Kerusuhan Madina Diduga Dirancang untuk Memeras Dana Desa
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kerusuhan Madina Diduga Dirancang untuk Memeras Dana Desa

Rabu, 8 Juli 2020 | 13:44 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Madina, Beritasatu.com - Aksi demo oleh ratusan massa dengan memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum), yang berujung kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Sumatera Utara (Sumut), ternyata sudah dirancang oleh tiga orang oknum mahasiswa dengan secara matang, jauh hari sebelum terjadi kerusuhan pada Senin (29/6/2020).

Hal ini terungkap setelah polisi berhasil menangkap tiga orang dalangnya, merupakan oknum mahasiswa yang ingin memeras Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan. Ketiganya ditangkap dari persembunyiannya di Desa Tor Banua Raja, Kecamatan Panyabungan Utara. Ketiga orang itu juga bukan warga Desa Mompang Julu.

"Ketiga oknum mahasiswa yang ditangkap itu berinisial AA, MG dan AW. Mereka mencoba melakukan pemerasan dengan meminta pembagian 30 persen dari jumlah dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 1 Miliar, atau sekitar Rp 300 juta," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Madina, AKP Azuar Anas, Rabu (8/7/2020).

Azuar mengatakan, demo yang menuding kepala desa tidak transparan dalam penyaluran dana bantuan oleh pemerintah pusat sebesar Rp 600 ribu untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, hanya bagian dari skenario yang sudah direncanakan. Mereka memprovokasi masyarakat supaya ikut berdemo dengan memblokir jalinsum.

"Sebelum adanya demo, mereka sudah mengancam kepala desa di sana. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, ketiga orang ini menyampaikan akan mengajak seluruh warga desa untuk memblokir dan melumpuhkan jalinsum. Ketiga orang ini juga yang mempengaruhi masyarakat untuk membakar mobil dan melempari polisi menggunakan batu," katanya.

Azuar menyebutkan, dengan ditangkapnya AA, MG dan AW, maka polisi sudah menetapkan 20 orang tersangka dalam kasus kerusuhan Madina. Dalam waktu dekat, seluruh tersangka ini akan diboyong ke Markas Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan dan pengembanhan lebih lanjut.

Sementara itu, ratusan warga masih bersembunyi di dalam kawasan hutan pascakerusuhan dengan membakar dua unit mobil dan melukai enam polisi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/6/2020) kemarin.

Hal ini diketahui Beritasatu.com berdasarkan keterangan dari sejumlah ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Mompang Julu. Mereka menyatakan suaminya meninggalkan desa karena merasa takut akan ditangkap polisi setelah kejadian kerusuhan. Di desa itu, sedikitnya ada 360 kepala keluarga (KK).

"Sebelum adanya penangakapan, warga Desa Mompang Julu sudah mendengar kabar akan adanya penyisiran oleh polisi. Bapak - bapak di sini dan pemuda yang sebelumnya ikut berdemo langsung pergi meninggalkan rumah. Mereka bersembunyi di dalam hutan," ujar seorang IRT, Dewi (30).

Dewi mengaku tidak mengetahui lokasi persis persembunyian suaminya. Dia juga tidak dapat memastikan suaminya, apakah terlibat dalam pembakaran dua unit mobil, yang salah satunya merupakan milik Wakapolres Madina, Kompol Elizama Zaluku. Saat kejadian, lokasi kejadian sangat kacau.

Hal senada juga dikemukakan Khadijah, seorang nenek berusia 60 tahun, yang mengaku masih trauma setelah melihat kerusuhan tersebut. Dirinya semakin bertambah takut karena melihat banyak polisi yang memasuki desa tersebut.

"Saya tidak berani meninggalkan rumah karena takut ditangkap. Kalau orang - orang sini bilang, semua warga desa mau ditangkap. Tapi saya tidak ditangkap polisi. Mereka mungkin mengetahui bahwa saya tidak ikut terlibat kerusuhan itu," kata Khadizah.

Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, yang turun langsung ke Desa Mompang Julu, mengimbau masyarakat supaya tidak takut saat melihat kehadiran polisi. Dirinya datang bersama anak buahnya untuk memulihkan situasi agar kembali normal.

"Saya jamin anggota tidak akan sembarangan dalam menangkap orang, apalagi yang tidak bersalah. Jadi saya minta masyarakat supaya tidak perlu takut. Kami hadir untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat, dan bukan menakut - nakuti masyarakat," katanya.

Disebutkan, polisi melakukan penangkapan hanya terhadap orang - orang yang terlibat melakukan pelemparan batu sehingga melukai enam orang polisi. Selain itu, polisi akan memproses hukum pelaku pembakaran dua unit mobil dan satu sepedamotor.

"Sudah ada 19 orang yang ditangkap. Mereka masih diperiksa untuk pengembangan lebih lanjut. Mereka adalah orang - orang yang terpantau terlibat melakukan pembakaran mobil dan pelemparan batu saat kerusuhan. Termasuk dua orang anak di bawah umur dan seorang wanita," sebutnya.

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, kerusuhan yang terjadi harus dijadikan pelajaran supaya tidak terjadi lagi untuk kemudian hari. Semua pihak juga harus mengambil peranan dalam memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ini negara hukum. Polisi sudah profeaional menjalankan tugas. Sehingga, mereka yang terlibat melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai perbuatannya. Bagi warga yang tidak terlibat maka sebaiknya pulang ke rumah masing - masing," sebutnya.

Menurutnya, polisi tidak akan melakukan penangkapan apalagi penahanan terhadap orang yang tidak terlibat dalam pembakaran mobil dan penyerangan yang melukai enam orang polisi saat kerusuhan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gempa Magnitudo 5 Guncang Nias

Gempa tektonik dengan magnitudo 5 mengguncang Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 11.03 WIB.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Pilkada 2020, KPU Sulteng Target Partisipasi Pemilih 77,5 Persen

"Capaian partisipasi yang diperoleh pada pemilu sebelumnya menjadi modal di pemilihan tahun ini," ujar Sahran.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Pembangunan Permukiman Masyarakat Terasing di Jambi Lamban

Bupati Sarolangun, Cek Endra mengatakan, jumlah warga SAD yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Sarolangun mencapai 605 KK ( 2.205 jiwa).

NASIONAL | 8 Juli 2020

Bioskop Indonesia Buka Serentak 29 Juli 2020

Setelah ditutup sementara mengikuti kebijakan PSBB, bioskop di seluruh Indonesia dijadwalkan akan buka secara serentak ada 29 Juli 2020.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Tiga Nama Kandidat Cagub Ramaikan Pilgub Bengkulu 2020

Tiga nama yang muncul yakni calon petahana Rohidin Mersyah, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, dan mantan Gubernur Bengkulu Agusrin Maryoni Najamudin.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Diduga Sengaja Bakar Lahan, Dua Petani di Tebo Diamankan

Polres Tebo masih menahan dan memeriksa HN (35) dan SL (30), dua orang petani Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo yang diduga sengaja membakar lahan.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Ini Alasan MA Baru Publikasikan Putusan Gugatan Rachmawati Setelah 8 Bulan

Penanganan gugatan Rachmawati masih sesuai koridor penanganan perkara di MA.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Jokowi Ingatkan Capaja TNI dan Polri untuk Konsisten terhadap Ideologi Negara

Jokowi juga meminta capaja TNI dan Polri untuk konsisten kepada tujuan-tujuan besar bangsa.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Jokowi Harapkan TNI-Polri Lincah Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

“Cepat beradaptasi dan selalu berpikir inovatif, dan harus lebih baik dan lebih cepat dibandingkan yang lain,” kata Jokowi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Panglima TNI Minta Capaja TNI dan Polri Ikuti Perkembangan Ancaman Covid-19

Panglima TNI mengingatkan, dampak ancaman biologis Covid-19 telah mengguncang dunia, bahkan negara-negara maju turut kewalahan.

NASIONAL | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS