Waspada Penyakit Menular, Jateng Batasi Keluar Masuk Hewan Ternak
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0)   |   COMPOSITE 5759.92 (0)   |   DBX 1054.23 (0.41)   |   I-GRADE 169.662 (0.59)   |   IDX30 501.412 (2.05)   |   IDX80 131.739 (0.51)   |   IDXBUMN20 371.622 (1.64)   |   IDXG30 135.832 (0.57)   |   IDXHIDIV20 450.213 (2.13)   |   IDXQ30 146.619 (0.62)   |   IDXSMC-COM 244.641 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (1.49)   |   IDXV30 126.958 (0)   |   INFOBANK15 989.895 (3.65)   |   Investor33 430.473 (1.38)   |   ISSI 168.725 (0)   |   JII 619.114 (0)   |   JII70 212.184 (0)   |   KOMPAS100 1175.82 (0)   |   LQ45 920.779 (3.88)   |   MBX 1601.16 (0)   |   MNC36 321.923 (1.13)   |   PEFINDO25 313.689 (0.43)   |   SMInfra18 292.004 (0)   |   SRI-KEHATI 368.014 (0)   |  

Waspada Penyakit Menular, Jateng Batasi Keluar Masuk Hewan Ternak

Rabu, 26 Februari 2020 | 19:35 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan membatasi keluar masuknya hewan ternak dari daerah endemik penyakit yang dapat menular dan membahayakan nyawa manusia (zoonosis).

Kementerian Pertanian sendiri telah menetapkan 25 penyakit prioritas yang termasuk dalam penyakit hewan menular strategis (PHMS). Dari daftar prioritas itu, terdapat lima jenis penyakit yang menajdi perhatian khusus, yakni rabies, antraks, tuberkulosis, avian influenza (flu burung) dan hog cholera.

"Penyakit ini menjadi prioritas pencegahan dan pemberantasannya di Jateng. Sehingga, kita batasi keluar masuknya hewan di Jateng. Di pos lalu lintas ternak yang ada di perbatasan Jateng, kita tingkatkan biosekuriti," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lalu Muhamad Syafriadi, Rabu (26/2/2020).

Lalu mengatakan, penyakit itu menyebar dengan sangat cepat, menyebabkan kematian yang juga cepat pada hewan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi.

Penolakan terhadap masuknya hewan, produk hewan (daging segar maupun olahan) juga dilakukan secara masif. Deteksi dini, pelaporan dini dan tindakan dini juga dimaksimalkan.

Sementara, di internal, rumah-rumah pemotongan hewan maupun peternakan secara intensif dilakukan pemantauan dan pemberian tambahan vaksinasi.

Lalu menambahkan, baru-baru ini juga sedang mewabah di dunia beberapa penyakit yang bersumber dari hewan seperti penyakit African Swine Fever (ASF).

ASF sudah dideklarasikan masuk ke Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 pada 12 Desember 2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit Demam Babi Afrika (African Swine Fever) pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Walaupun penyakit ASF tidak menular ke manusia namun menyebabkan kematian pada ternak sampai 100 persen dan sampai saat ini belum ada vaksin ataupun obat khusus, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi.

"Mewabahnya zoonosis ini ditengarai sebagai dampak adanya degradasi ekosistem, pemanasan global dan urbanisasi penduduk yang progresif. Pemicu utama wabah zoonosis lainnya adalah munculnya pertumbuhan yang cepat dari populasi manusia dan satwa, serta semakin mendekatnya kontak hewan domestik dengan satwa liar dan produk-produknya yang menyebabkan insiden zoonosis meningkat," jelasnya.

Selain itu, dengan adanya pola hidup yang tidak ramah lingkungan akan mempercepat terjadinya wabah zoonosis di daerah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wabah zoonosis dapat berpotensi menyebar dan meluas antarnegara dan antarkawasan regional yang disebut pandemik.

Apabila pandemik zoonosis terjadi, maka berbagai kelumpuhan pelayanan publik akan merugikan masyarakat dan dunia usaha. Kunci keberhasilan untuk mereduksi dampak wabah zoonosis adalah upaya pencegahan dan pengendalian secara lintas sektor yang terkoordinasi, serta komitmen semua pihak.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rano Karno Tak Pernah Lihat Bentuk Fisik Dana dari Wawan

Seluruh lalu lintas keuangan diatur oleh Agus Uban dan pertanggungjawaban penggunaannya dilaporkan langsung kepada Wawan selaku ketua tim pemenangan.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Ombudsman Dukung MA Larang Rekam Persidangan

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mendukung MA yang melarang pengambilan foto, rekaman suara, rekaman TV saat persidangan tanpa seizin Ketua Pengadilan Negeri

NASIONAL | 26 Februari 2020

Wishnutama Jelaskan Alasan Sewa Influencer Rp 72 Miliar

Anggaran Rp 72 miliar untuk menyewa influencer lebih mengarah pada promosi wisata.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Pengelolaan 3 Bandara di Sekitar Ibu Kota Baru Akan Digabung

Pemerintah berencana menggabungkan pengelolaan tiga bandara di sekitar ibu kota baru.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Survei Ombudsman: Kualitas Pelayanan Publik, Yogyakarta Jadi Provinsi Terbaik

Berdasakan survei Ombudsman, Yogyakarta menjadi provinsi dengan kualitas pelayanan publik terbaik

NASIONAL | 26 Februari 2020

GrabExpress Recycle Ajak Konsumen Daur Ulang Sampah

Danone-Aqua beserta Grab jalin kerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Jokowi: RUU Ibu Kota Akan Diserahkan Usai Reses DPR

Menurut Jokowi, RUU Ibu Kota akan diserahkan setelah masa reses DPR berakhir pada 22 Maret 2020.

NASIONAL | 26 Februari 2020

RSUP Kariadi: Pasien Meninggal karena Bronkopneumonia

Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang memastikan bahwa pasien yang meninggal karena menderita bronkopneumonia.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Kemdagri Akan Investigasi Penyimpangan Dana Otsus Papua

Kemdagri akan menginvestigasi informasi penyalahgunaan dana otsus.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Mendagri Usulkan Kontingen PON Didampingi TNI-Polri

Mendagri mengusulkan pendampingan dari anggota TNI dan Polri di setiap kontingen.

NASIONAL | 26 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS