Cornelis Lay, Pengagum Berat Soekarno Itu Telah Tiada
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Cornelis Lay, Pengagum Berat Soekarno Itu Telah Tiada

Rabu, 5 Agustus 2020 | 12:45 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani, Jeis Montesori / JEM

Yogyakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Ilmu Politik, Prof Cornelis Lay, meninggal dunia pada Rabu (05/08/2020) pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih, Yogyakarta.

Pengamat politik senior yang akrab dengan kalangan aktivis tersebut menghembuskan napas terakhir di usia 61 tahun dan akan dikebumikan di makam UGM di Sawitsari, Sleman, Yogyakarta.

Dilahirkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 6 September 1959, Cornelis Lay resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (6/2/2019), dengan pidato pengukuhan berjudul “Jalan Ketiga Peran Intelektual: Konvergensi Kekuasaan dan Kemanusiaan”.

Cornelis Lay meniti karier akademis yang cukup panjang. Ia memperoleh gelar Bachelor of Arts (BA) dari Jurusan Ilmu Pemerintahan (sekarang Jurusan Politik dan Pemerintahan) Fisipol UGM pada 1984.

Cornelis Lay adalah pengagum berat Ir Sukarno. Maka, semasa menjadi mahasiswa di UGM, ia juga aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Nantinya, Cornelis Lay tercatat sebagai salah satu anggota tim ahli Persatuan Alumni (PA) GMNI.

Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Cornelis Lay berucap, “Untuk Mbak Megawati Soekarnoputri, Almarhum Mas TK (Taufik Kiemas), dan tokoh-tokoh partai politik terutama dari PDI hingga generasi PDI Perjuangan, ucapan terima kasih saya haturkan untuk rangkaian pengalaman yang saya alami bersama."

Tahun 1987, titel Doktorandus (Drs) melengkapi gelar S1 Cornelis Lay di jurusan dan perguruan tinggi yang sama. Setelah itu, ia menjadi staf pengajar di almamaternya sekaligus peneliti Pusat Antar Universitas (PAU) Studi Sosial.

Cornelis Lay melanjutkan studi di St. Mary’s University, Halifax, Kanada, dan merengkuh gelar Master of Arts (MA) dalam bidang International Development Studies pada 1992.

Kembali mengabdikan diri di kampus biru, Cornelis Lay pernah menjabat sebagai Kepala Unit Penelitian serta Pembantu Dekan III Bidang Penelitian dan Kerja Sama (2008-2010) Fisipol UGM.

Sebelumnya, pada 2000-2004, suami dari Jeanne Cynthia Lay Lokollo ini ditunjuk menjadi Kepala Biro Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri di Kantor Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu.

Cornelis Lay adalah peneliti di Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) UGM sejak 2009. Ia juga pernah menjadi peneliti tamu di sejumlah institusi luar negeri, termasuk Flinders University (Australia) pada 1995, Agder College University (Norwegia) pada 2001-2002, Massachussets University (AS) pada 2008, KITLV (Belanda) pada 2010, dan lainnya.

Hasikan Banyak Karya

Ayah dari Dhiera Anarchy Rihi Lay dan Dhivana Anarsya Ria Lay ini telah menghasilkan banyak sekali karya, baik berupa buku, tulisan ilmiah atau hasil penelitian, maupun berbagai judul artikel yang dimuat di media massa.

Salah satunya adalah tulisan Cornelis Lay bersama Prof Dr Pratikno dengan judul “From Populism to Democratic Polity, Problems and Challenges in Solo, Indonesia". Tulisan ini terhimpun dalam buku Democratisation in the Global South: The Importance of Transformative Politics (2013) suntingan K Stokke dan O Törnquist.

Cornelis Lay, bersama Wawan Mas’udi, juga pernah bertindak sebagai editor untuk buku berjudul The Politics of Welfare: Contested Welfare Regimes in Indonesia yang diterbitkan pada 2018 lalu.

Pada 2018 pula, tulisan Cornelis Lay dengan judul “Hometown Volunteers: A Case Study of Volunteers Organizations in Surakarta Supporting Joko Widodo’s Presidential Campaign" dimuat dalam Copenhagen Journal of Asian Studies.

Sejak 2016, Cornelis Lay menjabat sebagai Kepala Research Center for Politics and Government (PolGov) di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, hingga akhirnya dikukuhkan menjadi guru besar di almamaternya itu pada 6 Februari 2019.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Setelah Bunuh 2 Anak Kandung, Ayah Bersembunyi di Atas Pohon Kelapa

Kedua anak kandung korban pembunuhan ayahnya itu berinisial ABD (2) dam YBO (3).

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Maros-Pangkep Menuju Global Geopark UNESCO

Geopark Maros-Pangkep diusulkan menjadi Global Geopark UNESCO.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Tutup Usia, Cornelis Lay Bakal Dimakamkan di Pemakaman Sawitsari UGM

Informasi tutup usianya Cornelis Lay dinyatakan DPP Fisipol UGM di akun Twitter @dppugm pagi tadi.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

1.136 Pasien Covid-19 Secapa AD Bandung Sembuh

Sisa sebanyak 172 orang masih positif.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Penghimpunan Kurban Meningkat, Dompet Dhuafa Sebarkan Daging Kurban ke 2 Juta Penerima Manfaat

Secara akumulasi, angka penghimpunan kurban pada THK periode kali ini tercatat (perolehan nasional) sebesar Rp 76,9 miliar dengan pertumbuhan cukup signifikan sebesar 60% dibandingkan dengan tahun lalu.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Komnas Perempuan: Jangan Halangi Perempuan Beraktivitas di Media Sosial

Kebebasan perempuan dalam melakukan aktivitas sosial dinilai Komnas Perempuan harus didukung dan tidak boleh dihalangi selama tidak melanggar hukum.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Youtuber Korea Hadir di Virtual Open House 2020 UPH Medan

Youtuber asal Korea, Han Yoo Ra, akan menyapa siswa-siswi SMA di kota Medan.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Menko PMK: Banyak Orang Tua Gagal Menyiapkan SDM Unggul

Menko PMK Mudhajir Effendy mengatakan banyak orang tua yang gagal menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Perma No 1 Tahun 2020 untuk Perkecil Disparitas Hukuman Koruptor

Perma No 1 Tahun 2020 salah satu tujuannya adalah memperkecil disparitas hukuman koruptor.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Polda Malut Gelar Sidang Penentuan Kelulusan Taruna Akpol dan Tamtama

Polda Malut mengirimkan 3 orang calon taruna Akademi kepolisian (Catar Akpol), 13 orang Tamtama Polri.

NASIONAL | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS