New Normal Pendidikan, Gubernur Sumut Minta Masukan Dokter Anak dan Psikolog
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

New Normal Pendidikan, Gubernur Sumut Minta Masukan Dokter Anak dan Psikolog

Selasa, 9 Juni 2020 | 12:00 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) sedang merampungkan konsep tentang penerapan tatanan kehidupan yang baru (new normal) yang aman dari Covid-19 di sektor pendidikan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, dalam menerapkan kehidupan normal di sektor pendidikan, pihaknya meminta masukan dari dokter anak, psikolog, tokoh pendidikan maupun berbagai kalangan.

"Mereka memberikan masukan agar new normal sektor pendidikan jangan dilaksanakan secara terburu - buru. Saran mereka positif karena pandemi ini masih terjadi," ujar Edy Rahmayadi, Selasa (9/6/2020).

Edy mengatakan, kalangan dokter, psikolog maupun berbagai kalangan, memberikan saran agar proses belajar - mengajar dengan tatap muka langsung antara guru dan murid sekolah, dibuka pada Desember 2020.

"Sayakan sebagai tataran kebijakan, harus melihat situasi dan meminta berbagai masukan seluruh ahli termasik tokoh pemuda, tokoh agama maupun lainnya. Masukan ini penting agar tidak berisiko," katanya.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, proses belajar terhadap pelajar tidak boleh dihentikan meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Sebab, kalangan pelajar ini merupakan generasi peneruss masa depan bangsa.

"Saya minta kepada seluruh sekolah untuk tetap melanjutkan proses belajar - mengajar dengan memanfaatkan teknonologi. Kita meminta kepala daerah juga membuat inovasi belajar secara daring," sebutnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dinkes Diminta Tracing Warga yang Kontak dengan Jenazah Covid-19

Pemakaman pasien tidak menggunakan protokol Covid-19 karena hasil uji swab belum keluar.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Pesawat Pelita Air Tergelincir dan Tabrak Pagar Bandara Karubaga, Papua

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat ini pilot telah dievakuasi ke RSUD Karubaga untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan oleh tim medis.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Penumpang KRL di Stasiun Bogor Masih Menumpuk

Guna mengatasi, penumpukan lebih lama, pengelola KRL mengoperasikan KRL lebih intensif yakni pemberangkatan kereta setiap lima menit.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Program BPJamsostek di Desa Makin Ekspansif

Selain manfaat tambahan program kecelakan kerja, terdapat beberapa peningkatan manfaat jaminan kematian di antaranya santunan kematian.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Usulan Menteri Asal Maluku Terus Berkembang

Kabinet harus bersinergi merealisasikan visi misi Presiden Jokowi.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Wagub Sulsel Apresisai Inovasi Petani di Tengah Pandemi Covid-19

Pompa hydraulic ram pump (hydrant) dijalankan dengan tenaga air itu sendiri.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Reaktif Rapid Test, Pekerja Migas Batal Ikut Penerbangan dari Sorong

Tim medis puskesmas langsung menangani pria tersebut dengan melakukan karantina mandiri.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Kabupaten Gorontalo Miliki 'Kampung Kuat' Cegah Covid-19

Terbangun kebiasaan masyarakat untuk membudayakan hidup bersih.

NASIONAL | 9 Juni 2020

Kasus Pencemaran Nama Anggota DPR, Polisi Periksa Ajudan Bupati Agam

Total ada 14 saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik.

NASIONAL | 9 Juni 2020

New Normal dan Matinya American Dream

Kalau sistem ekonomi Pancasila menjadi konsern bersama, Indonesia seharusnya sudah berdaulat, mandiri, dan kuat dalam ekonomi.

NASIONAL | 9 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS