25 Persen Pelajar di Jawa Tengah Tak Miliki Akses Pendidikan Daring
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

25 Persen Pelajar di Jawa Tengah Tak Miliki Akses Pendidikan Daring

Selasa, 21 Juli 2020 | 19:21 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Sekitar 20 hingga 25 persen pelajar di Jawa Tengah (Jateng) tidak memiliki akses layanan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring. Penyebabnya selain karena faktor ekonomi orang tua, juga karena sulitnya sinyal di tempat tinggalnya.

"Masalah yang muncul mulai dari siswa tidak memiliki telepon selular untuk mengakses internet karena faktor kekurangan ekonomi orangtuanya. Selain juga karena sulitnya sinyal di tempat tinggalnya, sehingga mereka tak mampu mengakses pendidikan sistem daring," kata Ketua Forum Anak Nasional Jawa Tengah, Amelia Adiputri Diansari, dalam acara Bincang Santai Bareng Media berlabel Curhat Anak Jawa Tengah di Masa Pandemi" yang digelar secara zoom meeting, Selasa (21/7/2020).

Data itu ia peroleh dari hasil survei tertutup yang dilakukan Forum Anak Nasional Jateng dengan responden 590 pelajar di Jawa Tengah yang dilakukan setelah muncul pandemi Covid-19 yang mengharuskan para pelajar mengikuti sistem pembelajaran secara daring.

Selain Amelia yang baru lulus dari SMAN 1 Sragen, diskusi virtual juga diikuti beberapa anggota Forum Anak Jawa Tengah, di antaranya seperti Ricky Aditya siswa SMAN 2 Wonosobo, Muhammad Meizar Brahmantyo yang baru lulus dari MAN 2 Banyumas, Foresta Arbar Ramadhan dari SMKN 1 Brebes, dan Nindy pelajar dari Rembang.

Ricky dari Wonosobo menuturkan, seorang rekannya yang pulang kampung karena sekolah tutup akibat pandemi. Namun, saat dimulai pembelajaran daring, dia tak bisa mengikuti karena sulitnya koneksi internet.

"Kami kirim pesan lewat WA juga tidak nyambung. Akhirnya pihak sekolah mendatangi rumahnya di kawasan pegunungan di Kledung. Sinyalnya ternyata sulit. Pihak sekolah kemudian membantu agar teman kami bisa tetap mengikuti pelajaran secara daring itu. Saat tes akhir semester, teman kami boleh datang ke sekolah untuk mendapatkan soal secara manual," tuturnya.

Dari Kabupaten Brebes, Foresta menuturkan banyak rekannya yang tidak punya kuota untuk akses internet. "Beruntung beberapa instansi menyediakan tempat untuk nongkrong para pelajar yang ada wifi-nya. Kami bisa belajar secara daring di tempat itu," ujarnya.

Kisah sedih muncul dari Muhammad Meizar dari MAN 2 Banyumas berkaitan dengan momen kelulusannya. "Saya menjadi panitia wisuda kelulusan. Ternyata semua batal. Padahal rencana sudah kami susun. Momen bersejarah itu tidak kami dapatkan," tuturnya.

Di samping itu para pelajar ini juga merasakan ada perbedaan mencolok proses belajar mengajar sistem tatap muka dengan sistem daring.

"Untuk pembentukan karakter, lebih mengena bila bertatap muka. Kalau datang terlambat keba sanksi, tapi sanksi itu tak .mungkin ada saat daring," ungkap Meizar.

Dalam kesempatan itu, Forum Anak Nasional Jateng memberi masukan kepada Dinas Pendidikan Jateng jika kelak membuka kembali sekolah dan memberlakukan sistem pembelajaran tatap muka.

"Kami memberi masukan, bisa dengan sistem shift. Bisa juga hari ini untuk kelas 10, hari berikutnya untuk kelas 11, begitu seterusnya. Itu dalam upaya mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19," kata Ricky Aditya dari SMAN 2 Wonosobo.

Naning Pudji Julianingsih (Spesialis Perlindungan Anak dari UNICEF Perwakilan Wilayah Pulau Jawa, dalam diskusi itu mengakui, layanan perlindungan anak jadi terganggu karena ada refocusing anggaran dialihkan ke penanganan Covid-19.

"Kami mendapatkan keluhan orangtua keberatan dengan paketan data unlimited agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring, seharusnya anak-anak digratiskan rekening internetnya," tuturnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah Retno Sudewi menyambut baik diskusi itu.

"Respon anak Jawa Tengah luar biasa. Menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli nanti mereka menggelar berbagai kegiatan secara daring. Mulai dengan webinar, Tik-tok, dan lainnya. Anak-anak Jateng banyak ide. Lewat bincang santai bisa saling berbagi. Di tengah pandemi mereka tetap mampu berkreasi," tutur Retno.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Djarot Tak Dukung Akhyar Nasution di Pilkada Medan

Soalnya, sosok Akhyar tidak lepas dari era kepemimpinan Dzulmi Eldin, mantan wali kota Medan yang tersandung kasus korupsi.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Oknum Anggota DPRD Sumut yang Aniaya 2 Polisi Tetap Diproses Hukum

Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari tujuh pria dan satu wanita.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Iduladha 1441 H Jatuh Pada Hari Jumat 31 Juli

Penetapan ini setelah digelarnya Sidang Isbat penentuan awal 1 Zulhijah 1441 H yang dipimpin Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Mendikbud Lantik 29 Pejabat Baru

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim melantik 29 pejabat eselon 1 dan 2, rektor, serta pejabat fungsional ahli utama secara virtual, dan pimpinan PTN.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Jenderal Prasetijo Belum Jadi Tersangka

Mabes Polri akan melakukan pendalaman dan memeriksa saksi lainnya dalam kasus Prasetijo.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Sudah 5 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 di Sumut

dokter Aldreyn Asman Aboet, merupakan dokter yang terakhir meninggal dunia karena terpapar Covid-19 di Sumut.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Fachrori Umar Terancam Gagal Ikut Pilkada Jambi

Fachrori Umar yang berpasangan dengan Safrial MS (Bupati Tanjungjabung Barat) hingga Selasa (21/7/2020) belum mendapat dukungan partai politik (parpol).

NASIONAL | 21 Juli 2020

Kampanye di Tengah Wabah, Mendagri Dorong Bagi Masker Daripada Kaos

Mendagri mendorong pembagian masker dan alat kesehatan lainnya karena masyarakat menerima manfaatnya langsung ditengah perang melawan Covid.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Sultan HB X Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperpanjang masa tanggap darusat Covid-19 yang akan berakhir 31 Juli mendatang.

NASIONAL | 21 Juli 2020

Tolak Rapid Test, 20 PPDP di Serang Dicopot

Sebanyak 20 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Kabupaten Serang menolak untuk menjalani rapid test atau tes cepat Covid-19. Mereka pun dicopot.

NASIONAL | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS