Wabah DBD Meningkat di Bengkulu Selatan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Wabah DBD Meningkat di Bengkulu Selatan

Selasa, 23 Juni 2020 | 11:37 WIB
Oleh : Usmin / JEM

Bengkulu, Beritasatu.com - Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, saat ini jumlah penderita penyakit akibat digigitan nyamuk Aedes aegypti ini sudah mencapai 88 kasus atau terjadi peningkatan dibanding tahun lalu hanya sebanyak 80 kasus.

"Sekarang kasus DBD di Bengkulu Selatan terjadi peningkatan dari tahun lalu sebanyak 88 kasus. Korban DBD sebanyak ini tersebar di sejumlah kecamatan di Bengkulu Selatan," kata Kepala Dinkes Bengkulu Selatan, Siswanto, di Bengkulu, Selasa (23/6/2020).

Dijelaskan, dalam dua bulan terakhir hampir setiap minggu ditemukan warga yang menjadi korban DBD positif antara 2 sampai 3 orang. Hal ini jika tidak segera di atasi cepat dikhawatirkan jumlah kasus DBD akan terus meningkat hingga mencapai ratusan orang.

"Kita masih bersyukur meski kasus DBD di Bengkulu Selatan meningkat dalam 6 bukan terakhir, tapi tidak ada korban yang sempat meninggal. Ini terjadi karena anggota keluarga cepat tanggap membawa korban berobat ke Puskesmas atau rumah sakit setempat," ujarnya.

Untuk menekan agar kasus DBD di Bengkulu Selatan tidak meningkat kedepan, pihak Dinkes telah melakukan fogging atau pengasapan di daerah yang sudah ditemukan korbannya. Hal ini dilakukan agar warga setempat tidak terjangkit DBD.

"Kita upayakan seluruh daerah yang sudah ada korban DBD akan lakukan fogging atau pengasapan untuk mengusir nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD di daerah terjangkit. Dengan demikian, korban DBD tidak bertambah lagi di daerah bersangkutan," ujarnya.

Siswanto mengakui, saat sudah ada 15 titik yang ditemukan kasus DBD masih mengantre untuk dilakukan fogging atau pengasapan guna mengusir atau memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Antean ini terjadi karena petugas lapangan untuk melakukan fogging di Dinkes Bengkulu Selatan terbatas. "Saya berharap masyarakat yang sudah mengusulkan agar daerahnya difongging untuk bersabar menunggu giliran.

"Saya pastikan seluruh daerah yang usulan sudah masuk ke Dinkes Bengkulu Selatan untuk minta difogging untuk mengusir nyamuk penyebab DBD akan direalisasikan. Sekarang tinggal menunggu gilaran saja," ujarnya.

Siswanto menambahkan, meningkatnya kasus DBD di Bengkulu Selatan, karena kegiatan terfokus menangani kasus Covid-19. Padahal, penyakit DBD hampir sama dengan Covid-19 terlambat menanggani korban bisa vatal.

Untuk itu, Siswanto mengimbau masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD. Masyarakat juga diminta untuk menerapkan pola hidup 3M, yakni menutup, menguras dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air.

"Kita berharap dengan gerakan 3M ini, masyarakat Bengkulu Selatan, akan terhindar dari terjangkit DBD. Sebab, jika lingkungan di sekitar rumah warga bersih maka tidak akan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi: Agustus, Kemarau Akan Landa Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Pemerintah masih memiliki waktu persiapan satu bulan untuk menghadapi musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

NASIONAL | 23 Juni 2020

4 Arahan Jokowi untuk Antisipasi Karhutla saat Musim Kemarau

Jokowi mengungkapkan 99% kebakaran hutan terjadi karena ulah manusia, baik disengaja atau kelalaian.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Akademisi Ingatkan Pilkada di Sulteng Jangan Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Pilkada di masa Covid-19 harus dipersiapkan sebaik mungkin.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Abaikan Protokol Kesehatan, Pasar Tradisional di Bengkulu Rentan Penularan Covid-19

Jajaran Polda Bengkulu, akan terus menerus melakukan sosialisasi dan imbuan kepada masyarakat agar patuh terjadap protokol kesehatan.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Waspadai Sampah APD di Teluk Jakarta

Pada Maret-April 2020 naik menjadi 16 persen

NASIONAL | 23 Juni 2020

Ini Sepak Terjang Freestyler Ardhi Andryadi

Freestyler sepak bola Ardhi Andryadi ini aktif mewakilkan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Kaltara Optimalkan Empat Proyek Prioritas Dorong Perekonomian

Pembangunan PLTA ini juga masuk ke dalam proyek strategis nasional

NASIONAL | 23 Juni 2020

Kempora Akan Gelar Extreme Sport Video Challenge

Extreme Sport Video Challenge ini akan dimulai pada 6 Juli mendatang.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Hadiri Webinar I'M Gen Z, Menpora Bahas Diundurnya PON Papua

Menpora Zainudin Amali menyatakan PON Papua diundur lantaran penyelesaian venue dan tempat penginapan terhambat akibat Covid-19.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Menpora Angkat Bicara Soal Polemik PSSI dan Shin Tae-yong

Menpora menyatakan pihaknya tidak ingin ikut campur terkait persoalan PSSI dengan pelatih Shin Tae-Yong.

NASIONAL | 23 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS