Cek Keamanan, Ganjar Datangi Sekolah yang Terapkan Belajar Tatap Muka
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Cek Keamanan, Ganjar Datangi Sekolah yang Terapkan Belajar Tatap Muka

Kamis, 10 September 2020 | 12:28 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Temanggung, Beritasatu - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi dua sekolah yang menjadi role model pembelajaran tatap muka di Kabupaten Temanggung, Kamis (10/9/2020), untuk memastikan pelaksanaan uji coba berlangsung aman dan sesuai protokol kesehatan.

Dua sekolah yang dikunjungi Ganjar di Temanggung adalah SMKN 1 Temanggung dan SMAN 1 Parakan Temanggung. Di dua sekolah itu, Ganjar dengan teliti mengecek, mulai dari sarana prasarana, penerapan protokol kesehatan hingga pembatasan jumlah siswa yang masuk.

Di dua sekolah itu, Ganjar melihat pemenuhan sarana prasarana sudah cukup memadai. Mulai penyiapan tempat parkir yang dibatasi, penyediaan tempat cuci tangan di depan kelas, pengecekan suhu tubuh, dan fasilitas lainnya. Papan-papan imbauan dan peringatan juga terpasang di sudut-sudut ruangan sekolah.

Ruang-ruang kelas dan ruang praktek juga dicek untuk mengetahui proses belajar mengajar dengan cara tatap muka. Di dua sekolah itu, tidak semua siswa boleh masuk. Mereka dibatasi, dan hanya yang memiliki kendaraan pribadi atau diantar orang tua yang boleh sekolah. Sementara siswa yang biasa naik angkutan umum, masih diminta belajar di rumah.

Di SMKN 1 Temanggung, ada 72 siswa yang masuk setiap hari dengan dibagi menjadi 6 rombongan belajar (rombel), sehingga masing-masing rombel berisi 12 siswa. Sementara di SMAN 1 Parakan Temanggung, ada 102 siswa dibagi menjadi 6 kelas, masing-masing 17 siswa.

"Semuanya sudah bagus, persiapannya sudah dilakukan optimal. Memang yang agak sulit itu jaga jarak, karena biasanya anak-anak itu tidak sadar ngobrol bareng, jawil-jawilan dan lainnya. Padahal, itu bahaya," kata Ganjar.

Ganjar juga mengajak dialog siswa-siswi yang mengikuti belajar mengajar tatap muka di sekolah. Dia memastikan, semua siswa yang masuk ke sekolah mendapat izin dari orang tua.

Selain itu, Ganjar juga mengorek kesulitan para siswa menghadapi pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Mereka mengaku sulit untuk menjaga jarak.

"Nanti kalau ada temenmu yang nyedak-nyedak, langsung keplak (kalau ada yang mendekat, langsung pukul)," seloroh Ganjar kepada para siswa sambil tertawa.

Secara keseluruhan, Ganjar melihat uji coba sekolah tatap muka di Temanggung sudah berjalan bagus. Semua siswa yang masuk dipastikan mendapat izin dari orang tua, dan mereka semuanya tidak berangkat menggunakan angkutan umum.

"Tinggal bagaimana guru disiplin menjaga ini, sehingga semuanya berjalan lancar. Saya tegaskan, ini bukan coba-coba, ini menyiapkan bagaimana agar anak-anak bisa beradaptasi. Sudah hari keempat pelaksanaan uji coba ini, dan alhamdulillah berjalan lancar," ucap Ganjar.

Piahknya akan terus mengevaluasi sistem ini. Ia juga meminta pihak sekolah ketat dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau perlu ada polisi sekolah, bisa kepala sekolah, guru atau ketua kelas untuk patroli, mengingatkan apabila ada yang melanggar," tegasnya.

Sementara itu, para siswa menyambut baik program uji coba sekolah tatap muka itu. Menurut mereka, uji coba ini bisa digunakan untuk persiapan apabila sekolah nantinya dibuka kembali pasca pandemi.

"Senang sekali bisa sekolah lagi, sudah lama bosan belajar di rumah. Kalau belajar di sekolah, lebih mudah paham karena diterangkan langsung," kata Annisa Aprilia, kelas 2 SMKN 1 Temanggung

Menurut Annisa, pihak sekolah sudah menyiapkan sarana prasarana dan penerapan protokol kesehatan ketat, maka siswa akan aman belajar di sekolah.

"Kalau protokol kesehatan ketat, dan siswa juga disiplin mematuhinya, semuanya akan aman. Memang selama ini, yang paling sulit ya jaga jarak, karena biasanya dulu kalau ketemu teman sering ngrumpi. Tapi sekarang, semuanya harus belajar untuk jaga jarak demi keselamatan bersama," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sekolah Dasar di Palu Disiapkan untuk Belajar Tatap Muka

Gubernur Sulteng Longky Djanggola meminta agar sekolah benar-benar wajib memenuhi standar sarana prasarana dalam pencegahan Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

Atlet Panjat Tebing Dunia Asal Grobogan Aries Susanti Raih Haornas Award

Mereka merupakan atlet Jawa Tengah yang telah menorehkan prestasi hingga mengharumkan Jawa Tengah sampai ke tingkat internasional.

NASIONAL | 10 September 2020

Pemberian Kuota Internet agar Memerhatikan Layanan Operator Seluler

Dalam hal memilih operator, pemerintah harus memilih yang sudah teruji.

NASIONAL | 10 September 2020

Besok, KPK Undang Bareskrim dan Kejagung Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra

Gelar perkara ini merupakan bagian koordinasi dan supervisi yang menjadi kewenangan KPK.

NASIONAL | 10 September 2020

Klaster Warung Soto di Yogyakarta, Para Pembeli Juga Tertular Covid-19

Hingga saat ini ada 20 orang telah terkonfirmasi positif Covid-19 yang bersumber dari klaster Warung Soto Lamongan tersebut.

NASIONAL | 10 September 2020

Pilkada Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Bobby-Aulia juga sempat menyapa awak media yang telah menunggu mereka sejak pagi di RSUP Adam Malik.

NASIONAL | 10 September 2020

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Akmil Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Magelang

Sinergi dari berbagai institusi pendidikan dapat memunculkan solusi yang diperlukan memecahkan persoalan nasional.

NASIONAL | 10 September 2020

Gramedia Sumbang 20.000 Buku untuk Pasien Covid-19 melalui BNPB

Bantuan buku ini diharapkan menjadi inspirasi dan meningkatkan mood para pasien yang sedang dalam isolasi dan masa penyembuhan.

NASIONAL | 10 September 2020

Peredaran Narkoba Marak, DPR Minta Pengacak Sinyal Dipasang di Seluruh Lapas dan Rutan

Anggota Komisi Komisi III DPR Hinca Pandjaitan meminta pemerintah untuk memasang alat penghilang atau pengacak sinyal di seluruh Lapas di Indonesia

NASIONAL | 10 September 2020

Baznas Beri Pelatihan untuk Mustahik Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan pelatihan bagi mustahik pelaku usaha mikro dan kecil dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS