Abaikan Protokol Kesehatan, Pasar Tradisional di Bengkulu Rentan Penularan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Abaikan Protokol Kesehatan, Pasar Tradisional di Bengkulu Rentan Penularan Covid-19

Selasa, 23 Juni 2020 | 10:57 WIB
Oleh : Usmin / JEM

Bengkulu, Beritasatu.com - Sejumlah pasar tradisonal di Kota Bengkulu, di antaranya Pasar Panorama, Pasar Minggu Baru Kota dan Pasar Bentiring, sangat rentan penularan virus corona atau Covid-19. Hal ini karena banyak pedagang maupun pembeli hyang mengabaikan protokol kesehatan sesuai imbuan pemerintah untuk mencegah penularan virus corona.

Adapun protokol kesehatan yang belum maksimal dilaksanakan para pedagang, antara lain mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak atau physical distancing dan tidak berkerumun atau berkumpul dengan banyak orang.

Hal ini tampaknya belum berlaku di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu. Kondisi ini terlihat di Pasar Panorama, Kota Bengkulu. Para pedagang banyak tidak menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dan physical distancing benar-benar diabaikan.

Para pedagang di pasar tradisional terbesar di Kota Bengkulu, ini terkesan menganggap sepele wabah virus corona. Mereka santai saja dalam melayani pembeli tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak, serta tidak membiasakan mencuci tangan setelah melakukan transaksi dengan konsumen sesuai imbauan pemerintah agar tidak terjangkit Covid-19.

Kondisi demikian juga terjadi di Pasar Minggu Baru Koto dan Pasar Bentiring serta pasar trandisional lainnya di Kota Bengkulu. Padahal, Dinkes dan Tim Satgas Gugus Tugas Penangganan Covid-19 Bengkulu, telah berulangkali mengimbau para pedagang di pasar setempat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Namun, imbauan ini tidak digubris dengan baik oleh pedagang. Buktinya, masih banyak pedagang tidak menggunakan masker, jagak jarak dan mencuci tangan. Padahal, pihak pengelolah pasar, seperti UPTD Pasar Panorama Kota Bengkulu, telah menyiapkan beberapa titik lokasi atau tempat cuci tangan di pasar tersebut.

Tetapi, tempat cuci tangan tersebut, tidak begitu dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang setempat. Bahkan, air yang ada di dalam tekmon untuk keperluan cuci tangan disalahgunakan pedagang untuk menyirami barang daganganya, seperti sayur-mayur dan ikan segar.

Dengan demikian, air bersih yang disiapkan pengelolah pasar bukan untuk cuci tangan mencegah terjangkit Covid-19, tapi digunakan untuk menyirami sayur dan ikan basah yang mereka jual. Akibatnya, drum air yang disiapkan tersebut, tidak diisi air lagi oleh pengelolah pasar.

"Payah Pak, pedagang sulit diatur, mereka menganggap enteng Covid-19. Buktinya, masih banyak tidak memakai masker dan jaga jarak. Padahal, pemerintah sudah membagikan masker kepada pedagang dan mengimbau agar mematuhi protokol kesehatan," kata Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pasar Panorama,Kota Bengkulu, Roni Bambang, di Bengkulu, Selasa (23/6).

Dijelaskan, petugas TNI, Polri dan Satpol PP hampir setiap hari mendatangi pasar tradisional mengimbau pedagang agar menerapkan protokol kesehatan, sehingga terhindar dari terjangkit virus corona, tapi masih saja ada pedagang yang bandel tidak mematuhinya.

Akibat dari para pedagang tidak mematuhi protokok kesehatan dalam melaksanakan aktivitas di pasar, menyebabkan satu orang pedagang di Pasar Panorama, Kota Bengkulu terjangkit positif virus corona, dan menularkan ke anggota keluarganya.

"Sekarang para pedagang di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, panik setelah ada satu orang terjangkit positif Covid-19. Mereka baru banyak memakai masker dan jaga jarak, serta tidak lagi berkerumunan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya pedagang Pasar Panorama terjangkit virus corona pihak Dinkes Kota Bengkulu, telah melakukan tracing terhadap orang-orang yang pernah bersentuhan secara langsung kepada pedagang tersebut.

Roni Bambang menambahkan, tahap pertama pihaknya sudah melakukan rapid test terhadap 35 orang pedagang Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Minggu (21/6/2020) lalu. Dari hasil rapid test tersebut, sebanyak 7 orang dinyatakan reaktif.

"Pedagang yang reaktif ini akan dilakukan pemeriksaan uji sampel swab oleh Dinkes Kota Bengkulu, untuk memastikan apakah mereka positif atau negatif Covid-19. Kita berharap mereka semuanya aman dari terjangkit Covid-19," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Teguh Suwarno melalui Kabid Humas, Kombes Pol Sudarno. Ia mengatakan, jajaran Polda Bengkulu, hingga ke pelosok desa mengimbau masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehar-hari, termasuk para pedagang di pasar tradisonal di Kota Bengkulu.

Namun, masih banyak pedagang yang tidak menerapkan hal tersebut, salah satunya tidak memakai masker. "Kita jengkel masyarakat yang bandel mengabaikan protokol kesehatan, tapi tidak bisa menindak tegas secara hukum karena dasar hukumnya tidak ada. Jadi, kita hanya sebatas menegur dan minta mereka taat memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Sudarno menambahkan, keberhasilan mengatasi wabah Covid-19 hanya dapat dilakukan jika masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-sehari sesuai imbuan pemerintah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat Bengkulu, wajin menjalankan protokol kesehatan jika ingin terhindar dari terjangkit virus corona.

"Jajaran Polda Bengkulu, akan terus menerus melakukan sosialisasi dan imbuan kepada masyarakat agar patuh terjadap protokol kesehatan agar terhindari dari terjangkit virus mematikan tersebut," ujarnya.

Rapid Test Massal

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, untuk memastikan para pedagang Pasar Panorama, Kota Bengkulu, aman dari penyebaran virus corona pihaknya melalui Dinkes Kota Bengkulu, akan melakukan rapid test masal di pasar tersebut, Rabu (24/6/2020).

"Semua pedagang di Pasar Panorama kita minta menjalani rapid test untuk memastikan apakah mereka ada gejala terjangkit Covid-19 apa tidak. Saya minta para pedagang bersedia melakukan pemeriksaan rapid test gratis tersebut," ujarnya.

Herwan menambahkan, pedagang tidak perlu takut untuk menjalani rapid test Covid-19, karena jika hasilnya reaktif akan sikapi dengan pemeriksaan swab di lab Kesda Bengkulu guna memastikan positif atau negatif.

"Yang jelas, sepanjang mereka tidak pernah bersentuhan dengan orang terkena Cobid-19 hasilnya pasti tidak reaktif dan sebaliknya jika sempat bersentuhan langsung, maka kemungkinan hasilnya reaktif," ujarnya.

Pemeriksaan rapid test masal ini, kata Kepala Dinkes Bengkulu untuk mengantisipasi muncul klaster baru Covid-19 di Kota Bengkulu. Karena itu, pihaknya mengharapkan para pedagang Pasar Panorama dengan senang hati bersedia ikut rapid test.

Pemeriksaan rapid test masal yang dilakukan Dinkes Kota Bengkulu terhadap pedagang Pasar Panorama tersebut dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 pada 1 Juli meendatang.

Pelaksanaan rapid test Covid-19 masal terhadap pedagang Pasar Panorama, Kota Bengkulu tersebut, disambut baik oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bengkulu. "Kita berharap rapid test masal terhadap pedagang Pasar Panoroma, Kota Bengkulu, dapat berjalan lancar dan sukses, serta tidak ada yang positif," ujar anggota Tim Gugus Tugas Covid- 19 Bengkulu, Rusdi Bakar.

Rusdi menambahkan, dengan tidak yang positif maka kasus Covid-19 di Bengkulu, tidak bertambah lagi, sehingga kurvanya terus melandai. "Sekarang di Bengkulu lebih banyak pasien sembuh ketimbang jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat. Pasien sembuh 72 orang dan pasien yang masih dirawat tinggal 34 orang," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspadai Sampah APD di Teluk Jakarta

Pada Maret-April 2020 naik menjadi 16 persen

NASIONAL | 23 Juni 2020

Ini Sepak Terjang Freestyler Ardhi Andryadi

Freestyler sepak bola Ardhi Andryadi ini aktif mewakilkan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Kaltara Optimalkan Empat Proyek Prioritas Dorong Perekonomian

Pembangunan PLTA ini juga masuk ke dalam proyek strategis nasional

NASIONAL | 23 Juni 2020

Kempora Akan Gelar Extreme Sport Video Challenge

Extreme Sport Video Challenge ini akan dimulai pada 6 Juli mendatang.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Hadiri Webinar I'M Gen Z, Menpora Bahas Diundurnya PON Papua

Menpora Zainudin Amali menyatakan PON Papua diundur lantaran penyelesaian venue dan tempat penginapan terhambat akibat Covid-19.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Menpora Angkat Bicara Soal Polemik PSSI dan Shin Tae-yong

Menpora menyatakan pihaknya tidak ingin ikut campur terkait persoalan PSSI dengan pelatih Shin Tae-Yong.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Persyaratan Usia dalam PPDB Diatur Permendikbud

Untuk itu, permasalahan usia yang terjadi dalam sistem PPDB DKI Jakarta sebetulnya sesuai dengan apa yang tertera dalam Permendikbud tersebut.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Kemdikbud Akan Lakukan Relaksasi Kurikulum

Dengan begitu, guru tidak fokus pada ketuntasan kurikulum melalui pelatihan daring dan seminar.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Kemdikbud: Selama Belajar di Rumah, Jumlah Jam Belajar Siswa Berkurang

Biasanya siswa hanya belajar dua jam sehari dan dalam seminggu maksimum hanya empat hari sehingga siswa kehilangan pengalaman belajar.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Rhenald Kasali Ingatkan ASN Bahaya Fenomena NKSPBS

Menurut Rhenald, aparatur sipil negara (ASN) perlu menggerakkan birokrasi pemerintahan dan menjauhi fenomena NKSPBS.

NASIONAL | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS