stok distribusi bahan pangan.

NASIONAL | 24 November 2018

Rumah Warga Kutai Kartanegara Tiba-Tiba Roboh, Diduga Likuifaksi

Sejumlah rumah warga Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur roboh diduga akibat tanah bergerak atau likuifaksi.

NASIONAL | 30 November 2018

Memahami Tugas dan Fungsi Kementerian Pertanian

Berdasarkan Perpres nomor 45 tahun 2015 Kementan memiliki tugas sebagai penyelenggara pemerintah di bidang pertanian.

NASIONAL | 24 November 2018

Gelar Rakernas, Peradi Dorong Advokasi Lingkungan dan Pariwisata

Peradi pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan bakal menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Medan, Sumatera Utara pada 6 Desember hingga 8 Desember 2018 mendatang

NASIONAL | 29 November 2018

Cak Imin: Reuni 212 Jangan Sampai Ditumpangi Isu Khilafah

Ketua Umun Partai Kebangkitan bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tidak mempermasalahkan diselenggarakannya kegiatan Reuni 212 pada 2 Desember 2018 di Monas

NASIONAL | 29 November 2018

Panglima: TNI AD Pegang Peran Sentral Kehidupan Bangsa

anglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan, TNI AD sebagai bagian dari TNI selalu memegang peran sentral dalam menghadapi dinamika kehidupan berbangsa

NASIONAL | 29 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS