Tembak Mati Teroris Bukan Melanggar HAM
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.44)   |   COMPOSITE 5759.92 (18.41)   |   DBX 1054.23 (6.22)   |   I-GRADE 169.662 (0.1)   |   IDX30 501.412 (0.38)   |   IDX80 131.739 (0.32)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.04)   |   IDXG30 135.832 (0.64)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.45)   |   IDXQ30 146.619 (0.01)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.13)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.58)   |   IDXV30 126.958 (0.57)   |   INFOBANK15 989.895 (1.39)   |   Investor33 430.473 (-0.07)   |   ISSI 168.725 (0.32)   |   JII 619.114 (-0.33)   |   JII70 212.184 (0.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (2.46)   |   LQ45 920.779 (1.79)   |   MBX 1601.16 (4.49)   |   MNC36 321.923 (0.11)   |   PEFINDO25 313.689 (1.8)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.12)   |  

Tembak Mati Teroris Bukan Melanggar HAM

Senin, 18 November 2019 | 15:21 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Agus Yohanes mendukung Polda Sumut dan Densus 88 Antiteror Mabes Polri untuk menumpas teroris sampai ke akar - akarnya, khususnya memberantas kelompok bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution.

"Tindakan tegas aparat kepolisian dengan menembak mati dua terduga teroris di Hamparan Perak, Sabtu akhir pekan lalu tersebut, bukan merupakan bentuk pelanggaran HAM.Tindakan aparat menembak mati terduga teroris itu patut diapresiasi," ujar Agus Yohanes kepada Suara Pembaruan, Senin (18/11/2019).

Agus yang juga mantan aktifis Kontras mengatakan, kelompok aliran keras yang menebar teror di ibu kota Sumut itu merupakan pelaku pelanggaran HAM berat. Kelompok radikal itu juga orang yang tidak beragama. Sebab, ajaran agama tidak pernah mengajarkan maupun membenarkan melakukan pembunuhan.

"Ledakan bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution merupakan momentum bagi aparat kepolisian untuk menumpas habis teroris di Tanah Air. Masyarakat dipastikan memberikan dukungan terhadap aparat, termasuk jika menembak mati kelompok teroris yang memberikan perlawanan," katanya.

Agus yang juga pemerhati kepolisian ini mengungkapkan, kawasan lingkungan yang kurang proaktif dengan pendatang baru merupakan lokasi strategis buat kelompok radikal dalam memperluas jaringannya. Mereka juga lebih muda untuk merencanakan aksi teror di tengah masyarakat.

"Kawasan Hamparan Perak maupun Belawan merupakan lokasi strategis bagi kelompok teroris dalam melebarkan sayapnya. Lokasi itu strategis karena sepi dan tidak jauh dari perairan. Sehingga, mereka bebas melakukan perencanaan termasuk merakit bom untuk menebar teror bom bunuh diri," ungkapnya.

Agus menduga, tidak sedikit warga yang sudah terpapar radikalisme. Indikasi ini terlihat dari aktivitas kelompok itu sudah berjalan lima tahun dalam melakukan perkumpulan pengajian di Medan. Oleh karena itu, aparat kepolisian harus bisa memberantas teroris sampai ke akarnya.

"Memberantas teroris bukan hanya tugas aparat kepolisian semata. Peran serta masyarakat juga dibutuhkan untuk mengawasi lingkungan sekitarnya. Pemerintah pun harus mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Sediakan anggaran untuk mencegah berkembangnya teroris," imbuhnya.

Menurutnya, pengaktifan siskamling bisa mencegah serangan susulan dari kelompok teroris tersebut. Soalnya, tidak bisa dipungkiri, teroris mempunyai sasaran penyerangan. Selain kantor polisi maupun pusat keramaian, rumah ibadah seperti gereja menjadi incaran dalam menebar teror.

"Dalam waktu dekat akan memasuki bulan Desember. Semua pihak harus mengantisipasi dan mewaspadai serangan bom saat perayaan natal. Kelompok teroris ini selalu memanfaatkan kesempatan, dimana begitu pengamanan lemah maka teror itu dilaksanakan," pungkasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PWI Siapkan Pendidikan Jurnalistik Jarak Jauh

Keseragaman berita yang semakin sering mewarnai pemberitaan media massa online tersebut cenderung membuat penghargaan masyarakat terhadap media berkurang.

NASIONAL | 18 November 2019

APCI Bertekad Kuasai Pasar Cat

APCI mendukung program pemerintah mengenai pemenuhan akan tingkat komponen dalam negeri.

NASIONAL | 18 November 2019

Amir dan Istri Bomber Medan Ikut Latihan Paramiliter

"DA juga bersama suaminya ikut ke dalam jaringan JAD pimpinan Y, melakukan iddad (latihan paramiliter) bersama kelompok JAD Y,” kata Dedi Prasetyo.

NASIONAL | 18 November 2019

Kelompok Teroris Sumut Diduga Memulai Gerakannya Sejak 2015

Di lokasi tambak udang, kelompok terduga terorisme itu diduga merakit bom bunuh diri yang digunakan Rabbial melakukan aksi bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

NASIONAL | 18 November 2019

23 Anggota Jaringan Bom Medan Dibekuk, 4 Serahkan Diri

Dari 23 orang tersebut, masih kata Dedi, 4 di antaranya menyerahkan diri.

NASIONAL | 18 November 2019

Anggota DPR Masih Bingung Maksud Prabowo Sekolahkan Taruna TNI ke AS dan Malaysia

Menurut Abdul Haris, belum pernah ada seorang yang masih level taruna namun sudah mengambil pendidikan di luar negeri.

NASIONAL | 18 November 2019

Sedang Umrah, Ketua DPR Minta Israel Hentikan Serangan

"Kemarin waktu ketemu Menlu Maroko saya menekankan pentingnya dukungan terhadap Palestina dengan meningkatkan solidaritas sesama negara muslim,” ujar Puan.

NASIONAL | 18 November 2019

Produksi Telur di Jawa Timur Aman untuk Dikonsumsi

Telur-telur yang dipasarkan peternakan ini hanya yang Grade A atau kualitas terbaik.

NASIONAL | 18 November 2019

Perusahaan di Malaysia Dukung Pelayanan Paspor “Jemput Bola”

Terobosan ini untuk kepentingan pelayanan yang sesuai prosedur.

NASIONAL | 18 November 2019

Ketua PWI Pusat: Peningkatan Kualitas Jurnalis Harus Terus Diupayakan

Pemberitaan media yang baik dan konstruktif sangat dibutuhkan untuk memajukan pembangunan daerah.

NASIONAL | 18 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS