Antisipasi Virus Korona, Dinkes Banten Koordinasi dengan KKP Bandara Soetta
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Antisipasi Virus Korona, Dinkes Banten Koordinasi dengan KKP Bandara Soetta

Senin, 27 Januari 2020 | 16:02 WIB
Oleh : Laurens Dami / JEM

Serang, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten telah melakukan langkah-langkah kewaspadaan dini untuk mengantisipasi penyebaran Novel Corona Virus (nCoV) atau Coronavirus pneumonia (virus korona). Salah satunya adalah koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Sebab, Bandara Soetta terletak di wilayah Banten, dan menjadi pintu gerbang masuk dan keluarnya warga dari dan menuju negara terjangkit virus korona.

“Tidak hanya itu, kami juga melakukan koordinasi lintas batas dengan Dinkes DKI Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, ketika dihubungi Suara Pembaruan, Minggu (25/1/2020).

Ati menjelaskan, langkah pertama yang telah dilakukannya adalah membuat surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota, puskesmas dan rumah sakit di wilayah Banten. Dalam surat tersebut dijelaskan bagaimana langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan penyebaran virus korona.

“Kami telah meminta kepada Dinkes kabupaten/kota untuk melakukan pengamatan terhadap peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI) dan pneumonia yang terjadi di daerah asing-masing melalui sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR). Tidak hanya itu, puskesmas dan dinkes kabupaten/kota juga melakukan penentuan dalam masa inkubasi pada orang yang datang dari negara terjangkit berdasarkan Health Alert Card (HAC) yang diberikan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ujar Ati.

Ati juga mengatakan, pihak puskemas dan rumah sakit memantau ketat dan melakukan isolasi penderita dengan gejala pneumonia dan mempunyai perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum munculnya gejala.

Lebih jauh, Ati mengatakan, pihaknya juga melakukan webinar dengan Dirjen P2P Kemkes RI dan hasil webinar di-share ke dinkes kabupaten/kota, puskesmas dan rumah sakit.

584 Kasus

Berdasarkan hasil webinar Dinkes Banten dengan Direktur Survailans dan Karantina Kesehatan Kemkes RI, Vensya Sitohang yang diterima Suara Pembaruan dari kepala Dinkes Banten, Minggu (25/1/2020) disebutkan bahwa per 23 Januari 2020, jumlah kasus virus korona secara global mencapai 584 kasus.

Ratusan kasus itu tersebar di Thailand 4 kasus, Jepang 1 kasus, Korea Selatan 1 kasus, Singapura 1 kasus dan Amerika Serikat 1 kasus. Semua kasus tersebut ada riwayat perjalanan ke Wuhan.

Sementara kasus di Tiongkok sendiri dilaporkan dari 25 wilayah dengan total 575 kasus di mana 375 kasus di antaranya dilaporkan dari Provinsi Hubei. Dari ratusan kasus tersebut, 95 kasus dikategorikan parah dan 17 kasus kematian.

Pendapat WHO

Selanjutnya dalam webinar tersebut disebutkan bahwa World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia telahnya menyampaikan beberapa pendapatnya tentang nCoV atau virus korona:

Pertama, WHO telah mengumumkan bahwa nCoV saat ini belum bisa dikategorikan sebagai public health emergency of international concern (PHEIC), namun merupakan kasus high risk di Tiongkok, regional dan global, sehingga WHO tetap terus memantau perkembangan penyakit ini

Kedua, tidak ada bukti kuat penularan antar manusia, namun bukan berarti hal ini tidak akan terjadi karena masih banyak hal yang belum diketahui mengenai penyakit ini, seperti sumber penularan dan tingkat keparahannya.

Ketiga, WHO tidak merekomendasikan restriksi perjalanan ke Tiongkok terutama Wuhan, namun diharapkan semua negara tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap pelaku perjalanan yang baru tiba dari Tiongkok.

Keempat, informasi mengenai corona virus dan pedoman teknis dan rekomendasi untuk mencegah penularan tersedia di website WHO.

Kesiapan Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI telah melakukan sejumlah langkah kesiapan dan kesiapsiagaan serta kewaspadaan dini yakni dengan menyampaikan Surat Edaran Dirjen P2P No. SR.0364/II/55/2020 tanggal 6 Januari 2020 mengenai Kesiapsiagaan dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia dari Negara Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, KKP, B/BTKL-PP, dan seluruh rumah sakit rujukan nasional dan regional.

Selanjutnya, Surat Edaran Dirjen Yankes No. YR.01.02/III/0027/2020 tanggal 7 Januari 2020 mengenai Kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam Penanganan Penyakit Infeksi Emerging ke 100 rumah sakit rujukan flu burung (berdasarkan Kepmenkes No 414 Tahun 2007 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Flu Burung (Avian Influenza). Diikuti dengan penyampaian surat kepada rumah sakit rujukan flu burung untuk melakukan pendataan ulang terkait sumber daya yang ada di rumah sakit.

Penyiapan pedoman kesiapsiagaan dalam menghadapi nCoV yang meliputi deteksi, manajemen klinis, pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi risiko.

Penyampaian press release terkait nCoV sebagai salah satu upaya komunikasi risiko kepada masyarakat dan dan terus melakukan tindakan edukasi yang massive sebagai upaya promotif dan preventif.

Tidak hanya itu, Laboratorium Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) Balitbangkes dan 5 laboratorium regional influenza (BBTKL-PP Jakarta, UI, Unhas, BBLK Palembang, dan BBLK Makassar) sudah memiliki kemampuan untuk konfirmasi nCoV. Namun saat ini pemeriksaan baru akan dilakukan oleh Balitbangkes.

Kemkes RI juga melakukan identifikasi daerah-daerah berisiko yang memiliki akses langsung dari dan ke Tiongkok baik melalui darat, laut, dan udara yaitu Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Bitung, dan Manado.

Tersedia dan berfungsinya 195 thermal scanner di 135 pintu masuk negara untuk mengidentifikasi secara cepat gejala awal peningkatan suhu tubuh pelaku perjalanan.

Dan yang terakhir, tersedia logistik kesiapsiagaan dan penanganan kasus nCoV terutama di daerah-daerah berisiko yang memiliki akses langsung dari Tiongkok melalui darat, laut, dan udara (alat pelindung diri lengkap, masker N-95, dan health alert card).



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sekda Bengkulu Pastikan Ribuan Tenaga Honorer Pemprov Tak Akan Diberhentikan

Bahkan, SK perpanjang mereka sebagai tenaga honorer untuk 2020 sudah dibagikan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

NASIONAL | 27 Januari 2020

Batam Tidak Larang Warganya Berpergian ke Singapura

Angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, tetap nampak normal pada Senin.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Penerbangan Batam ke Shenzen dan Xian Tiongkok Dihentikan

Penerbangan dari dua kota Tiongkok ke Batam menggunakan pesawat sewaan oleh biro perjalanan khusus untuk membawa turis mengunjungi Batam secara langsung.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Warga Kaur Tewas Tenggelam di Sungai Sawang

Korban sebelum dinyatakan hilang sempat pamit dengan keluarganya untuk pergi memancing ikan di Sungai Sawang.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Penghuni Lapas dan Rutan di Bengkulu Didominasi Napi Kasus Narkoba

Napi kasus narkoba sebanyak 704 orang itu, meliputi pengedar dan bandar sebanyak 483 orang dan pengguna sebanyak 221 orang.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Operator Transportasi Diminta Antisipasi Masuknya Virus Korona

Seluruh stakeholders transportasi diminta melakukan upaya antisipasi pencegahan masuknya virus korona ke Indonesia.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Warga Sumut Terisolir di Wuhan, Edy Rahmayadi: Jumlahnya Masih Didata

Proses evakuasi oleh pemerintah terhadap WNI di Wuhan, belum memungkinkan.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Mengenal Virus Korona dan Pencegahannya

Wabah virus korona telah menewaskan puluhan korban dan ratusan orang tengah kritis mendapatkan perawatan di rumah sakit di sejumlah negara.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Kemlu Diminta Pantau dan Lindungi WNI di Wuhan dari Virus Korona

Pemerintah Indonesia sepatutnya memastikan pemerintah kota Wuhan memenuhi kebutuhan mahasiswa Aceh yang mulai kehabisan stok masker.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Sepanjang 2005-2014, Total Tenaga Honorer yang Diangkat 1.070.092 Orang

Selama lima tahun mendatang, pemerintah tidak lagi merekrut tenaga honorer.

NASIONAL | 27 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS