DPRD Dukungan Penggunaan Bosda untuk Kuota Internet Siswa di Banten
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

DPRD Dukungan Penggunaan Bosda untuk Kuota Internet Siswa di Banten

Minggu, 19 Juli 2020 | 12:20 WIB
Oleh : Laurens Dami / JEM

Serang, Beritasatu.com - Wacana yang digulirkan Gubernur Banten Wahidin Halim agar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk membeli kuota internet bagi siswa mendapat respons dan dukungan positif dari DPRD Banten.

Wakil Ketua DPRD Banten, M Nawa Said Dimyati meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten segera menyusun rencana kerja anggaran (RKA) terkait penggunaan Bosda untuk pembelian kuota internet.

“Usulan dari Gubernur itu harus bisa di-follow up oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, dengan cara menyusun RKA terkait dengan masalah itu. Sehingga kegiatan itu bisa dilakukan di APBD Perubahan 2020. Atau mungkin kalau sistem pembelajaran online (daring) itu diperpanjang, karena kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, di APBD 2021 juga bisa kita masukkan,” ujar Nawa, Minggu (19/7/2020).

Menurut Nawa, usulan yang disampaikan Gubernur Wahidin Halim didasari atas aspirasi dari masyarakat Banten yang merasa keberatan dengan adanya biaya tambahan pulsa internet ini. Diketahui, selama pandemi Covid-19 proses belajar mengajar dilakukan secara daring (dalam jaringan).

“Gubernur kemudian mewacanakan pemerintah untuk bisa membantu murid-murid membeli kuota internet. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan pada APBD 2020 murni, tapi bisa dilakukan di APBD perubahan,” kata Nawa.

Politisi Demokrat itu menjelaskan, semua alokasi Bosda itu hitungannya per siswa. Jika ada 500 siswa, maka jumlah itulah yang dihitung. Tinggal menghitung pengalokasiannya saja, dari 14 kriteria yang boleh dibiayai oleh Bosda, dalam rangka untuk menunjang Pergub Nomor 31 Tahun 2018 tentang Pendidikan Gratis itu apa, kriteria mana yang akan dialokasikan.

“Jika pengalokasian di luar itu, bisa dikatakan melanggar peraturan perundang-undangan. Tetapi selama di 14 item itu ada, ya tidak bisa dikatakan melanggar. Jadi jangan dianggap kemudian Bosda itu tidak ada,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam Pergub 31 Tahun 2018 Pasal 10 tentang Peruntukan Pendidikan Gratis, ada 14 item pengalokasian Bosda, yakni seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didik baru (PPDB), pembelian buku teks pelajaran, buku untuk koleksi perpustakaan, kegiatan pembelajaran remedial, pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya.

Lalu untuk kegiatan ulangan harian, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa, honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotokopi, membeli alat olahraga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba.

Bisa juga untuk pembelian bahan-bahan pakai habis seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol,kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah pendidikan,minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah serta pengadaan suku cadang alat kantor, serta biaya langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, internet, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekolah, khusus di sekolah yang belum ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar diperbolehkan untuk membeli genset.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kunjungi Riau, Menteri LHK Mantapkan Upaya Pencegahan Permanen Karhutla

Provinsi Riau disebut Siti Nurbaya, sudah memiliki sistem dashboard pemantau karhutla yang baik.

NASIONAL | 19 Juli 2020

KPK: Wacana Tim Pemburu Koruptor Tak Sesuai Semangat Perampingan

"Kita seharusnya belajar dari sepak terjang keberadaan tim pemburu koruptor di masa lalu yang nyatanya tidak menunjukkan hasil guna," kata Nawawi Pomolango.

NASIONAL | 19 Juli 2020

Prasetijo, Jenderal “Pemain” dengan Banyak Kasus

“Saat Prasetijo masih jadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, ia main kasus tanah. Akhirnya dicopot dan dipindah, padahal harusnya naik Kombes".

NASIONAL | 19 Juli 2020

Kempupera Bangun Rusunawa Ponpes Wali Songo di Poso

Rusunawa tersebut diharapkan dapat membantu para santri untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak selama menuntut ilmu agama di Ponpes tersebut.

NASIONAL | 19 Juli 2020

Waspadai Penebar Kebencian dan Perusak Kedamaian di Indonesia

Perlu ada upaya bersama dari para tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk bisa membuat masyarakat menjadi tetap rukun menjaga persatuan dan kedamaian.

NASIONAL | 18 Juli 2020

Imbas Covid-19, Penjualan Hewan Kurban Turun 50%

Penjualan hewan kurban pada tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen.

NASIONAL | 18 Juli 2020

Mendagri Minta Pemda Masifkan Gerakan Sejuta Masker

Pilkada 2020 dinilai merupakan momentum tepat untuk mengimplementasikan gerakan menekan penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 18 Juli 2020

Lumbung Pangan Nasional Jadi Solusi Ketergantungan Impor

Food Estate dinilai bisa menjadi solusi untuk mengatasi ketergantungan impor pangan.

NASIONAL | 18 Juli 2020

Provinsi Riau Dijadikan Model Pencegahan Karhutla

Provinsi Riau dinilai memiliki kondisi cuaca unik dengan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.

NASIONAL | 18 Juli 2020

228 Bandar Narkoba Dipindah ke Lapas Super Ketat di Nusakambangan

Ratusan narapidana bandar narkotika itu ditempatkan di lapas supermaksimum dengan tipe one man one cell.

NASIONAL | 18 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS