Eva Bande: Terjadi Ekspansi Ilegal Perkebunan Kelapa Sawit di Suaka Margasatwa Bangkiriang
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-1.38)   |   COMPOSITE 5059.22 (-5.72)   |   DBX 933.73 (-1.69)   |   I-GRADE 135.366 (-0.39)   |   IDX30 427.201 (-1.97)   |   IDX80 111.513 (-0.46)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.29)   |   IDXG30 118.405 (-0.35)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.63)   |   IDXQ30 125.347 (-0.68)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.28)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.22)   |   IDXV30 105.043 (-0.29)   |   INFOBANK15 803.622 (0.32)   |   Investor33 371.182 (-0.62)   |   ISSI 148.056 (-0.35)   |   JII 539.107 (-3.56)   |   JII70 182.679 (-0.98)   |   KOMPAS100 996.599 (-2.49)   |   LQ45 780.316 (-3)   |   MBX 1404.61 (-1.45)   |   MNC36 278.843 (-0.42)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.44)   |   SMInfra18 242.356 (-1.53)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.3)   |  

Eva Bande: Terjadi Ekspansi Ilegal Perkebunan Kelapa Sawit di Suaka Margasatwa Bangkiriang

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:45 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Morowali, Beritasatu.com - Kawasan konservasi alam adalah aset nasional yang wajib dilindungi, dilestarikan, dan dipertahankan fungsi maupun keadaannya. Suaka dan perlindungan jangka panjang adalah upaya strategis negara untuk menjamin keberlanjutannya.

Hal itu aktivis agraria Eva Bande kepada Suara Pembaruan, Senin (19/8/2019). Eva Bande mengatakan, ancaman kerusakan terhadap kawasan konservasi alam (KSA) tak mendapat perhatian. Salah satunya, kata dia, terjadi wilayah Kabupate Banggai, Sulawesi Tengah.

“Di Kabupaten Banggai dengan sengaja dan terorganisasi PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) memperluas perkebunan sawit di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bangkiriang,” sebut Eva Bande.

Padahal, menurut Peraih Yap Thiam Hien Award 2018 itu, kawasan tersebut sangat dilindungi keberadaannya berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Seperti diketahui, kawasan Suaka Margasatwa Bangkiriang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 398/kpts-II/1998 tanggal 21 April 1998 dengan luas 12.500 hektare. Selanjutnya, berdasarkan surat Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah Nomor S.930/IV.BKSDA.K-26/1/2010 tanggal 13 Oktober 2010 dinyatakan bahwa, selain memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna yang cukup tinggi seperti burung maleo dan anoa, juga memiliki tipe ekosistem hutan alluvial dataran rendah, hutan pegunungan, dan hutan sekunder.

Eva menandaskan bahwa telah ditemukan fakta bahwa PT KLS telah mengalihfungsikan seluas 562,08 hektare menjadi perkebunan sawit di dalam kawasan tersebut.

Ironisnya, menurut aktivis perempuan ini, perusahaan diduga mengorganisasi masyarakat secara licik, sehingga terkesan masyarakat yang merambah kawasan Suaka Margasatwa Bangkiriang.
“Modusnya, perusahaan menyediakan modal dan bibit kepada masyarakat, kemudian masyarakat diarahkan untuk mendapat Surat Keterangan Pemilikan Tanah (SKPT),” ungkap Eva Bande.

“Buruknya lagi, di sekitar Suaka Margasatwa Bangkiriang telah berdiri pabrik pengolahan CPO (Crude Palm Oild),” urai Eva Bande lagi.

Keberadaan pabrik tersebut, lanjut Eva Bande, telah mengundang masyarakat untuk membuka lahan baru di dalam kawasan Suaka Margsatwa Bangkiriang, karena akses ke pabrik sangat dekat.

Laporan beberapa LSM di Sulawesi Tengah mengindikasikan tingkat kerusakan kawasan Suaka Margasatwa Bangkiriang. Hasil investigasi Jaringan Tambang (Jatam) Sulteng dan Yayasan Tanah Merdeka (YTM) menunjukkan bahwa kerusakan Suaka Margasatwa Bangkiriang telah mencapai 2.645 hektare (lihat peta).

Eva mengharapkan pelanggaran hukum dari perusahaan yang sudah bertahun-tahun itu harus ditindak. “Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta Dirjen KSDAE harus segera mengambil langkah cepat melakukan tindakan hukum kejahatan lingkungan PT KLS,” tegas aktivis reforma agrarian ini.

Eva Bande lantas mengusulkan pemerintah harus merekonstruksi kembali kawasan Suaka Margasatwa Bankiriang dan area sekitarnya menjadi seperti sediakala.

“Serius tidaknya Kementerian LHK dalam penegakan hukum akan diuji dalam kasus ini,” tutup Eva Bande.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gubernur Jatim Minta Maaf kepada Warga Papua Atas Kejadian di Surabaya dan Malang

Khofifah juga menyampaikan bahwa untuk meredam kejadian agar tidak semakin meluas, Gubernur Papua Lukas Enembe berencana berkunjung ke Jatim.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

ALDP Kecam Persekusi Mahasiswa Papua

ALDP menyerukan kepolisian harus menindak tegas pelaku tindakan rasial, stigmatisasi, penganiayaan serta pengeroyokan terhadap mahasiswa Papua.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

AirAsia Buka Penerbangan ke Belitung dari Jakarta dan Kuala Lumpur

Kedua rute tersebut akan dilayani oleh AirAsia Indonesia (kode penerbangan QZ) menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Program SMN, Askrindo, Perum Perindo dan PTPN XIII Kirimkan 23 Siswa

Askrindo, Perum Perindo dan PTPN XIII mengirimkan 23 siswa berprestasi dari Kalimantan Barat ke Bali dalam program Siswa Mengenal Nusantara (SMN).

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Bencana Sampah Plastik Jadi Isu Utama Sinergi LIPI dan Seskoal

"Dengan ini kelak mereka para mahasiswa Seskoal yang diproyeksikan menjadi pimpinan TNI AL bisa lebih peduli terhadap kondisi ekosistem biota laut."

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Polda Jatim Tegaskan Tak Ada Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

"Kami jelaskan tidak ada anggota kepolisian yang menyampaikan hal tersebut (rasis). Kalaupun ada OKP (organisasi kepemudaan) kami akan lakukan penyelidikan."

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Bandara Rendani Manokwari Beroperasi Normal

Polana mengimbau, kepada seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk tetap siap siaga dan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

GMKI Polisikan Abdul Somad

GMKI akhirnya melaporkan Abdul Somad ke Bareskrim atas pernyataannya yang bernada menghina agama tertentu.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Manowakri Membara, Polri: 3 Anggota Polri Terluka

Ada beberapa titik seperti di pertigaan Swissbell yang masih panas karena massa masih marah dan sementara pasukan mundur untuk meredam agar massa lebih tenang.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Mendagri Minta Pelayanan Masyarakat Tidak Boleh Berhenti

Mendagri mengungkapkan pelayanan masyarakat tetap berjalan, walau sempat ada aksi kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

NASIONAL | 19 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS